
keesokan paginya seorang laki laki datang ke rumah Fatma untuk menjemput adiknya
Ting
tong
ting
tong
Fatma membuka pintu dan memperhatikan seorang laki laki
"maaf bu ini benaran rumahnya Tante Fatma". tanya laki laki itu
"iya, saya sendiri Fatma". jawab Fatma
"saya leo kakaknya Zihan". leo memperkenalkan dirinya
"owh silahkan masuk nak". Fatma mempersilahkan leo masuk
Fatma juga mempersilahkan leo untuk duduk dan menghidangkan minuman dan juga makanan ringan. Fatma mempersilahkan Leo untuk menikmati hidangan yang telah dia sungguhkan
"Kak Leo". teriak Zihan dan langsung memeluk kakaknya
"kamu baik baik sajakan". tanya leo yang khawatir pada adiknya itu
"aku baik baik saja untung saja ada orang baik yang menolong Zihan". jawab Zihan
"kamu tidak menyusahkan mereka kan". tanya leo
"tidak". jawab Zihan
leo berterima kasih pada Fatma karena sudah mengizinkan adiknya untuk tinggal di rumahnya dan juga telah menolongnya, Fatma mengatakan bahwa yang menolongnya adalah anaknya Gio. leo juga minta maaf sudah di repotkan oleh adiknya. setelah berbincang dan mengucapkan terima kasih, leo berpamitan untuk pulang.
"Tante terima kasih". ucap Zihan sambil memeluk Fatma dan Fatma membalas pelukan zihan
"rasanya seperti di peluk oleh ibu". ucap Zihan
"Tante ucapkan terima kasih ku kepada om Gio dan Tante Nadia ya". ucap Zihan
"iya, hati hati di jalan semoga betah di pondok pesantren dan Zihan akan menemukan kebahagiaan disana". ucap Fatma sambil mengusap lengan Zihan
"terima kasih do'anya tante". ucap Zihan
__ADS_1
setelah berpamitan Zihan dan leo meninggalkan rumah Fatma setelah kepergian Zihan, Fatma masuk ke dalam rumah
sedangkan Gio dan Nadia sedang ke rumah sakit untuk mengecek kandungan dan mengecek kesehatan Nadia. Gio terseyum saat monitor menampilkan anaknya yang masih berbentuk seperti biji kacang, Gio dan Nadia merasa terharu saat melihat anaknya mereka
"mas aku masih tidak menyangka bisa melakukan USG dan rasanya seperti saat melihat anak kita". ucap Nadia karena selama ini Nadia hanya bisa mendengar obrolan lara terangan nya saja
"iya sayang, mas sangat terharu". jawab Gio
dokter menyarankan Nadia untuk memakan makanan yang bergizi agar janinnya bertumbuh baik dan melarang Nadia untuk beraktivitas yang berat mengingat usia kandungan Nadia yang masih berumur muda. Nadia bertanya banyak hal mengenai kehamilan di antara apa yang boleh di lakukan dan tidak boleh di lakukan oleh ibu hamil karena mengingat ini kehamilan pertama dan Nadia ingin menjaga baik baik kehamilannya dan tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan. Gio dan Nadia mendengar penjelasan dokter dengan baik. setelah selesai melakukan pemeriksaan Gio mengajak Nadia ke taman mengingat sejak kecelakaan itu Nadia belum Pernah keluar dari rumah
"udara sangat segar mas". ucap Nadia
"iya sayang". jawab Gio lalu mengajak Nadia duduk di sebuah bangku.
"mas aku ingin rujak itu". minta Nadia saat melihat penjual rujak
"tunggu sini dan jangan kemana mana, mas yang akan membelikan". ucap Gio dan Nadia menganggukan kepalanya
Nadia melihat Gio yang sedang mengantri untuk membeli rujak, Nadia terseyum saat melihat sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia.
"nak nanti saat kamu sudah lahir pasti akan mengemaskan seperti anak itu". ucap Nadia sambil melihat anak kecil yang sedang belajar berjalan
Gio yang sudah selesai membeli rujak langsung berlari ke arah Nadia dan menyerahkan rujak tersebut dan Nadia menerima rujak itu dengan senyum yang mengembang lalu langsung memakannya dan Gio memperhatikan Nadia yang sedang menikmati rujak itu, Nadia menyodorkan potong buah mangga di depan Gio dan Gio membuka mulutnya, Nadia terseyum saat Gio menerima suapannya. setelah merasa cukup berada di taman Gio mengajak Nadia untuk pulang ke rumah dan sebentar lagi akan tengah hari dan cuaca cukup panas.
