
"Lex apa Gunawan sudah tau rencana kita, menggunakan pernikahan sebagian balas dendam". tanya Bagaskara
"seperti iya yah, waktu Laura masuk rumah sakit Gunawan tidak bereaksi apapun, pantas saja yah dia tidak memberikan putri kandungnya". jawab Alex
"berarti Gunawan sudah mengetahui identitasmu Lex" Bagaskara berkata dengan cemas
"jika dia sudah tau, berarti selama ini dia hanya berpura pura saja,jadi kita harus hati hati". sambung Bagaskara
"kita ikuti permainan yah, kita juga harus berpura-pura belum mengetahui identitas Laura, kita gunakan rencana lain". jawab Alex
"hanya kita saja mengetahui siapa Laura, dan satu masalah lagi siapa orang yang bekerja sama dengan Gunawan di D'devil, selama orang itu belum di ketahui, seribu cara kita gunakan untuk menghancurkan Gunawan akan sia sia saja". Alex menjelaskan
"sekarang cari Laura sampai dapat Lex bawa kembali ke rumah ini". perintah Bagaskara
"Alex akan mengerahkan semua orang untuk mencari Laura, bagaimanapun caranya Alex akan membawa Laura kembali ke rumah ini". jawab Alex dengan lantang
Bagaskara meninggal Alex di ruang kerjanya, Alex membuka sebuah laci yang berisi foto pernikahannya dan cincin pernikahan yang pernah dia lepas, kini Alex memasang ke jarinya
"maafkan aku Laura". Alex mengusap foto pernikahan mereka
"maaf sudah membuatmu menderita selama ini". sambung Alex.
"hallo Alex ada lagi mengubungi ku" jawab Jeki saat mengangkat panggilan dari Alex
"aku ini kamu mencari keberadaan istriku". perintah Alex
"istri, kapan kamu menikah, wah gak solit Lex menikah gak kabar kabar". Jeki terkejut bahwa Alex sudah menikah
"lain kali aku ceritakan, sekarang aku kirim fotonya dari cari tau di di mana". Alex mematikan sambungan telepon dan mengirim foto Laura.
💙💙💙💙
sedangkan di tempat lain seorang pria mengubungi seorang wanita
"hallo mas". tanya wanita itu di seberang sana
"bagaimana keadaannya". tanya pria itu
"saat terbangun dia histeris mas, aku kasihan melihatnya". penjelasan wanita tersebut
"aku terpaksa menyuntikkan obat penenang dan sekarang dia sedang tertidur". sambung wanita itu
"rawat dia dengan baik, selama ini hidupnya cukup menderita". minta sang pria
"baik mas".
"ya sudah mas tutup telepon jaga kesehatan"
setelah mematikan teleponnya pria itu bersandar di kursi mobil.
__ADS_1
"Alex kamu harus diberi pelajaran terlebih dahulu agar tidak bertindak gegabah, dan biarkan dia mencari tau sendiri Dimana keberadaan istrinya" monolog pria itu dan melajukan mobilnya dan mendatangi tempat seseorang setelah sampai dia turun dan mengetuk pintu rumah tersebut.
tok
tok
tok
pemilik rumah terkejut siapa orang yang datang kerumahnya
"kau". Jeki berucap dengan keterkejutan
"ayo masuk". Jeki mempersilahkan tamu itu masuk dan mereka berdua berbincang di ruang tamu
"jek mungkin Alex sudah menghubungimu". tanya pria itu
"iya dan dia menyuruhku untuk mencari istrinya". jawab Jeki
"setelah kamu tau dimana keberadaan istrinya Alex, jangan beritahu Alex".
"kenapa tidak boleh". tanya Jeki
lalu pria itu menjelaskan semuanya kepada Jeki walaupun pria itu belum tau jika Laura bukan anak Gunawan. tapi pria itu berpendapat jika dendam dengan orang tua seharusnya bukan anaknya yang harus menanggungnya.
"apa Alex melakukan hal keji itu". tanah Jeki terkejut
"benar benar bajingan itu Alex". sambung Jeki
"kau benar juga, tenang saja aku tidak akan memberitahu Alex". jawab Jeki dan pria itu tersenyum mendengar Jawaban Jeki.
