
Arden mengendarai motornya dengan kecepatan penuh kemudian menelan motornya saat ada keramaian yang berjalan ke arahnya.
jambret
jambret
tolong
"tolong Tasya saya di curi". teriak ibu ibu
bugh
Andra langsung menendang penjahat itu sehingga penjahat itu terjatuh dan Arden langsung mengambil tas yang terlepas dari pegangan penjahat itu.
jambret
tolong
teriak ibu ibu itu, Anissa yang kebetulan lewat langsung melihat pandang ibu itu ke arah punggung laki laki yang memegang sebuah tas. Anissa langsung mengahampiri laki laki itu.
bugh
bugh
bugh
bugh
"dasar penjahat suka mencopet barang milik wanita lemah rasakan ini". teriak Anissa sambil memukulkan tas ke punggung laki laki itu sedang jambret yang sebenarnya memanfaatkan momen itu untuk pergi dari sana agar tidak di pukuli warga sudah cukup di hajar oleh laki laki ini.
bugh
bugh
bugh
sedangkan Arden melindungi kepalanya dengan tangan agar tas itu tidak mengenai kepalanya, Anissa langsung mengambil tas yang di pegang Arden
bugh
"huff". Arden langsung melindungi asetnya saat Anissa menendang bagian asetnya, Arden meringis kesakitan
"masa depan ku". ringis Arden
"rasakan itu". bentak Anisa
__ADS_1
Anissa membulatkan matanya saat Arden mengangkat kepalanya karena terkejut bahwa penjahat itu adalah laki laki yang beberapa waktu lalu yang bertengkar dengan di kampus
"owh ternyata kamu itu pencuri ya". ucap Tasya sambil meletakkan tangan di pinggang
"jaga bicaramu ya". Arden menatap tajam ke arah gadis di depan yang beberapa lalu menyiramnya dengan jus akibat orang lain
"apa pencuri yang pencuri ini buktinya tas ini ada di tangamu". Anissa berbicara sambil menunjukan tas itu
ibu ibunya yang terkena jambret mengahampiri Arden dan Anissa dan Anissa langsung memberikan tas itu kepada ibu ibu tersebut.
"bapak bapak bawa ini penjahatnya ke kantor polisi agar tidak berulah lagi". perintah Anissa sambil menatap tajam ke arah Arden " ganteng ganteng jadi pencuri percuma saja". monolog Anissa dalam hati
"jangan pak". cegah ibu itu saat bapak bapak itu akan menyeret Arden
"kenapa Bu". tanya salah satu warga
"iya Bu, orang seperti ini harus di beri pelajaran agar tidak berulah lagi mungkin dengan dia berada di dalam penjara bisa tobat". sambung Anissa saat ibu itu akan berbicara
"bukan seperti itu, mas ini bukan pencurinya tetapi mas ini tadi yang berkelahi dengan pencurinya". jawab ibu ibu itu sehingga membuat Anissa menerawang kejadian beberapa menit yang lalu , tadi saat dia menghajar Arden ada laki laki yang tergeletak di jalan. Anissa langsung menggaruk tengkuknya saat menyadari bahwa laki laki yang tergeletak di jalan tadi adalah pencuri yang sebenernya. Anissa menatap Arden yang sudah menatapnya dengan tajam seakan akan mau menguliti Anissa dan Anissa menelan salivanya susah payah
"maaf mas kami sudah salah sangka". ucap salah satu bapak bapak disana
"tidak masalah". jawab singkat Arden
"terima kasih mas sudah menolong ibu, ini tas isinya sangat penting". ibu ibu itu berterima kasih
"Anissa Anissa kenapa tidak berpikir dulu saat bertindak". monolog Anissa dalam hati sambil menepuk jidatnya
Anissa membalikkan badannya setelah semua orang pergi dan melangkah secara pelan pelan, saat sudah dua langkah Anissa menghentikan langkahnya saat baju bagian belakang di tarik seseorang orang. Arden langsung membalikan Anissa menghadap dirinya.
