
"maaf saya terlambat pak Erwin" ucap Yusuf yang baru sampai di cafe
"tidak apa apa pak Yusuf, silahkan duduk" ucap pak Erwin
Yusuf dan Bunga langsung duduk dan mereka langsung membahas kerja sama mereka. Yusuf merasa senang dengan kerja samanya kali apalagi Yusuf dapat melihat kemampuan Erwin sehingga Yusuf yakin bahwa kerjasama kali ini akan berkembang sangat pesat. selama berjalan meeting Bunga mencacat poin poin dari meeting itu sambil menahan gejolak dalam perutnya yang ingin keluar. bunga mengusap dadanya dan menelan salivanya saat melihat anak kecil yang sedang membawa es krim.
"makam es krim sepertinya enak juga". monolog Bunga dalam hati
Yusuf juga mengikuti pandangan Bunga yang terus melihat kearah anak kecil yang sedang memakan es krim. Yusuf memanggil pelayan dan Memesan es krim, saat pelayan membawa es krim ke meja mereka Bunga menelan salivanya. Yusuf meletakkan es krim itu ke hadapan bunga. sedangkan Bunga langsung menatap Yusuf dan Yusuf memberikan isyarat agar Bunga segera memakannya.
Bunga langsung melahap es krim itu sampai tandas, Bunga mengusap bibirnya yang terkena es krim. Bunga yang sudah tidak tahan gejolak yang ada di dalam perutnya langsung berlari menuju toilet.
huek
huek
huek
di wastel Bunga memuntahkan sesuatu yang sudah dia tahan sejak tadi, setelah memuntahkan cairan bening Bunga menyenderkan punggung ke dinding, Bunga menarik nafasnya secara perlahan dan memijat dahinya yang terasa pusing. Bunga terkejut saat Yusuf masuk ke toilet wanita
"kenapa masuk ke toilet wanita". ucap Bunga
"ayo ikut". ajak Yusuf dan menarik tangan Bunga menuju mobil
"meetingnya". ucap Bunga
"Sudah selesai". jawab Yusuf dan melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat
sesampainya di tempat tujuan Yusuf langsung membawa Bunga masuk ke sebuah ruangan.
"selamat siang". ucap Yusuf
"selamat siang tuan nyonya". jawab seseorang
"silahkan nyonya naik ke atas". perintahnya
Bunga membaringkan tubuhnya di sebuah berangkar dan dokter itu menaikkan dress yang di gunakan Bunga sampai perutnya terlihat. dokter mengusapkan gel di perut Bunga yang sedikit menonjol itu. Bunga menetas air matanya saat melihat ke arah monitor. Yusuf yang melihat itu langsung menghapus air mata Bunga.
__ADS_1
"janinnya sangat sehat tuan dan tidak perlu di khawatirkan". jawab dokter itu
"tapi akhir akhir ini istri saya sering pusing dan juga mual dok". ucap Yusuf
"itu hal wajar tidak perlu di khawatirkan dan harus banyak istirahat". jawab dokter itu
"akan saya resepkan obat pusing dan mual". ucap dokter itu
setelah mendapatkan resep dari dokter Yusuf menebus obat itu. sedangkan Bunga yang sedang duduk menunggu Yusuf lagi lagi Bunga meneteskan air matanya saat mengingat bagaimana anak ini bisa hadir di dalam perutnya. Bunga langsung mengusap air matanya saat melihat Yusuf.
"sekarang sebaiknya pulang saja dan istirahat". ucap Yusuf dan Bunga hanya menganggukkan kepalanya
mobil yang Yusuf kendarai memasuki halaman rumahnya. Bunga dan Yusuf memasuki rumah itu
"sebaiknya mulai besok kamu di rumah saja". ucap Yusuf
"aku baik baik saja dan masih mampu untuk menjadi seketaris, dokter tadi juga bilang jika janinnya baik baik saja". ucap Bunga
"tapi dokter juga bilang kamu harus banyak istirahat". ucap Yusuf
"Kalian sudah pulang". ucap Amar yang turun dari tangga
"jadi periksa". tanya Amar
"jadi janin sehat tapi Bunga harus banyak istirahat". jawab Yusuf
"jadi apa yang kalian ributkan tadi". tanya Amar yanb tadi sempat mendengar sayup sayup perdebatan
"aku masih ingin bekerja tapi dia melarang ku". jawab Bunga
"Bunga ini juga demi kesehatan mu apalagi kamu sering pusing dan mual jadi lebih baik di rumah". ucap Yusuf
"sudah sudah". sela Amar
"Bunga benar apa yang dikatakan Yusuf sebaiknya mulai sekarang kamu di rumah saja". ucap Amar
"tapi om eh papa".
__ADS_1
"tidak ada tapi tapian". ucap Yusuf dan langsung menarik tangan Bunga untuk masuk ke dalam kamar dan beristirahat
"tinggalkan aku sendirian". ucap Bunga dan Yusuf langsung keluar kamar
saat Yusuf sudah keluar Bunga langsung menangis saat mengingat dua bulan yang lalu saat dia mengetahui bahwa dirinya sedang berbadan dua. saat itu betapa hancurnya dirinya hamil karena pemerkosaan.
"awas kamu Santi aku pasti akan membalas berkali kali lipat". ucap Bunga dan mengambil sebuah flashdisk
"tunggu saatnya nanti, bagaimana jika ini sampai tersebar aku yakin hidup mu akan hancur". ucap Bunga sambil tersenyum sinis tapi juga menangis
Yusuf turun menemui papanya yang sedang duduk di ruang tamu
"bagaimana tadi kerja samanya". tanya Amar
"lancar pa". jawab Yusuf
"papa ingin bicara sesuatu dengan mu". ucap Amar
"apa pa". tanya Amar
"lupakan Anissa Yusuf karena seminggu lagi Anissa akan menikah". ucap Amar
"Yusuf sudah tau pa". jawab Yusuf
"jadi lupakan Anissa ya dan sekarang kamu juga sudah punya istri, jadi tidak pantas memikirkan orang lain, ayah tau seperti apa Pernikahan mu dan bagaimana pun Bunga sekarang istrimu dan sebaiknya jaga perasaan". sambung Amar
Yusuf hanya mendengarkan apa yang papanya ucapakan.
sedangkan di tempat lain Arden mengantarkan Anissa pulang ke rumahnya.
"hari ini adalah hari terakhir kalian bertemu dan untuk mu Anissa hari ini hari terakhir keluar rumah karena seminggu lagi akan menikah jadi sebaiknya di rumah untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan". ucap Lisa
"iya ma Tan". jawab Anissa dan Arden secara bersamaan
"kalau begitu saya pulang dulu tante". ucap Arden
"iya hati hati di jalan". jawab Lisa
__ADS_1
setelah Arden pulang Lisa mengajak putrinya masuk ke dalam rumah dan menyuruh putrinya masuk ke dalam kamar untuk melakukan perawatan sebelum menikah, sesampainya di dalam kamar ternyata sudah ada orang yang akan melakukan perawatan untunknya mulai dari bleaching, luluran dan perawatan lainnya