Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Wanita Licik


__ADS_3

Bunga melebarkan matanya saat melihat seseorang yang ada di depannya dan akan menjadi atasannya


"Bunga". panggil Bu Widya saat melihat bunga tidak melanjutkan bicaranya


"eh namanya saya bunga tuan". lanjut Bunga


bunga merasa gugup saat atasannya itu menatapnya dengan intens bahkan seperti mengintimidasinya


"Bu tinggalkan saya bersama dia". ucapannya


"baik tuan". ucap Bu Widya


"ini hari pertama mu kerja jadi jangan membuat kesalahan". bisik Bu Widya dan Bunga menganggukan kepalanya


setelah kepergian Bu Widya , Bunga bernafas lega saat atasannya itu tidak menatapnya lagi


"duduk". perintahnya


Bunga langsung duduk di depan atasannya itu


"kenapa tidak masuk ke Kelas saya". tanya Yusuf pada mahasiswinya itu yang sudah dua hari izin dari kelas


"karena saya sedang ada pekerjaan pak". jawab Bunga


"dan kamu tau apa konsekuensinya tidak ikut ulangan di mata pelajaran saya". tanya Yusuf


"pak ini di kantor bukan di kampus jadi saya mau masuk kuliah atau tidak mau ikut pelajaran ataupun ulangan itu bukan urusan Bapak". jawab Bunga yang kesal karena merasa di interogasi


"maaf pak bukan maskud saya untuk membentak Bapak tapi ini di kantor sedangkan di kantor saya seketaris bapak bukan mahasiswi bapak, sekali lagi maaf pak". ucap Bunga yang sadar dengan kesalahannya


"Bunga sabar dia atasanmu jangan melakukan kesalahan jangan sampai dia memecat mu karena kamu butuh pekerjaan". monolog Bunga dalam hati


"ada apa dengan anak ini bukannya dia anak orang kaya tapi mengapa dia melamar bekerja di sini bahkan jadi seketaris jika memang dia mau bekerja bukan dia seharusnya menghandle perusahaan orang tuanya, bahkan selama ini anak ini di kampus terkenal anak yang suka foya foya dan berpenampilan yang glamor tapi beberapa hari ini penampilan terbilang biasa saja bahkan dia bukan tidak hanya tidak masuk kelas tapi mengundurkan diri dari organisasi MAPALA yang ada di kampus". monolog Yusuf dalam hati apalagi dia mengingat saat pertama kali bertemu dengan Bunga yaitu anak yang terkesan angkuh dan sombong


"oke baiklah ini kamu periksa beberapa berkas ini dan sebelum itu kamu buatkan teh untuk saya dan saya rasa Bu Widya sudah memberitahu mu, untuk pemeriksaan berkas saya rasa saya juga tidak perlu untuk mengajarimu karena kamu terbilang mahasiswi yang pintar walaupun terkesan arogan dan sombong". ucap Yusuf


"ini dosen Menyebalkan juga aku pikir hanya galak saja saat mengajar selain itu mulutnya juga pedas saat mengatai orang". monolog Bunga dalam hati


"jangan mengumpat saya". ucap Yusuf tanpa melihat Bunga sehingga membuat bunga terkejut dengan ucapan atasannya itu

__ADS_1


"kalau begitu saya permisi tuan untuk membuat minum untuk tuan". ucap Bunga dan menyebut dengan tuan karena sedang berada di kantor, setelah mendapatkan anggukan Bunga baru keluar dari ruangan Yusuf


sesampainya di pantry Bunga langsung mengambil gelas dan meracik teh yang sering di minum atasannya, Bunga menghidupkan kompor untuk memanaskan air karena Yusuf tidak menyukai air panas yang dari dispenser.


"teh susu tanpa gula mengunakan air yang baru mendidih dan di aduk di kali selesai". ucap Bunga lalu meletakkan sendoknya


"sebenarnya apa bedanya di aduk tiga kali dan berulang ulang pasti rasanya sama saja". sambung Bunga


Bunga membawa teh susu itu ke ruangan Yusuf.


"ini tuan teh susunya". ucap Bunga sambil meletakkan minuman itu di meja Yusuf


"saya permisi untuk kembali ke ruangan saya tuan". ucap Yusuf


setelah duduk di kursi yang ada di ruangannya bunga menarik nafasnya lalu membuka berkas yang di berikan Yusuf untuk memeriksakan


"semangat bunga". ucap Bunga dan membaca berkas itu, Bunga merasa tidak ada kesulitan saat melakukan pekerjaannya.


ting


*pembantu sialan*


setelah membaca pesan itu bunga langsung menghubungi nomor ayahnya tetapi tidak bisa di hubungi


ting


*pembantu sialan*


pasti sedang menghubungi ayahmu tapi tidak bisakan, uhhhh kasihan sekali. mau tau kenapa kamu tidak bisa menghubungi ayahmu yaitu karena ayahmu sudah memblokir nomor mu hahaha makanya jangan main main dengan ku , aku bisa menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalanku dan yang pasti aku ingin menjadi satu satunya dan sekarang aku sudah berhasil melakukan itu. bagiku tidak masalah menikah dengan orang yang lebih pantas menjadi ayahku karena justru itu orang yang berada di usia ini muda tergoda dan di hasut apalagi jika kita bisa memuaskan nafsunya pasti dia akan menurut dengan kita.


