
terik matahari membuat Anissa menyeka keringatnya yang bercucuran kegiatan mereka kali ini benar benar butuh mengeluarkan tenaga yang banyak apalagi di tempat itu mereka bekerja sebagai pemulung sehingga membuat mereka harus membersihkan sampah plastik yang tertimbun tanah atau menyingkirkan sampah sampah yang tidak ada dapat di jual.
"huuu panas sekali". ucap Anissa sambil mengibaskan tangannya
"ini". Arden memberikan air dingin kepada Anissa
"kebetulan panas sekali, terima kasih beruang kutub". ucap Anissa
Anissa segera membuka tutup botol itu dan meminumnya. Arden menegur Anissa yang minum sambil berdiri dan Anissa menggaruk kepalanya saat mendapatkan teguran dari Arden. Arden segera menarik tangan Anissa dan mengajaknya duduk di bawah pohon, Arden juga menyeka keringat yang ada di wajah Anissa sedangkan Anissa menatap Arden sambil meminum airnya
"apa masih haus". tanya Arden dan Anissa hanya mengelengkan kepalanya
"ya sudah jika masih lelah istirahat dulu karena sebentar lagi akan selesai". ucap Arden
"i iya". jawab Anissa dengan gugup karena perlakuan Arden barusan
Anissa menatap punggung Arden yang menjauh dan bergabung membantu anggota yang lainnya. Anissa terus menatap ke arah Arden
"cielah kalian berdua itu bucin sekali tidak usah di lihat begitu terus tidak akan hilang". ucap Salwa dan ikut duduk di samping Anissa
"aku baru tau jika Arden yang begitu dingin dan tidak tersentuh bisa sehangat itu". sambung Salwa
"kamu hebat bisa mencairkan gunung es ,ini jika Bunga ada di sini dia pasti akan kepanasan". goda Salwa
"bisa aja kamu sal". ucap Anissa
"aku sudah dari awal gabung di MAPALA belum pernah lihat Arden seperti itu tapi ketika bersama mu sikapnya benar benar beda". ucap Salwa dan Anissa hanya diam tidak menanggapi hal itu
setelah beberapa jam di sana akhirnya mereka sudah selesai membantu orang oran, di sana.
"terima kasih ya buat kalian semua yang sudah membantu kita membersihkan tempat ini". ucap salah satu warga di sana
"sama sama pak, sekarang kalian semua harus rajin menjaga kebersihan ya karena kesehatan itu sangat penting walaupun pekerjaan sebagai pengepul barang barang bekas jika bersih dan rapih seperti ini akan sangat nyaman untuk di tinggali". Ucap Arden
"iya pak kami juga sangat senang melakukan kegiatan ini apalagi kami di sambut baik sama warga di sini". ucap Leo
__ADS_1
"semoga kebaikan kalian terus mengalir dan di lakukan untuk banyak orang serta sukses untuk kalian semua"
setelah itu mereka berpamitan pada semua orang yang ada disana, Anissa merasa senang bisa bergabung di organisasi ini sehingga dia juga bisa membantu banyak orang selain melakukan kegiatan di alam, organisasi ini juga melakukan kegiatan sosial seperti sekarang ini ataupun membantu orang yang sedang membutuhkan bantuan
"apa sejak dulu melakukan kegiatan seperti ini". tanya Anissa
"tidak dulu mapala kegiatannya hanya kegiatan alam tetapi setelah aku di jadikan ketua oleh mereka, aku mengajukan kegiatan seperti ini dan mereka setuju setelah itu baru di ajukan ke pihak kampus dan pihak kampus setuju asal tidak mengganggu kegiatan belajar di kampus". jawab Arden dan Anissa hanya menganggukkan kepalanya
Anissa naik ke motor Arden dan langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Arden lalu meletakkan dagunya di pundak Arden, sedangkan Arden hatinya berbunga-bunga ketika Anissa melakukan itu. Arden langsung menuju motornya untuk mengantarkan Anissa untuk pulang.
