Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Keraguan Gio


__ADS_3

hari ini dengan kondisi kaki yang belum sembuh Farhan pergi ke kantor di kantor Farhan sedang fokus mengecek beberapa berkas karena sudah satu bulan lebih dirinya tidak masuk kantor dan hari ini banyak yang harus Farhan urus agar perusahaan yang dia bangun susah payah ini tidak tumbang bahkan Farhan harus menemui pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan agar mereka tidak membatalkan kerja sama karena yang mereka tau Farhan telah meninggal karena kecelakaan itu dan mereka tidak mau rugi karena perusahaan Farhan tidak ada yang menjalankan.


"sudah saya bilang jika masuk itu harus ketuk pintu dulu". ucap Farhan yang masih fokus mengecek berkas berkas dan Farhan sudah tau yang masuk pasti asistennya karena sejak bekerja dengannya asistennya itu jarang sekali mengetuk pintu. Farhan mengkerut dahi saat asistennya tidak kunjung bicara


Farhan menutup berkasnya lalu mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya saat dia melihat siapa yang ada di depannya sekarang.


"Gio". ucap Farhan dengan keterkejutannya sedangkan Gio yang sudah duduk di depan Farhan menatap abangnya dengan intens.


Farhan yang melihat Gio sudah duduk di depan bertanya tanya apakah yang membuat adiknya itu menemuinya selama ini Gio tidak pernah mau bertemu dengan bahkan selama ini dirinyalah yang selalu menemui adiknya itu dengan ujung pengusiran dan penolakan dari Sanga adik.


"ada angin apa yang membuat mu datang kemari". ucap Farhan karena sejak tadi Gio tidak bicara sama sekali jika Gio sedang marah atau abis di cuci otaknya oleh Merlin maka Gio pasti akan mengajaknya berkelah,


"Gio ada tidak biasanya kamu menemui ku biasannya aku yang menemui mu dan kamu selalu mengusirku dan sekarang kamu ada di hadapanku tanpa aku minta ataupun aku paksa". sambung Farhan sambil menatap adiknya itu


"apa benar yang kamu bilang waktu itu". ucap Gio


"yang mana". jawab Farhan


"waktu kamu dan om Alex menyekap ku, ap itu semua benar". tanya Gio dan Farhan sedikit terkejut saat adiknya menanyainya tentang kebenaran yang dia bicarakan waktu itu

__ADS_1


"kenapa, apa kamu sudah mulai ragu dengan wanita ular itu apa kamu meragukan bahwa dia hanya pura pura menyayangi mu dan apa kamu sudah mulai merasa bahwa wanita ular itu hanya memanfaatkan mu". tanya Farhan sambil menyenderkan tubuhnya di kursi


"Abang". Gio menjeda perkataannya dan Farhan merasa hal aneh saat pertama kali adiknya memanggil dirinya Abang


"Abang jawab saja pertanyaan ku jangan bertanya yang lain". ucap Gio


"harus aku jawab apa Gio semua yang aku katakan itu adalah benar dan saat wanita itu memfitnah ibu umurmu masih tiga tahun dan Abang yakin kamu tidak akan mengerti kejadian itu, dan entah racun apa yang di masukan wanita itu kepada dirimu sehingga kamu membenci ibu dan aku padahal ibu sering menemui mu tapi yang ibu dapatkan adalah hinaan dari mu Gio". jawab Farhan dan menegakkan tubuhnya


"apa kamu bisa banyangkan betapa hancur dan sedihnya hati ibu saat kamu menolaknya dan menghinanya tetapi ibu tidak pernah menyerah untuk menemui hingga pada akhirnya kamu ,ayah dan wanita itu pindah". sambung Farhan dan ingatan Gio berputar saat itu Gio juga dapat melihat kesedihan di mata ibunya saat dirinya menolak dan menghinanya tetapi saat dia ingat apa yang membuat ibunya meninggalkan dirinya membuat Gio mengepalkan tangannya


