Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Bunga Melamar Kerja


__ADS_3

pagi ini bunga sudah bersiap menggunakan kemeja warna putih yang dia padukan dengan rok hitam. Bunga menatap dirinya di cermin


"perfect". ucap Bunga


semalaman saat dia sedang membuka lowongan pekerjaan dia menemukan sebuah perusahaan yang sedang mencari seketaris dan itu membawa Bunga berniat untuk melamar kesana bahkan hari ini dia memutuskan tidak masuk kuliah dan lebih memilih melamar pekerjaan karena semua fasilitas yang dia miliki telah di cabut oleh ayahnya tetapi Bunga masih beruntung karena memiliki apartemen peninggalan ibunya. untuk makan dan kebutuhan sehari hari bunga masih punya simpan untuk dua bulan ke depan. Liona mengambil amplop yang berisi surat lamaran pekerjaan.


dengan senyum mengembang Bunga keluar dari apartemen dan menuju ke sebuah perusahaan. setelah menempuh perjalanan lima belas menit akhirnya Bunga sampai di perusahaan tersebut dan Bunga menelan ludahnya saat melihat banyak orang yang sepertinya akan melamar bekerja di sini.


"permisi mba mau tanya apa semua yang ada di sini akan melamar bekerja". tanya Bunga


"iya mba dan kita harus menunggu di luar seperti ini karena di dalam sudah penuh". jawabnya orang


"ini masih jam tujuh tapi sudah banyak orang yang berada di sini sampai di luar juga ini mereka berangkat jam berapa, padahal perusahan ini hanya butuh satu seketaris apa aku bisa bersaing dengan mereka semua dan aku yakin mereka pasti orang orang yang sudah memiliki pengalaman kerja, apa aku tidak jadi melamar saja tapi jika tidak melamar uangku tinggal cukup untuk hidup selama dua bulan, coba sajalah". monolog Bunga dalam hati


Bunga ikut berdiri di luar bersama pelamar yang lainnya bahkan Bunga sempat mengobrol dengan beberapa orang dan ternyata mereka sudah memiliki pengalaman kerja tiga sampai Lima tahun menjadi seketaris dan hal itu membuat Bunga semakin tidak yakin untuk maju. jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang tetapi Bunga masih berada di luar perusahaan dan Kini keringat mulai membasahi wajah Bunga sehingga amplop lamaran di gunakan bunga sebagai kipas.


"jadi seperti ini rasanya orang orang yang sedang mencari pekerjaan". monolog Bunga dalam hati saat mengingat dulu saat ada beberapa orang yang melamar pekerjaan di perusahaan milik papanya bahkan saat itu Bunga sempat marah marah dengan orang yang melamar pekerjaan lantaran tidak sengaja menabrak dirinya dan membuat ponselnya jatuh dan dengan teganya dia mengambil minumanya lalu membuangnya, saat mengingat itu timbullah rasa bersalah dalam dirinya


Bunga yang yang sudah berdiri berjam-jam dan matahari berdiri di atasnya membuatnya juga haus, Bunga membuka tasnya dan menemukan botol Aqua dengan semangat Bunga membukakan botol itu tetapi sebelum Bunga meminumnya ada seseorang yang menabraknya. Bunga menatap orang itu dengan tajam


"mba antri dong jangan main maju saja kita semua dari tadi antri di sini". ucap orang yang ada di samping bunga

__ADS_1


"hey hey saya itu keponakan manager di sini jadi saya harus duluan dan aku sarankan sebaiknya kalian itu pulang saja karena kalian itu tidak akan keterima di sini". ucap gadis itu lalu mendorong orang orang yang ada di depannya


"yah bakalan sia sia deh kita menunggu dari pagi jika ada yang melamar dan memiliki hubungan yang manager di sini". ucap salah satu wanita


"apa hubungannya". tanya Bunga


"kamu baru pertama kali melamar kerja saya". tanya wanita itu dan Bunga menganggukan kepalanya


"pantas saja kamu tidak tau jadi begini di perusahaan manapun jika ada orang yang melamar pekerjaan dan masih memiliki hubungan dengan orang yang bekerja di perusahaan itu apalagi jika hubungannya dengan para petinggi perusahaan maka orang itu yang akan keterima, bisa di bilang kekuatan orang dalam". jawab wanita itu


"lalu kenapa mereka membuka lowongan, melakukan interview, tes dan segala macam jika orang-orang seperti itu yang ke terima". tanya Bunga


"sebagai formalitas agar perusahaan itu agar tidak di cap buruk". jawab santai wanita itu lalu meninggalkan perusahaan itu dan di ikuti oleh beberapa pelamar


"dulu aku sering melihat orang orang yang melamar pekerjaan di kantor papa dan sekarang aku ada di antara mereka, sungguh semua bisa berubah yang di atas bisa di bawah dan yang di bawah bisa di atas". monolog bunga sambil terkekeh apa yang terjadi dengannya


sekitar pukul dua siang Bunga baru masuk ke sebuah ruangan dan kini Bunga duduk di depan seorang wanita paruh baya yang masih bekerja, wanita itu nampak serius membaca berkas lamaran Bunga


drt


drt

__ADS_1


"iya pak"


"...."


"baik pak"


". ..."


"kebetulan saya sudah menemukan kriteria seketaris yang tuan minta"


"..."


"tapi apa tuan yakin nanti tuan harus mengajari dia dari awal"


"....."


"baik pak"


setelah sambungan teleponnya wanita itu menatap bunga dengan intens sehingga membuat Bunga gugup


"besok datang ke kantor dan menggunakan pakaian rapi jangan acak acakan seperti ini". ucap wanita itu

__ADS_1


"maksud ibu saya keterima kerja". tanya Bunga dan di anggukan oleh wanita itu


Bunga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat dia keterima kerja.


__ADS_2