"bertemu denganmu selalu dalam masalah". Arden berbicara dengan dingin
"apa orang tuamu tidak mengajarimu jika bertindak cari kebenaran lebih dulu". Arden mendorong Anissa hingga tubuh Anissa terbentuk pohon, Anissa menahan sakit di punggungnya akibat terbentur pohon sedangkan Arden menghimpit tubuh Anissa
"dengar sekali lagi kamu membuat masalah denganku, aku pastikan hidupmu tidak akan tenang". ancam Arden
"aku tidak sengaja dan tidak tau jika bukan kamu jambret". Anissa berbicara sok berani padahal dirinya sudah bergetar karena takut dengan Arden, kali ini tatap Arden sangat menakutkan beda saat di kampus waktu itu
"gadis nakal sepertimu inilah yang pantas disebut jambret". ucap Arden saat melihat penampilan Anissa yang mengunakan celana jeans dan di bagian dengkul sobek sobek kemudian Anissa hanya menggunakan kaos oblong dan kalung yang bandul berbentuk tengkorak lalu Anissa mengunakan topi.
"dasar Preman". ejek Arden dan pergi meninggalkan Anissa.
Anissa bisa bernafas lega saat melihat Arden sudah jauh meninggalkan.
"huffh kenapa harus bertemu dengannya, sungguh menakutkan tatapan, aku yakin pasti di jomblo, cewek mana yang mau punya pacar dingin dan menakutkan seperti". umpat. Anissa kemudian menendang sampah botol
__ADS_1
"bisa bisanya mengatakan diriku preman , dasar beruang kutub". lagi lagi Anissa mengumpat
"jangan sampai punya suami seperti dia,amit amit". monolog Anissa
"neng baksonya". teriak penjual bakso
Anissa menepuk jidat karena lupa jika tadi dia memesan bakso, Anissa menghampiri penjual bakso dan membayar bakso itu. setelah membayar bakso tersebut Anissa berjalan menuju ke segerombolan anak anak yang menjual barang barang yang terbuat dari barang bekas seperti bunga, vas, main dan lainnya. Anissa membagikan bakso itu.
"terima kasih kak". ucap mereka saat menerima bakso itu
"pesanan kakak sudah jadi". tanya Anissa
"sudah kak, itu". jawab salah satu anak itu dan menunjuk sebuah bunga berukuran sedang yang berjumlah lima.
"wah bagus sekali". puji Anissa
lalu anak anak itu membantu Anissa membawa bunga itu ke mobil Anissa, setelah semua bunga masuk ke dalam mobil , Anissa membayar bunga bunga itu. Anissa melambaikan tangan kearah anak anak itu sebelum masuk ke mobil dan anak anak itu membalas lambaian tangan Anissa. Anissa mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang
"mama pasti sudah dengan bunga bunga itu". monolog Anissa.
Anissa tau selama ini mamanya selalu memanfaatkan barang barang bekas dan di buat hiasan , hampir hiasan yang berada di rumah mereka adalah buatan Lisa, Delon tidak masalah rumah dihiasi mengguankan barang barang bekas yang di buat sebuah kerajinan dan menurut Delon kerajinan yang dibuat Lisa sangat bagus.
saat Anissa sedang mengendarai mobilnya dia melihat Arden yang sedang berkelahi dengan beberapa preman. tapi Anissa tidak berniat untuk membantu karena Anissa malas harus bertemu dengannya. Anissa melihat dari spionnya bahwa Arden dapat mengalahkan preman preman itu lalu dia melihat Arden yang menghampiri seorang anak.
"ternyata dia bisa tersenyum". monolog Anissa saat melihat Arden tersenyum kepada anak itu
"ganteng juga, aishh apa yang aku pikirkan dia jelek". sanggah Anissa kemudian fokus menyetir mobilnya
sedangkan Arden membawa anak itu ke rumah singgah, saat sampai di sana Arden di sambut hangat oleh anak anak yang ada disana
"Hay anak anak". sapa Arden
"Hay kak". jawab mereka
"kenalkan ini namanya Kibo dan mulai hari ini dia akan tinggal disini". ucap Arden
"Hay Kibo". sapa mereka
"ha Hay semuanya". jawab Kibo
Arden terseyum saat melihat anak anak itu menerima Kibo dengan senang.
💙💙💙
Hay Hay aku punya rekomendasi lagi nih, aku tidak akan bosan meracuni kalian dengan cerita cerita yang bagus, cusslah langsung kepoin judul " Kekasih Gelapku" karya " Navizaa"
__ADS_1