Tuan Mafia

Tuan Mafia
Bahaya Terdekat


__ADS_3

Alex terbangun lebih dulu dan saat matanya terbuka pemandangan pertama yang dia lihat adalah Laura, Laura tidur Dengan nyaman di pelukan Alex, Alex memandangi wajah Laura terlihat imut saat masih tertidur dan tangan Alex membelai pipi Laura dan Laura sama sekali tidak terganggu dengan kegiatan Alex , tangan Alex turun ke bibir pink ceri milik Laura dan Alex mencium bibir itu.


"umhh" lenguh Laura tetapi masih dalam keadaan tidur, Alex yang tidak ingin menganggu tidur Laura secara perlahan turun dari ranjang dan menarik selimut untuk menyelimuti Laura sekali lagi Alex mencium kening Laura dan bibirnya.


"andai kamu bukan anaknya Gunawan yang telah membunuh kedua orang tuaku mungkin situasinya bukan seperti ini Laura" monolog Alex dan meninggalkan kamar Laura. saat sampai di kamar Laura Alex langsung mengambil ponselnya untuk mengecek cctv untuk melihat siapa yang telah berani masuk kerumahnya secara diam diam berati mencari mati di tangan Alex, tepat tengah malam cctv tersebut mati bahkan tidak hanya di kamar Laura tetapi di seluruh rumah.


"sial pasti ada penghianat di rumah ini, tapi kenapa Laura yang dia serang" umpat Alex dan merasa bingung, jika dia musuh Alex seharusnya dia yang di serang bukan Laura. jam menunjukkan pukul tujuh pagi Alex segera membersihkan dirinya.


sedangkan Laura yang berada di kamarnya terusik saat sinar matahari menganggu tidurnya secara perlahan membuka matanya.


"eugh" Laura merentangkan kedua tangannya untuk merilekskan otot ototnya saat melihat jam Laura terkejut ternyata pukul tujuh pagi dan dia ada jam kuliah pukul sembilan, Laura segara turun dari ranjang dan membersihkan dirinya.


saat Laura turun ke ruangan makan di sana sudah ada Alex, Bagaskara, dan Jhon. Laura merasakan tatapan tidak suka dari Bagaskara dan Jhon.


"pagi suamiku". sapa Laura dan tidak lupa mencium pipi Alex


"pagi ayah ,pagi Jhon". mereka berdua hanya diam saja.


seperti biasa rutinitas Laura mengambilkan makanan untuk Alex, mereka menikmati makannya masing masing, setelah selesai makan.


"Jhon perketat keamanan di rumah ini dan tambah beberapa penjaga lagi". perintah Alex


"untuk apa tuan". tanya Jhon


"semalam ada penyusup di rumah ini". jawab Alex


"baik tuan, nanti saya akan suruh beberapa anggota D'devil untuk menjadi penjaga di rumah ini".


"suamiku aku harus ke kampus". izin Laura


"pergilah". jawab Alex


Laura berdiri untuk meninggalkan meja makan tapi saat melewati Jhon Laura melihat ada yang aneh dengan lengan Jhon


"Jhon kenapa lenganmu berdarah". tanya Laura


"i ini bukan darah nyonya, hanya basah terkena air". jawab Jhon sedikit gugup


"tapi ini seperti darah"


"mungkin karena warna bajunya hitam jadi seperti darah". jawab Jhon


"nyonya mobilnya sudah siap". Riko menghampiri Laura

__ADS_1


Laura dan Riko segera keluar menuju ke mobil setelah kepergian Laura Jhon bisa bernafas lega, Alex kembali ke kamarnya untuk mengambil berkas berkas pembelian senjata


"Jhon kenapa bisa gagal semalam". tanya Bagaskara ketika tinggal mereka berdua


"maaf tuan besar, nyonya melawan".


"lalu kenapa tanganmu bisa luka".


