
Delon yang duduk di samping Lisa mengecup punggung tangan Lisa dan menggenggamnya seolah olah wanita itu akan meninggalkannya, walaupun Lisa tidak memiliki rambut masih terlihat sangat cantik.
"sayang aku tinggal sebentar ya, aku akan melihat putri kita sebentar". Delon berkata dengan lembut dan mencium kening Lisa.
"ma pa aku ingin melihat anak kami sebentar". dan di jawab dengan anggukan oleh kedua orang tuanya.
Delon berjalan melewati ruangan setiap ruangan untuk melihat putrinya, saat sudah sampai di depan ruangan Delon menatap putrinya dari pintu kaca.
"tuan ingin masuk". tanya seorang suster
"iya sus". jawab Delon
suster memberikan pakaian seteril untuk Delon dan setelah memakai itu Delon langsung masuk. hatinya terasa haru saat melihat putri kecilnya.
"Hay putri ayah, maaf ayah baru lihat kamu karena ayah harus melihat mama dulu". sebenarnya Delon ingin mengendong putrinya tapi karena mengingat kondisi putrinya Delon mengurungkan niatnya
"wajahmu sangat mirip dengan ibumu". Delon terseyum dalam pikiran jika nanti putrinya sudah dewasa akan seperti Lisa.
"Annisa Azkiya Khaila". bayi mungil itu terseyum saat Delon menyebut nama itu
__ADS_1
"kamu suka nama itu Anissa". senyum bayi itu semakin lebar saat sang ayah memanggilnya, Delon bahagia jika anaknya menyukai nama itu.
setelah merasa puas melihat dan berbicara dengan putrinya Delon keluar dari ruangan itu, saat melihat dokter yang menangani istrinya Delon menghampiri dokter tersebut.
"dok". panggil Delon
"iya". jawab dokter itu sambil senyum
"dok apa masih ada harapan untuk istrinya sembuh". tanya Delon
"kami sebagai dokter akan berusaha sebaik mungkin". jawab dokter itu
"kami tidak tau, jika ada keinginan dari pasien untuk sadar maka istri tuan akan cepat sadar tapi jika dari pasien sendiri sudah menyerah kami sebagi dokter tidak bisa berbuat apa apa". Delon mendengarkankan dokter dengan pandangan yang sedikit kusut
"saya sarankan tuan memberikan dukungan agar istirnya cepat sadar". sambung dokter itu
setelah berbincang dengan dokter mengenai istrinya, Delon berjalan dengan langkah yang begitu pelan, penjelasan dokter membuat Delon memiliki harapan, sekarang bagaimana cara dia untuk membuat Lisa memiliki semangat hidup. saat melewati taman Delon melihat keluarga bahagia dimana seorang suami sedang mengendong anaknya sedangkan istrinya berada di sampingnya. Delon terseyum melihat keluarga itu, dia berharap keluarga kecilnya akan seperti itu juga. Delon melanjutkan langkahnya menuju ke raung rawat Lisa. saat sudah sampai Delon tidak langsung masuk tapi duduk di kursi yang berada di depan ruangan itu.
setelah lama duduk di kursi dengan pikirannya Delon memutuskan masuk ke ruangan Lisa, saat masuk dia tidak melihat kedua orang tuanya
__ADS_1
ting
*papa*
Delon mama sama papa pulang, mamamu butuh istirahat, papa takut jika kelamaan di rumah sakit mamamu akan drop, besok kami kesana lagi.
setelah membaca pesan dari papanya Delon duduk di samping Lisa.
"sayang ayo bangun, jika bukan untukku setidaknya untuk putri kita". Delon mengusap pipi pucat Lisa dan memegang bibir Lisa, dulu bibir yang selalu tersenyum dan tertawa untuk menghiburnya di kala dia dalam keadaan frutasi dan tak pernah sedikitpun bibir ini cemberut saat dia mengatakan jika hanya Laura yang pantas menjadi istrinya. sekarang hatinya sakit saat dia mengingat kata kata itu dia keluarkan di depan istrinya.
"maaf aku yang selalu menyakitimu sayang". Delon mencium punggung Lisa dengan meneteskan air mata.
💙💙💙💙💙
tinggalkan jejak kalian sebagai bentuk dukungan
yuk Mampir di karya kak Hilmiath_ dengan judul Atmosphere yang pasti cerita akan sangat seru..
Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit. Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda. Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi. Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu. Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?
__ADS_1