
Santi sedang berada di dalam pelukan ayahnya tirinya, Meraka baru saja melakukan hubungan terlarang. tangan Budi masih menjelajahi tubuh Santi.
"yah kapan kita akan menjebaknya lagi, jika tidak segara melakukan aku takut akan segara hamil dan semua akan ketahuan". tanya Santi
"nanti malam kita lakukan rencana itu dan sekarang ayah ingin lanjut ke ronde selanjutnya". ucap Budi dan langsung mengungkung tubuh Santi lalu melancarkan aksinya.
di sebuah kamar yang berada di rumah Raka mereka melakukan hubungan itu karena rumah itu dalam keadaan sepi, Raka sendiri sedang ada perjalanan bisnis ke luar kota.
"aku suka cara ayah memperlakukan ku hmmm". ucap Santi dengan nafas beratnya
brak
dua orang itu terkejut saat mendengar suara pintu di dobrak. Santi dan Budi melebarkan matanya saat melihat siapa yang berada di depan pintu. mereka berdua menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Bu ampun by stop sakit". ucap Santi saat ibunya memukul dirinya
"Siti berhenti dia anakmu". ucap Budi dan menahan tangan istrinya
"mas kamu juga, kamu itu ayahnya tapi apa kalian berdua melakukan perbutaan bejat Ini". ucap Siti sambil memukul mereka berdua
"Santi ya Ampun nak kenapa kamu seperti ini dia ayahmu". ucap Siti sambil memegang dadanya menahan rasa sesaknya
"hanya ayah tiri, jadi tidak masalah kan melakukan ini, Lagian ibu juga tidak bisa memuaskan ayah". ucap Santi
"Santi apa yang kamu lakukan salah Itu dosa dan kamu juga mas, seharusnya kamu memberikan pengertian pada Santi bukan melakukan perbuatan seperti ini, dan sejak kapan kalian melakukan perbuatan ini". tanya Siti
"sebelum aku menikah dengan tua Bangka yang bodoh itu bahkan aku juga hamil anak ayah tapi sayang keguguran". jawab Santi dengan santai
"jadi kalian berdua menjebak Raka". tanya Siti
"iya, sebaiknya kamu diam Siti dan keluarlah dari ruangan ini agar kami bisa melanjutkan kegiatan kami, dan jika Santi hamil kita bisa menjebak Raka dan hidup enak, kamu juga maukan". ucap Budi
"keluar Bu aku bilang keluar yah keluar, ibu tidak tulikan". bentak Santi
Siti meneteskan air matanya saat Putri yang dia besarkan membentaknya dan juga melakukan hubungan terlarang dengan ayah tirinya. Santi bangun dari tidurnya dan menarik handuk lalu menyerat keluar ibunya dari kamar
"keluar dan jangan ganggu kami". ucap Santi
brak
saat pintu sudah tertutup Siti menjatuhkan tubuhnya ke lantai
tok
tok
tok
__ADS_1
tok
"Issh apalagi sih ibu nih". ucap Santi yang sudah berada di kungkungan ayahnya
"kita lanjut saja jangan dengarkan ibumu". ucap Budi dan melanjutkan kegiatannya
tok
tok
tok
gedoran yang yang mereka dengarkan tidak mereka hiraukan dan mereka tetap melanjutkan kegiatan sampai gedoran pintu itu berhenti.
"rrrr". ucap Budi saat menyelesaikan permainannya
"yah bagaimana jika ibu mengatakan pada pria tua itu". tanya Santi
"tenang saja, urusan ibumu biar ayah yang menanganinya". jawab Budi
tok
tok
tok
tok
"apa sih Bu..."
Santi menelan salivanya saat melihat seseorang yang berada di depannya.