Mereke merencanakan akan memberi pelajaran untuk Alex dan mereka akan mempertemukan Alex dengan istrinya jika Laura ingin bertemu Dengan Alex ,jika tidak mereka tidak akan membantu Alex
💙💙💙💙
hari ini Alex dan Bagaskara akan berkunjung ke makam kedua orang tua Alex dan makam laksmana dan Ambarwati.
"ayah sudah tau dimana makan orang tua Laura". tanya Alex
"sudah, kemarin anak buah ayah sudah memberitahu dimana makan Laksmana dan Ambarwati". jawab Bagaskara
"Riko apa sudah ada informasi lagi mengenai keberadaan Laura". tanya Alex saat melihat Riko
"belum tuan". jawab Riko dengan sopan
"Rik biasanya Laura pergi kemana saja"
"hanya ke kampus tuan setalah itu nyonya langsung kembali ke rumah". jawab Riko yang sebenarnya.
Bagaskara dan Alex pergi berdua saja ke makam kedua orang tua Alex, setelah sampai di makam
__ADS_1
"kakak hari ini aku datang membawa putramu, lihatlah dia tumbuh sepertimu".Bagaskara berbicara dengan makam kakaknya
"ayah, ibu maaf Alex baru bisa datang, Alex akan membuat mereka yang telah membunuh ayah dan ibu menderita perlahan dan juga akan mengambil nyawa meraka". Alex berbicara
"aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayah dan ibu, tapi aku yakin ayah dan ibu adalah orang yang hebat" curhat Alex
setelah dari makam ayah dan ibunya, Alex pergi ke makam kedua orang tua Laura.
"paman Laksmana dan bibi Amba aku tidak pantas mendapatkan maaf dari kalian, setelah apa yang kalian lakukan untuk menyelamatkan aku dan tak tahu dirinya anak yang kalian selamatkan telah membuat putri kalian menderita". penyesalan Alex
"maafkan aku paman bibi". sambung Alex
"aku janji setelah ini akan membuat putri kalian bahagia dan tidak akan membiarkan penderitaan mendekatinya lagi". janji Alex didepan makam Laksamana dan Ambarwati
"mungkin seribu maaf yang aku ucapkan tidak sebanding dengan pengorbanan paman dan bibi". Alex menaburkan bunga di makam itu
setelah itu mereka meninggalkan makam itu, Bagaskara dan Alex menuju ke perusahaan untuk melakukan pertemuan bersama Gunawan karena tertunda saat Alex mengalami penyerangan.
saat sampai di kantor Alex langsung menemui Gunawan, sedang Bagaskara tidak menemuinya karena Gunawan pasti mengenalinya
"siang ayah mertua". sapa Alex
"siang tuan Alex". jawab Gunawan
"bagaimana dengan dana yang aku berikan, aku lihat sudah ada kemajuan di perusahaan". tanya Alex
"terima kasih atas bantuannya tuan"
"jika ada masalah datang saja, kami siap membantu". Alex berbasa basi
"tuan bagaimana dengan putriku Laura".
"Laura baik baik saja, dia istri yang penurut".
"saya harap laura tidak merepotkan tuan.
"sama sekali tidak, saya sangat beruntung bisa menikah dengan Laura".
"tuan Alex besok adalah pernikahan putri saya yang lain yaitu Merlin, saya harap tuan bisa datang".
"saya pasti akan datang"
setelah lama berbincang akhirnya Gunawan meninggalkan perusahaan Alex, saat Gunawan sudah pergi Alex tersenyum sinis.
"Gunawan Gunawan kamu salah besar mengundangku dalam pernikahan putrimu, aku akan membuatmu malu besok" monolog Alex
lalu mengirim pesan kepada seseorang
*088.....*
__ADS_1
persiapan dengan matang untuk besok, jangan sampai gagal
setelah mengirim pesan tersebut , Alex membuka memandang cincin pernikahannya dengan Laura yang baru dia pakai kemarin.