Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Undangan Pesta Pernikahan


__ADS_3

Laura mengeliat badannya dan meraba ke samping yang terasa kosong, Laura membuka matanya dan tidak menemukan Alex di samping kemudian Laura menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang


"di mana tuan mafiaku pagi pagi sudah tidak ada". monolog Laura sambil merapikan tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket akibat ulah suaminya itu, setelah selesai mandi Laura bergegas turun untuk menyiapkan sarapan saat melewati kamar Arden yang pintunya terbuka sedikit Laura menghentikan langkahnya dan membuka pintu sekitar Laura terseyum saat melihat suaminya dan Arden tertidur di kasur lantai dengan PS yang masih menyala, Laura mematikan PS tersebut dan melihat bahwa mereka barusan tertidur.


"damai melihat ayah dan anak seperti ini". ucap Laura dan segera keluar dari kamar anaknya itu.


"selama pagi ma". sapa Tasya


"pagi sayang". jawab Laura


Laura dan Tasya berjalan menuju dapur, mertua dan menantu itu sedang menyiapkan sarapan, sejak dulu soal makanan Laura lebih suka memasak sendiri walaupun ada pembantu karena bagi Laura untuk urusan dapur hanya dia yang boleh memegang sedangkan pembantu hanya bekerja untuk membersihkan rumah.


"bagaimana persiapan pesta pernikahan kalian". tanya Laura pada sang menantu


"hampir sudah selesai ma". jawab Tasya sambil mengaduk sayur


"dan nanti akan membagikan undangan ke teman teman kampus”. sambung Tasya


"semoga saja acaranya lancar dan tidak ada kendala". ucap Laura dan di anggukan oleh Tasya


setelah tiga puluh menit semua makanan sudah tersaji di meja makan, Laura naik ke atas untuk membangunkan suaminya dan anaknya.


"mas bangun". ucap Laura


"mas"ucapnya lagi


"eugh". Alex mengeliat dan membuka matanya dan pemandangan pertama yang di lihat adalah Laura, Alex menarik tangan Laura sehingga terjatuh di dadanya suaminya, Alex tersenyum smrik dan menahan tengkuk Laura sendangkan Laura berusaha melepaskan diri dari Alex


cup


Alex mengkerutkan keningnya saat merasakan ada yang beda dari ciuman kali ini lalu membuka matanya dan langsung terkejut saat yang dia cium ada sebuah tangan Alex langsung menoleh ke arah samping dan langsung menghempaskan tangan tersebut.


"Arden apa yang kamu lakukan di kamar ayah". tanya Alex sambil duduk

__ADS_1


"ini kamar ku tau, tidak tau malu sekali mau ciuman di depan anaknya". jawab Arden sedangkan Laura menahan malu atas perbuatan suaminya yang tidak tau tempat, Alex langsung melihat ke sekitar dan benar saja dia bukan di kamarnya melainkan di kamar Arden


"sudah sudah sebaiknya kalian memberikan diri dan turun ke bawah untuk sarapan". perintah Laura dan meninggalkan mereka berdua, Alex langsung menyusul Laura ke luar tapi sebelum itu Alex menoleh kebelakang


"jangan mencium sebarang gadis jika itu bukan istrimu Arden". peringatan Alex dan langsung menutup pintunya sedangkan Arden lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya karena dia kulihat siang.


semua keluarga sudah berkumpul di ruang makan termasuk Marko kecuali Arden


"dimana Arden". tanya Alex


"mungkin masih tidur yah hari ini kak Arden kuliah siang". jam Ana dan Alex hanya menanggukan kepalanya


setalah selesai makan mereka melakukan aktivasi mereka masing masing.