Bunga memerat ponselnya setelah membaca pesan itu dan apa yang di lakukan Bunga di perhatikan oleh Yusuf dari cctv karena awalnya Yusuf ingin melihat apakah Bunga bisa melakukan tugasnya tapi yang Yusuf lihat adalah bunga yang meremas ponselnya dan terlihat kesal.


"membaca pesan dari siapa dia sehingga membuatnya marah seperti itu". ucap Yusuf lalu meminum teh susu yang di buatkan oleh bunga


sedangkan Bunga yang ada di ruangannya merasa kesal saat pesan yang di kirimkan oleh mama tirinya tiba tiba menghilang, entah mengapa setiap pesan yang di kirim oleh Santi akan menghilang setelah dia membaca atau membalasnya dan itulah yang membuat ayahnya tidak percaya padanya.


"sabar bunga tunggu sampai dia melahirkan baru di beri pelajaran jangan sekarang jika sekarang kamu bisa terkena masalah apalagi dia sedang hamil". monolog Bunga lalu meletakkan kembali ponselnya


Bunga menarik nafasnya untuk menghilangkan emosinya dan setelah merasa rileks bunga melanjutkan pekerjaannya kembali.

__ADS_1


sedangkan di rumah Raka, Santi sedang tertawa puas setelah mengirimkan pesan itu.


"pasti sekarang dia sedang kesal Karena membaca pesanku lalu tiba tiba menghilang, Santi tidak sia sia kamu mahir dalam IT dulu waktu sekolah". ucap Santi sambil mengelus perut buncitnya


"tidak sia sia aku harus mengorbankan diriku dan hamil anaknya, dengan keberadaan anak ini mas Raka akan selalu menuruti kemauan ku bahkan aku bisa mengendalikan mas Raka di tambah aku selalu membuatnya puas". ucap Santi


"nak tenang saja kamu akan menjadi satu satunya pewaris ayahmu, mama akan menyingkirkan kakakmu itu". sambung Santi dan terseyum saat bayinya menendang


Santi berjalan menuruni tangga dan terseyum saat melihat orang tuanya yang ikut tinggal di rumah Raka, ya rumah yang baru di beli oleh Raka akan di tinggali oleh orang tua Santi minggu depan.


"ibu bapak". panggil Santi


"Santi anakku". ucap ibunya lalu memeluk Santi dengan erat


"bapak bangga padamu nak, jaga baik baik bayimu karena anak ini yang akan membuat Raka selalu berpihak padamu dan selalu rawat dirimu jangan sampai Raka berpaling". ucap bapaknya


"benar nak apa yang di katakan bapakmu, nak apa kamu sudah berhasil menyingkirkan putrinya itu". tanya ibunya


"sudah Bu tapi Santi belum berhasil mengalihkan semua hartanya atas nama Santi termasuk rumah yang akan ibu dan bapak tempati nanti dan ladang yang ada di desa itu masih atas nama mas Raka semua, apalagi perusahaan, rumah dan mobil masih atas nama putrinya". ucap Santi


ya walaupun Raka membelikan properti atau apapun untuk Santi semua itu masih atas nama Raka dan akan di alihkan untuk anaknya Santi nanti dan itupun akan di alihkan setelah anaknya berusaha dua puluh tahun karena dulu Raka juga seperti itu pada almarhum istri pertamanya yaitu mamanya Bunga


"pak Bu jangan bahas ini di sini mas Raka ada di belakang nanti jika dengar bahaya". ucap Santi sambil melihat ke arah dapur dan di anggukan oleh orang tua Santi


Raka yang ada di gudang menatap foto foto almarhum istrinya dan juga putrinya walaupun Raka meletakan foto foto itu di gudang Raka menatapnya dengan rapih.


"Bunga andai kamu tidak melawan ayah maka tidak akan seperti ini sayang, apa susahnya kamu menerima Santi sebagai mamamu mungkin umurnya lebih muda darimu tapi dia berpikir dewasa". ucap Raka mengusap foto putrinya.


Raka mengambil foto itu dan keluar dari gudang lalu menguncinya. Raka masuk ke dalam rumah, saat sampai di ruang keluarga Raka melihat Santi dan orang tuanya yang sedang mengobrol


"Santi ponsel mas ada di kamar ya". tanya Raka


"iya mas". jawab Santi


"apa bunga ada menelpon mas". tanya Raka


"tidak ada mas sepertinya Bunga tidak ingin kembali bersama kita". jawab Santi


Raka langsung naik ke kamar dan mengambil ponselnya lalu mengecek ternyata tidak ada panggilan atau pesan dari putrinya.

__ADS_1


__ADS_2