
di rumah sakit Farhan bersandar di brangkar saat dokter Rian memeriksa keadaannya, Farhan sudah bisa mengerakkan tangannya tetapi kakinya masih mengalami kelumpuhan.
"dok apa saya masih bisa jalan lagi". tanya Farhan
"bisa ini hanya sementara dah melakukan terapi bisa memulihkan kakimu". jawab dokter Rian
"berapa lama saya bisa berjalan lagi jika melakukan terapi". tanya Farhan
"jika dalam dirimu ada semangat untuk bisa jalan kembali setidaknya satu atau dua bulan sudah bisa berjalan kembali". jawab dokter Rian
mendengar jawaban dokter Rian membuat Farhan menjadi cemas apalagi saat dokter mengatakan dirinya mengalami koma selama satu bulan dan dia baru bisa berjalan satu atau dua bulan lagi apakah selama itu Ana akan baik baik saja, apalagi semalam dia bermimpi bahwa Ana menikah dengannya dan di dalam mimpi itu Ana menagis dan meminta tolong bahkan tangisan itu terdengar sangat pilu. saat dokter Rian menanyakan siapa keluarganya, Farhan meminta dokter Rian untuk merahasiakan tentang dirinya karena ada seseorang berusaha membunuhnya jika sampai tau dia masih hidup maka orang itu akan membunuhnya dan dia tidak bisa menyelamatkan Ana.
"ayo Farhan semangat agar kamu bisa berjalan dan menemui Ana lalu mengatakan bahwa dirinya adalah pangeran panda agar bisa melindungi dan untuk masalahnya akan dia selesaikan bersama melindungi Ana, Farhan yakin bisa melindungi ibunya, Farhan dan dia". monolog Farhan dalan hati
"aku mohon aku bisa berjalan lebih cepat dari perkiraan yang dokter berikan". sambung Farhan dalam hati
"dok kapan saya bisa memulai terapinya". tanya Farhan
"besok hari ini saya harus memastikan bahwa kamu sudah benar benar pulih dan saat melakukan terapi tangan mu sudah kuat untuk menopang dirimu". jawab dokter Rian
"terima kasih dokter sudah menyelamatkan saya". ucap Farhan dan terseyum
ceklek
seorang anak perempuan masuk dan menghampiri brangkar
"hai om apa sudah lelah tidurnya dan terbangun". tanya anak kecil itu
Farhan yang bingung gadis kecil ini siapa langsung menatap dokter Rian
"Sandra perkenalan dulu dengan om nya". perintah dokter Rian
__ADS_1
"oh ya aku lupa yah". ucap Sandra lalu menutup jidatnya dan itu membuat Farhan terseyum
"Hay om perkenalkan namaku Sandra dan aku anaknya dokter Rian". ucap Sandra sambil mengulurkan tangannya
"Hay Sandra nama om Farhan". jawab Farhan dan menerima uluran Sandra
"kata om suka tertidur makanya setiap Sandra kemari om tidak bangun bangun tapi hari ini Sandra lihat om sudah bangun". ucap Sandra dan itu membuat Farhan ataupun dokter Rian terkekeh
"apa tidur om sangat nyenyak sehingga tidak mendengar ku saat memanggil om dan mengajak om bermain". sambung Sandra sambil mengerucutkan bibirnya
"maafkan om jika tidak mendengarkan panggilan mu". ucap Farhan sambil mengusap kepala Sandra
"oh apa yang waktu itu om lakukan di pinggir sungai, apa om juga tidur di sana". tanya Sandra
"mungkin karena om sudah tidak bisa menahan kantuk jadi tertidur deh". jawab Farhan sambil tersenyum
"om Sandra mau tanya siapa itu Ana , om selalu menyebut nama itu setiap tidur". tanya Sandra Karena selama ini Sandra selalu mendengar Farhan menyebut nama itu
"apa seperti mama Sandra yang spesial untuk ayah Sandra". tanya Sandra sambil menaiki ke brangkar dan duduk di brangkar lalu mengayunkan kakinya
"iya". jawab Farhan
dokter Rian mengelengkan kepalanya saat melihat kecerewetan putrinya telah kembali lagi, dokter Rian meninggalkan Sandra bersama Farhan karena Sandra tidak ingin ikut dengan sedangkan Farhan sama sekali tidak keberatan dengan adanya Sandra dan celotehan gadis kecil itu bahkan kehadiran Sandra membuat Farhan terhibur daripada sendirian di ruangan ini.