"aku membencinya karena dia tega meninggalkan aku dan ayah untuk pria lain". ucap Gio dan Farhan memijat pangkal hidungnya


"abang dapat melihat kamu mulai ragu akan wanita itu". sambung Farhan dan Gio hanya diam saja karena memang ada sedikit keraguan setelah mengetahui soal obat pengering kandungan dan pengakuan dokter palsu itu


Sendangkan Ana yang akan masuk ke ruangan Farhan mengurungkan niatnya saat melihat Gio ada di sana, Ana lebih memilih menjauh karena Ana yakin kakak beradik itu butuh ruang untuk berdua menyelesaikan masalahnya.


"semoga masalah kalian cepat selesai". monolog Ana lalu meninggalkan ruangan itu


"Abang benar bukan dan Abang yakin kamu datang kemari karena keraguanmu itu". ucap Farhan saat melihat adiknya yang hanya diam saja

__ADS_1


"kau tau mau ibu tiri atau ibu kandung jika dia benar benar menyayangi anaknya maka mereka tidak akan menempatkan atau menyeret anaknya ke dalam masalah yang dia punya karena mereka tidak ingin anaknya dalam masalah Gio". nasehat Farhan dengan harapan Gio bisa membuka pikiran dan jangan tertutup kasih sayang palsu


"apa kamu punya bukti dengan perkataan Abang". tanya Gio ragu ragu


Farhan menyerahkan sebuah amplop dan Gio menerima amplop itu


"Abang hanya punya bukti soal wanita itu yang ingin menguasai harta milik ayah serta penyebab Nadia masuk rumah sakit, dan untuk meninggalnya ayah dan fitnah tentang ibu abang belum punya karena itu kejadian sudah lama sekali apalagi soal meninggalnya ayah semua bukti menuju ke ibu". ucap Farhan dan Farhan dapat melihat adiknya yang menahan amarah,


sebenarnya Farhan ingin menyerahkan bukti itu ketika Semuanya sudah terkumpul tetapi berhubung Gio datang dan menanyakan tentang kebenaran perkataannya pada waktu itu akhirnya Farhan memberikan setangah kebenaran itu dan Farhan berharap setengah kebenaran itu dapat membuat Gio berhati hati.


soal bukti Merlin yang berusaha membunuh Nadia Farhan dapat dari kamera yang Farhan pasang saat dia datang sebelum kecelakaan itu, pada waktu itu Farhan meletakan kamera kecil di sebuah vas bunganya karena waktu itu di ruang tamu tidak ada siapapun jadi Farhan menggunakan kesempatan itu. Farhan juga belum tau motif apa yang membuat Merlin membunuh Nadia


"Abang tidak tau apa yang membuat wanita itu tega menghabisi Nadia, kamu bisa menanyakan itu jika Nadia sudah siuman". ucap Farhan


"yang Abang tau wanita itu akan membunuh siapa saja yang mengetahui kebenaran tentangnya seperti dia menghabisi ayah kita, waktu itu ayah kembali ke rumah mu untuk menjemput mu dan mengatakan kebenaran tapi wanita itu lebih dulu membunuh ayah saat kamu masih di perjalanan pulang dari liburan mu dan saat kamu sampai di rumah yang kamu lihat adalah ibu membunuh ayah". sambung Farhan dengan lembut berharap dengan kelembutan itu Gio bisa sadar bahwa dia di tipu.


Gio menutup kembali beberapa bukti itu DNA memasukkan ke dalam amplop kembali kemudian berdiri


"hati hati dan cepatlah Sadar Gio sebelum semaunya terlambat". ucap Farhan saat Gio akan keluar dari ruangannya

__ADS_1


Gio meninggalkan ruangan Farhan serta membawa bukti itu sedangkan Farhan hanya menatap nanar kepergian adiknya, Farhan tidak masalah Gio membawa bukti itu karena dirinya sudah memiliki salinannya


__ADS_2