"tuan besar ternyata nyonya bisa mengunakan senjata dan saat aku akan membalas tembakannya tuan muda datang, untung aku bisa melarikan diri". Jhon menjelaskan


"kenapa selalu gagal untuk menyingkirkan anak pembunuh itu". umpat Bagaskara.


saat melihat Alex turun, Bagaskara dan Jhon segera berdiri dan berangkat ke perbatasan untuk membeli beberapa senjata untuk melindungi anggota D'devil dan meningkatkan keamanan , Alex tidak ingin kecolongan seperti malam ini dimana banyak anggota D'devil yang terluka.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


di kamar sebuah club terdapat seorang wanita yang sedang tertidur


drt


drt


ponselnya berbunyi dan menampilkan nama mama tersayang dan wanita itu langsung mengangkat panggilan tersebut


"hallo". jawabnya dengan suara yang serak khas bangun tidur


"mama Merlin tidur di hotel". bohongnya


"cepet pulang sebentar lagi Delon akan kemari untuk menjemputmu mencari cincin pernikahan". penjelasan sang mama


"iya ma" Merlin mematikan teleponnya dan menyandarkan badan di kepala ranjang, Merlin merasakan remuk dan pergelangan tangan memerah akibat dari ikatan Mex semalam, Laura melihat bajunya sudah terkoyak dan terdapat baju baru di sofa dan sebuah salep sedangkan Mex dan temannya sudah tidak ada di kamar itu


ting pesan dari Mex


*Mex*


di sofa ada baju dan salep untuk mengobati donatmu yang sedikit lecet, semalam sungguh nikmat sayang, lain kali kita main lagi mungkin berempat atau berlima.


itu pesan dari Mex dan Merlin tidak ingin membalas pesan itu.


ting


*Mex*

__ADS_1


mengirimkan sebuah Vidio


jangan coba coba lari dari ku sayang atau Vidio ini akan terpublikasikan dan pernikahanmu dengan orang yang kamu cintai gagal


"sial dia merekam kegiatan semalam ternyata". umpat Merlin dan melempar ponsel, Merlin segera turun dari ranjang saat kakinya menyentuh lantai sisa ****** semalam menetes dari inti Merlin ke lantai


"sial mereka mengeluarkan di dalam". umpat kesal Merlin


"jika aku minum penunda kehamilan nanti aku tidak akan hamil sedangkan Delon menikahiku karena tanggung jawab mana mungkin dia akan menyentuh setelah menikah, jadi biarkan saja anak siapa nanti yang tumbuh" monolog Merlin dan segera membersihkan dirinya. setelah membersihkan dirinya Merlin mengambil salep yang di sediakan oleh Mex dan mengoleskan pada intinya


"ishhh" ringis Merlin


"mereka sudah gila". umpat Merlin


setelah itu dia memakainya bajunya dan segera pulang, Merlin harus sampai dulu di rumah sebelum Delon datang. tepat saat Merlin turun dari mobil lima menit kemudian Delon datang.


"hai Delon".sapa Merlin


"ayo langsung saja". ajak Delon


"Delon nanti jangan diam saja jika aku bertanya dan jangan seperti saat memilih gaun". Merlin berbicara


"hmmm". jawab Delon, setelah itu suasana mobil menjadi hening, tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di salah satu mall tersebar di Jakarta dan segera masuk di toko emas.


"selamat datang tuan nona". sapa pegawai tersebut dan di jawab senyuman oleh Merlin


"ada yang bisa saya bantu, ingin mencari perhiasan yang seperti apa"


"kami ingin mencari cincin pernikahan". jawab Merlin


"baik ini ada tiga jenis cincin" pegawai itu memberikan tiga bentuk cincin yang berbeda


"cincin dengan permata biru ini adalah cincin limited edition hanya ada tiga di dunia ini". penjelasan pegawai itu dan menjelaskan cincin yang lainnya


"bagus yang mana Delon". tanya Merlin


"ambil yang kamu suka saja". jawab Delon


"aku suka yang pertama biru ini tapi pasti mahal". merlin berbicara dengan pelan


"kita ambil yang ini saja mba". putus Delon


"Delon ini mahal yang lain saja". Merlin berpura pura menolak

__ADS_1


"tidak masalah" jawab Delon "yes , nanti seletah menikah aku bisa beli apapun karena Delon sangat kaya" monolog Merlin dalam hati.


pegawai itu membungkus cincin tersebut dan memberi kepada Delon, Delon membayar cincin tersebut. mereka berusaha pergi dari toko itu.


__ADS_2