Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Sebuah Fakta


__ADS_3

Gio masih setia menemani istrinya yang masih menutup matanya di brangkar rumah sakit, tangan Gio mengusap pelan bagian perut Nadia yang terkena tusukan.


"Hay anak ayah untung kamu jadi anak yang kuat dan masih bertahan di perut bunda sayang, ayah harap kamu bisa menjadi kekuatan untuk bunda agar bunda bisa bertahan dan cepat sadar". ucap Gio lalu mengecup perut Nadia lalu menurunkan kembali baju Nadia kemudian mencium punggung tangan Nadia


"mas senang saat dokter mengatakan bahwa kami hamil saya tapi mas juga sedih dengan keadaan mu saat ini, mas tidak akan membiarkan orang yang melukai mu hidup dengan tenang". ucap Gio


"mas juga merasa bersyukur pernikahan mas dan Ana gagal jika sampai pernikahan itu terjadi mungkin mas akan merasa bersalah pada mu sayang". sambung Gio


Gio mengabaikan ponselnya yang sejak tadi berdering karena Gio masih ingin berlama lama dengan istrinya, tetapi sudah dua puluh kali ponselnya berdering dan mau tidak mau akhirnya Gio mengambil ponselnya dari sakunya dan keluar ruangan.


"hallo ma". jawab Gio saat tau mamanya yang meneleponnya


"Gio kamu masih di rumah sakit nak". tanya Merlin di seberang sana


"iya ma". jawab Gio


"apa tidak sebaiknya kamu pulang saja dulu , istirahat di rumah". ucap Merlin


"tidak ma, aku mau menjaga Nadia di sini". jawab Gio


"di rumah sakit ada dokter dan suster yang akan menjaga Nadia , mama tau kamu pasti lelah karena dua hari ini kamu lembur". ucap Merlin lagi


"tidak ma, aku baik baik saja dan aku tidak bisa membiarkan Nadia sendirian di rumah sakit".


"baiklah, kabari mama jika ada berkembang soal Nadia". ucap Merlin


"iya ma, mama sebaiknya istirahat di rumah dan jangan lupa mama juga harus mengobati luka mama". ucap Gio lalu mematikan sambungan teleponnya

__ADS_1


setelah mematikan sambungan teleponnya Gio duduk di kursi dan menghubungi seseorang, Gio memerintahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga di rumah sakit karena Gio yakin orang yang berusaha membunuh Nadia akan berusaha membunuh Nadia lagi jika orang itu tau. setelah itu Gio masuk ke ruang dokter.


"silahkan duduk". perintah dokter Rama


"ada dok, apa ada yang serius dengan istri saya". tanya Gio


"sebenarnya ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan tentang istri anda, tadi saat saya melakukan penanganan terhadap istri anda saya menemukan bagian kakinya dan kepalanya seperti di hantam oleh benda keras dan tadi saya juga hampir kecolongan jika tidak melakukan pemeriksaan dengan detail ternyata selain kekerasan yang di alami istri anda saya juga menemukan adanya racun dalam tubuhnya dan racun ini memang sulit untuk di deteksi jika sudah bercampur ke tubuh seseorang jika tidak di lakukan pemeriksaan yang detail". ucap dokter Rama dan Gio sangat terkejut saat mengetahui adanya racun dalam tubuh istrinya


"racun". tanya Gio.


"iya dan seperti racun ini baru masuk tetapi saya sangat salut dengan istri anda yang masih bisa bertahan dengan racun ini karena yang saya tau siapapun yang terkena racun ini akan kehilangan nyawa dalam lima menit setelah racun ini masuk ke dalam tubuhnya". sambung dokter lama


"tapi kenapa dokter bisa tau ada racun jika kata dokter tadi racun ini sangat sulit untuk di deteksi jika sudah masuk ke ke dalam tubuh". tanya Gio


"dulu saat di luar negeri beberapa kali saya melakukan pemeriksaan ke beberapa orang yang meninggal secara mendadak, untuk mengetahui penyebab meninggalnya sangat sulit hingga akhirnya saya dan tim saya menemukan adanya racun dan racun itu sama seperti yang ada di tubuh istrinya anda".jawab dokter Rama


"tidak dok". jawab Gio


"tapi saya menemukan adanya indikasi obat itu masuk kedalam tubuh istrinya anda dan sungguh luar biasa istri anda masih bisa hamil setelah mengkonsumsi obat itu dengan kondisi janin yang baik dan kuat". ucap dokter Rama.


"istri saya tidak mungkin mengkonsumsi obat itu dok hampir empat tahun kami menantikan adanya seorang anak di dalam pernikahan kami yang sudah berjalan lima tahun ini bahkan kami setiap tiga bulan sekali Konsultasi ke dokter kandungan bahkan dokter itu mengatakan bahwa istri saya baik baik saja dan dokter itu juga memberikan obat penyubur kandungan". jawab Gio


"apa obat itu masih ada." tanya dokter Rama


"masih dok dan setiap hari istri saya meminum obat itu karena istri saya ingin cepat hamil". jawab Gio


"bisa anda bawa kemari obat itu". tanya dokter Rama dan Gio menganggukan kepalanya.

__ADS_1


setelah menemui dokter Gio berjalan dengan pikiran kacau dengan fakta-fakta yang di berikan oleh dokter Rama, Gio masih tidak percaya jika ada racun di dalam tubuh istrinya serta adanya obat pengering kandungan untuk membuat Nadia tidak bisa hamil. tapi darimana obat itu dan Gio masih yakin jika obat yang di berikan dokter kandungan itu bukan obat pengering kandungan. Gio menghampiri brangkar dan mencium kening istrinya.


"mas pulang sebentar untuk mengambil obat yang sering kamu konsumsi saya". bisik Gio lalu keluar dari ruangan.


"kalian berdua jaga di sini saya mau keluar sebentar dan ingat tidak ada yang boleh masuk kecuali dokter dan suster". perintah Gio


"baik tuan". jawab mereka berdua.


Gio melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena dia tidak ingin meninggalkan istrinya dengan lama lama, setelah sampai di rumah Gio masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke kamarnya lalu Menganti baju setelah mengganti baju, Gio membuka laci dan langsung mengambil obat itu dan memasukan ke dalam sakunya.


"Gio tadi katanya tidak pulang". tanya Merlin saat melihat Gio ada di kamarnya


"Gio mau ganti baju ma, soalnya baju yang Gio gunakan terkena darah Nadia". jawab Gio dan Merlin melihat Gio yang sudah mengenakan pakaian yang berbeda


"ya sudah ma aku ke rumah sakit dulu". pamit Gio dan di anggukan oleh Merlin


setelah kepergian mobil Gio, Merlin mendudukkan dirinya di sofa


"aku harus memikirkan cara agar Gio meninggalkan rumah sakit selama Gio masih ada di sisi Nadia maka aku tidak bisa melenyapkannya". monolog Merlin sambil menatap foto pernikahan Gio dan Nadia


pyaar


Merlin membanting foto itu sehingga membuat foto pernikahan Gio dan Nadia berserakan di lantai.


"kalian sangat bahagia di foto itu tapi aku hampir menghancurkan kebahagiaan kalian saat kamu tidak kunjung hamil juga dan aku pikir Gio akan menceraikan mu karena tidak hamil tapi anak bodoh itu tetap mempertahankan mu". monolog Merlin dan menginjak injak foto itu sampai tidak berbentuk


💙💙💙💙

__ADS_1


untuk kisah Arden dan Anissa setelah yang ini selesai ya tenang saja masih di judul yang sama


__ADS_2