"nyaman sekali". ucap Anissa dalam hati
setelah motor berhenti di depan rumahnya Anissa langsung turun dari motor
"mampir dulu yuk". ajak Anissa
"lain kali aja ya, aku mau pulang". ucap Arden
"aku pulang dulu dan besok aku jemput". ucap Arden lalu mengacak acak rambut Anissa dan kemudian mencubit hidung Anissa
Anissa langsung memegangi hidung
"sudah sana pulang". usir Anissa
"oke aku pulang, salam buat kedua orang tuamu". ucap Arden lalu menjalankan motornya
sedangkan Delon yang sejak tadi berada di jendela melihat bagaimana interaksi putrinya dan juga Arden membuat Delon meremas horden
"mereka semakin dekat, Anissa banyak laki laki di luar sana tapi kenapa kamu malah dekat dengan Arden". ucap Delon dan menarik nafasnya
"hufhh jika sampai nanti mereka ke jenjang lebih serius maka akan berinteraksi dengan orang orang masa lalu". ucap Delon dan meninggalkan jendela itu
Anissa memasuki rumah dengan senyum mengembang dan memegangi dadanya, ekspresi yang di tunjukan oleh putrinya juga di lihat oleh Delon
"Anissa sepertinya sangat bahagia ketika bersama Arden". monolog Delon
__ADS_1
sedangkan Anissa yang sudah sampai di kamar langsung merbahkan dirinya di ranjang dan menatap langit langit kamar
"bolehkah aku mendenifisikan sikap Arden tadi adalah bukan pura pura melainkan dia memang benar benar memperkenalkanku pacar sungguhan". ucap Anissa lalu menguling gulingkan badannya di ranjang
"aaa sungguh aku tidak akan tahan jika beruang kutub itu terus terus bersikap Manis dan hangat seperti itu". sambung Anissa
Arden yang baru saja turun dari motor mengambil ponselnya dan menatap bingung nomor baru yang tertera di layar ponselnya. lalu Arden langsung mengangkat panggilan tersebut
"iya hallo". jawab Arden tetap tidak ada jawaban dari panggilan itu
"hallo dengan siapa ya ini". tanya Arden
"ayahnya Anissa". jawab orang di seberang sana
"iya om ada apa". tanya Arden dengan was was karena dia tau jika ayahnya Anissa tidak menyukainya
"besok temui saya di cafe delima jam sepuluh pagi dan jangan telat". ucap Delon
"iya om". jawab Arden dengan cepat
Arden menatap layar ponselnya yang sudah mati dengan ketegangan yang ada dalam dirinya
"ada apa om Delon mengajak ku bertemu , apa om Delon akan menyuruh ku untuk menjauhi Anissa". ucap Arden
Arden memasuki rumah dengan lesu bahkan kebahagian yang di dapat tadi langsung hilang begitu saja
"Hay om". ucap Tasya yang sudah berada di depan Arden sedangkan Arden langsung memijat keningnya kalau sudah seperti ini pasti kakak iparnya akan merepotkan dirinya dengan alasan keponakan karena sejak Andra dan istrinya tinggal di rumah ini kakak iparnya selalu merepotkan dirinya
"hehehehe keponakan mu sedang ingin melihat mu menari". ucap Tasya dengan menunjukkan giginya
"tidak mau suruh saja ayahnya yang menari". jawab Arden
"kamu mau keponakan mu ileran". ucap Tasya dengan cemburut
"tidak perduli yang penting bukan anak ku". jawab Arden lalu naik ke atas karena memikirkan apa yang akan di katakan ayahnya Anissa
__ADS_1
"lihat saja anakku nanti kalau sudah lahir akan menjadi penganggu dalam hidup mu". ucap Tasya dengan kesal karena Arden tidak mau menuruti kemauannya