di rumah keluarga Alex , Alex dan Arden yang baru saja pulang langsung masuk ke rumah. Alex masuk ke kamarnya dan melihat istrinya yang sedang menyisir rambutnya, Alex memeluk Laura dari belakang dan mencium pipi Laura. Laura membalikkan badannya dan tersenyum.
"tumben pulang sore sekali". tanya Laura sambil melepaskan dasi suaminya
"iya karena tadi harus mengajari Arden untuk memimpin meeting besok". jawab Alex sambil menatap Laura
"tumben Arden mau biasanya anak itu selalu memiliki alasan untuk menolak". tanya Laura sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya
__ADS_1
"karena kali ini dia tidak bisa menolak". jawab Alex lalu menyatukan dahinya ke dahi istrinya
"kenapa". tanya Laura
"karena aku mengancamnya". ucap Alex lalu mengigit kecil hidung Laura sehingga Laura memukul dada suaminya
"ancaman apa selama ini tidak ada ancaman yang bisa membuat Arden menuruti mu". ucap Laura
"ancamannya adalah jika Arden menolak maka dua bulan mendatang dia akan mendengar kabar kehamilan mamanya". bisik Alex dan itu membuat Laura tertawa ternyata sampai saat ini Arden sama sekali tidak menginginkan adik
"ternyata ancaman itu ampuh juga". ucap Laura sambil tertawa
"ya aku masih penasaran kenapa Arden tidak menginginkan adik". ucap Alex dan Laura juga mengelengkan kepalanya karena dulu saat ketiga anaknya berumur tujuh tahun Laura bertanya kepada Arden kenapa tidak ingin adik dan Arden tidak menjawab tapi malah menagis dan keesokkan memusuhi semua orang
"ingat ayah aku sudah menuruti kemauan jika sampai ada adik maka akan aku hancurkan perusahaan ayah". teriak Arden di depan pintu ayahnya saat mendengar tawa kedua orang tuanya dan setelah mengatakan itu Arden meninggalkan kamar orang tuanya. Alex dan Laura hanya saling pandang dan kemudian tertawa.
"ada yang ingin aku bicarakan". ucap Alex lalu mengajak istrinya duduk di pinggir ranjang
"bicara apa sepertinya sangat serius". tanya Laura
"tadi Gio mengatakan jika dia ingin melamar Ana". ucap Alex dan Laura terdiam
"bagaimana menurut mu". tanya Alex
"menurut aku Gio itu baik apalagi aku lihat dia benar benar mencintai Ana bagaimana cara dia memperlakukan Ana selama ini". jawab Laura
"aku setuju aja tapi balik ke Ana apa Ana akan menerima lamaran Gio atau tidak, kita sebagai orang tua juga tidak bisa memaksa jika memang Ana ingin bersama Gio kita restui aja,mas juga udah mencari latarbelakang Gio bukan dan tidak ada cacat dalam diri Gio". sambung Ana
"kamu benar baby nanti setelah makan malam kita bicarakan dengan Ana jika Ana menyetujuinya maka aku akan memberitahu Gio untuk datang". ucap Alex
setelah membicarakan lamaran Gio untuk Ana, Alex membersihkan dirinya karena sudah bau apek dan Laura turun ke bawah untuk melihat makanan apa sudah siap karena hari ini Laura menyuruh Pelayan yang memasak. Laura terseyum saat melihat makanan yang sudah terhidang di meja makan. Laura membuatkan teh susu kesukaan suaminya itu karena Alex hanya ingin minuman yang di buat oleh istrinya.
__ADS_1