"sayang tidak perlu bawa banyak pakaian nanti beli saja di sana". ucap Farhan sambil menghampiri Ana
"iya sayang ini hanya memasukkan pakaian yang akan kamu gunakan untuk meeting dan dua setel bajumu dan dua setel baju ku". jawab Ana dan menutup koper itu
"nanti waktu aku meeting kamu tunggu saja si kamar hotel dan jangan Keluar sendirian karena aku tidak rela jika putri tulip ku ini di lirik orang lain". ucap Farhan sambil melingkarkan tangannya di pinggang Ana
"iya iya pangeran panda mu yang mengemaskan ini". jawab Ana sambil mencubit kedua pipi Farhan
"lebih mengemaskan aku waktu kecil atau sekarang". tanya Farhan sambil mengedipkan matanya
"hmmm mau jawaban jujur atau jujur banget". tanya Ana balik
"jujur banget". jawab Farhan
"lebih mengemaskan waktu pangeran panda ku kecil karena pipinya bisa di tarik kalau sekarang narik agak susah". goda Ana
"jadi sekarang aku tidak mengemaskan". tanya Farhan sambil bersedekap dada dan Ana mengelengkan kepalanya, Farhan langsung mengkerutkan bibirnya
"tapi sekarang lebih tampan dan menggoda". ucap Ana sambil mencium pipi Farhan dan langsung berlari dan itu membuat Farhan terkejut
__ADS_1
"sayang masak cuman satu yang di cium, yang di sini , sini sama sini belum". ucap Farhan sambil menunjuk pipi satunya,dahi dan terakhir bibirnya
"sudah di cium masih kurang itu sudah cukup". jawab Ana sambil menghindari kejaran Farhan dan Ana tertawa saat melihat raut wajah Farhan yang begitu lucu
mereka kejar kejaran di dalam kamar saat Farhan berhasil menangkap Ana Farhan langsung menghempaskan Ana di ranjang dan langsung mengelitik pinggang Ana sehingga membuat Ana tertawa dan setelah puas Farhan membenamkan bibir di bibirnya Ana.
"kamu harus bertanggung jawab sayang, lihatlah monster jamurnya bangun". bisik Farhan sambil menekan monster jamurnya yang masih tersembunyi dan Ana dapat merasakannya
"sayang ini masih siang". jawab Ana
"apa masalahnya, mau siang atau malam sama saja". jawab Farhan
"tapi..". ucapan Ana terputus saat Farhan mencium bibirnya.
"tidak akan ada yang menganggu di rumah sedang sepi". bisik Farhan sambil mengigit telinga Ana
Farhan langsung melancarkan aksinya, Farhan meninggalkan jejak di leher Ana , tangan Farhan menyelinap di punggung Ana dan menarik resleting dress Ana dan Ana sedikit mengangkat badan agar memudahkan Farhan, Setelah resleting itu turun Farhan menurunkan dress Ana sampai perut sehingga membuat bagian atas Ana terlihat. tangan Farhan yang nakal menjahili benda favoritnya sehingga terdengar lenguhan kecil dari Ana dan itu membuat Farhan semakin semangat mengeksplor Ana.
sedangkan Ana hanya bisa menikmati permainan yang Farhan lakukan padanya, Farhan membuka kaosnya yang dia pakai dan melemparkannya ke sembarang arah, Farhan mencium perut Ana sehingga membuat Ana bergetar, Farhan menarik dress Ana sehingga membuat Ana tersipu malu karena Farhan dapat melihat dengan jelas lekuk tubuhnya. setelah itu Farhan melepaskan sisa kain yang menempel pada tubuhnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh. tanpa menunggu lama siang itu mereka menikmati kehangatan di siang hari, setelah selesai Farhan menggulingkan badannya ke samping Ana dan mencium kening Ana lalu membawa Ana ke dalam dekapannya.
"sayang". panggil Ana
"hmmm". jawab Farhan
Ana meremas tangannya saat ingin mengatakan sesuatu dan Ana takut Farhan marah dengan apa yang akan dia sampaikan
"ada apa kenapa gelisah seperti itu". tanya Farhan
"hmm bolehkah kita menunda dulu untuk mempunyai anak". tanya Ana hati hati
"kenapa". tanya Farhan
"aku takut tidak bisa menjadi ibu yang baik jika punya anak sekarang dan rasanya aku belum siap". jawab Ana
"dan aku juga belum selesai kuliah bagaimana jika nanti aku tidak bisa mengurus anak kita jika aku di sibukkan dengan dunia perkuliahan". sambung Ana
"sayang kamu tidak perlu berpikir sejauh itu, jika kita di berikan kepercayaan untuk memiliki lebih cepat kamu tenang saja aku akan membantu untuk merawat anak kita, jika tidak kita bisa menikmati momen pacaran terlebih dahulu". jawab Farhan bukannya Farhan tidak ingin menundanya tapi Farhan ingin kehadiran seorang anak akan membuat hubungan mereka semakin kuat
"hmm baiklah tapi awas jika tidak membantu ku". tuding Ana
setelah membahas tentang anaknya, Ana masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya sendangkan Farhan mengecek email yang masuk terkait Perkerjaannya, Farhan memeriksa berkas yang dikirim oleh asistennya. setelah memeriksa berkas itu , Farhan membuka file persentasi yang akan di gunakan untuk meeting besok. saat melihat Ana keluar dari kamar mandi Farhan meletakan ponsel dan bergantian untuk membersihkan dirinya, sebelum masuk ke dalam kamar mandi Farhan mencium pipi Ana terlebih dahulu. Ana tersenyum setelah Farhan masuk kedalam kamar mandi
"tidak menyangka rasanya seindah ini hubungan yang terjalin karena pernikahan". monolog Ana sambil mengeringkan rambutnya
__ADS_1