"Santi buruan suruh ibumu pergi dan kita lanjutkan". ucap Budi
"San". panggil Budi
Budi yang tidak mendapatkan respon dari Santi langsung melilitkan handuk di pinggangnya dan mengahampiri Santi. saat sampai di belakang Santi Budi diam mematung
"ma mas kapan pulang". ucap Santi dengan gugup
"sejak kamu dan ayahmu masuk ke dalam kamar ini". jawab Raka
"sudah puas". ucap Raka dan menatap mereka berdua dengan tajam
"jika sudah silahkan ikut mereka". ucap Raka dan datanglah polisi
"mas mas aku tau salah tapi tadi kami cuman khilaf Jangan penjarakan aku". ucap Santi dan bersimpuh di kakinya Raka
__ADS_1
"Raka benar nak, tadi kami hanya khilaf saja". ucap Budi
"bawa mereka berdua pak". perintah raka
"segera pakai pakaian kalian berdua, saya beri waktu lima menit jika tidak kami saya akan membawa kalian seperti ini". ucap polisi
"mas ku mohon Jangan kesalahan hanya ini saja kenapa sampai masuk penjara hiks hiks". ucap Santi
"hanya ini, aku beritahu kesalahan mu yang pertama kalian menipuku dan menjebakku padahal malam itu ayahmu yang telah merenggut kesucian mu, kesalahan yang kedua kalian menghancurkan masa depan putriku, sebelum kamu keguguran kalian menyuruh beberapa orang memperkosa putriku". teriak Raka
"dan aku pastikan kalian akan membusuk di penjara". sambung Raka
"hiks hiks itu tidak benar mas hiks aku tidak melakukan itu, sore itu putri mu menemmuiku dan meminta ku untuk menjual dirinya tapi karena aku berhasil kabur jadi orang orang itu melampiaskan pada bunga mas hiks". rayu Bunga
"itu benar bahkan Santi mengalami keguguran karena putrimu, untung saja aku membawanya ke rumah sakit dan nyawa Santi tertolong tapi tidak dengan kandungnya". timpal Budi
"tapi bukannya kamu datang bersama istrimu untuk melihat keadaan Santi Kenapa bisa tau apa yang terjadi pada Santi sore itu". ucap Raka
"bawa mereka pak". perintah raka
"buku tolong Santi". ucap Santi dan bersimpuh di kakinya ibunya tapi Siti memalingkan wajahnya bahkan mundur saat Santi akan menyentuh kakinya
"bahwa saja mereka pak". ucap Siti
Santi memberontak saat polisi membawanya sedangkan Budi melarikan diri.
dor
Budi terjatuh saat polisi menembak dirinya
Santi dan Budi di bawa oleh polisi dengan keadaan yang masih memakai handuknya.
"Raka, ibu tidak tau harus mulai dari mana, ibu minta maaf apa yang telah di lakukan oleh putri dan suami ibu, ibu sungguh malu apa yang mereka dua lakukan". ucap Siti pada Raka
"ibu jangan minta maaf, mereka berdua yang salah". jawab Raka dan langsung meninggalkan ibunya Santi
di ruang kerja Raka memijat dahinya karena merasa bodoh telah tertipu dengan mereka bahkan putrinya menjadi korban
"maafkan ayah Bunga, maafkan ayah yang tidak percaya padamu, seharusnya ayah lebih percaya padamu". ucap Raka sambil mengusap putrinya
"Helen maafkan mas sayang, mas tidak bisa menjaga putriku sehingga membuat Putri kita menjadi korban pemerkosaan". ucap Raka
"Yusuf". sambung Raka
Raka ingat saat orang suruhan untuk mencari putrinya dan menemukan bahwa putrinya menjadi korban pemerkosaan tapi seseorang yang bernama Yusuf menutupi kasus itu sehingga tidak ada yang tau jika Bunga telah di perkosa.
"aku harus menemui orang Yusuf pasti dia tau di mana keberadaan putriku". ucap Raka
__ADS_1
"ayah harap kejadian itu tidak membuat mu hamil Bunga, ayah tidak tau akan sehancur apa jika kamu hamil dan bagaimana caramu menghadapi dunia jika semua orang tau jika kamu hamil". ucap Raka