"Marko berhenti di supermarket depan sebentar ya". perintah Ana dan Marko menganggukan kepalanya


setelah sampai di depan supermarket Ana langsung turun sendangkan Marko menunggu di dalam mobil. di dalam supermarket Ana mencari barang yang dia inginkan yaitu beberapa camilan setelah mendapatkan Ana berjalan menuju kasir


bruk


"maaf mba". ucap seorang perempuan dan membantu Ana memasukan camilan kedalam keranjang Ana


"tidak apa apa mba". jawab Ana sambil tersenyum


"sekali lagi maaf ya, saya Nadia". ucap Nadia sambil mengulurkan tangannya


"saya Ana". jawab Ana sambil menerima uluran tangan Nadia


"saya duluan mba". ucap Ana dan mendapatkan anggukan dari Nadia kemudian Ana meninggalkan Nadia sendangkan Nadia menatap punggung Ana


"sayang ternyata kamu di sini". ucap seorang Pria sambil mengecup puncak kepalanya istrinya


"aku bertemu Ana mas". beritahu Nadia dan pria itu langsung membawa Ana untuk memilih keperluan yang akan mereka beli.

__ADS_1


setelah membayar saat akan berbalik dari kasir Ana hampir menabrak orang yang ada di belakangnya.


"eh maaf". ucap Ana sambil melihat orang itu karena Ana sudah menginjak kaki orang tersebut


"maaf pak Farhan, Ana tidak sengaja". sambung Ana


"tidak apa apa minggirlah saya mau bayar". ucap Farhan


Ana segera minggir dan langsung meninggalkan supermarket itu, sedangkan Farhan melihat Ana dari kejauhan sampai mobil Ana menghilang.


di parkiran supermarket


"jika kau melukainya sedikit saja aku tidak akan segan-segan memberimu pelajaran". ancam seseorang


"sebelum kamu memberi ku pelajaran akan aku pastikan kamu sudah tidak bisa melihat dunia dan jangan ikut campur urusanku". ucap pria itu dan mengandeng istrinya lalu berjalan menuju mobil mereka meninggalkan seseorang tersebut.


sesampainya di kampus Ana tidak langsung pergi ke kelas tetapi memilih duduk di taman dan membuka ponselnya dan tadi pagi dia mendapat pesan lagi dan menyuruhnya untuk berhati hati, sekali lagi Ana berusaha menghubungi nomor tersebut tetapi tidak di angkat.


"ishh kenapa tidak di angkat siapa sebenarnya ini orang Kenapa menyuruhku untuk berhati-hati". monolog Ana sambil meletakkan ponselnya kemudian memakan camilan yang dia beli


"hey kenapa mukanya cemburut seperti itu". ucap Tasya


"tidak ada, bagaimana sudah memberikan undangan ke teman teman kita". tanya Ana dan Tasya hanya menganggukkan kepalanya


Tasya menceritakan reaksi teman temannya saat dia membagikan undangan tersebut, ada yang mengatakan bahwa dia beruntung bisa menikah dengan kak Andra ada juga yang mengatakan bahwa dia bisa menikah dengan Andra karena dekat dengan Ana, ada juga yang mengatakan Tasya tidak cocok dengan Andra


"mereka semua hanya cemburu karena idola mereka sudah menikah". jawab Ana sambil memakan camilan dan menawarkan ke Tasya


"ya bisa jadi sih, selama ini banyak yang mengidolakan kak Andra". ucap Tasya sambil memakan camilan


sedangkan Andra di kelas dengan antusias membagikan undangan pernikahannya, Abel yang menerima undangan itu meremasnya, di dalam kelas beberapa mahasiswi saling berbisik saat membaca nama mempelai perempuan ternyata bukan Abel padahal selama ini Abel selalu berkata bahwa dia akan menikah dengan Andra


"Andra kenapa nama mempelai bukan Abel bukannya kalian pacaran bahkan hampir satu kampus tau jika kamu dan Abel pacaran". tanya teman Andra

__ADS_1


"aku dan Abel tidak pernah pacaran". jawab Andra dengan santai sendangkan Abel yang mendengar itu semakin emosi apalagi mahasiswi yang di belakangnya mengatakan bahwa selama ini Abel hanya berhalusinasi berpacaran dengan Andra dan mereka mengatakan jika Abel yang mengejar ngejar Andra tetapi Andra menikah dengan perempuan lain bahkan mahasiswi itu memuji Tasya yang bisa menikah dengan Andra


__ADS_2