Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Berjuang Sembuh


__ADS_3

pagi ini Farhan akan melakukan terapi dan sejak tadi pagi Sandra sudah berada di ruang rawat Farhan, entah apa yang membuat Sandra betah dekat dengan Farhan. semenjak ibunya meninggal Sandra sering ikut ayahnya ke rumah sakit padahal di rumah dokter Rian sudah menyewa pengasuh untuk menjaga Sandra tetapi setelah pulang sekolah pasti Sandra datang ke rumah sakit dan Sandra sendiri masih kelas dua sekolah dasar karena hari ini hari Minggu Sandra sudah berada di rumah sakit sejak pagi buta


"om apa setelah terapi om bisa jalan lagi". tanya Sandra


"do'akan saja om bisa jalan dengan cepat". jawab Farhan


"om nanti kalau om sudah bisa jalan ajak Sandra untuk bertemu dengan Tante Ana pasti dia sangat cantikkan om". tanya Sandra


"tentu dia sangat cantik dan Sandra juga cantik". puji Farhan


"terima kasih om". ucap Sandra sambil menunjukan giginya


dokter Ryan dan suster masuk ke ruang rawat Farhan sambil membawa kursi roda


"sudah siap untuk terapi". tanya dokter Ryan


"siap dok". jawab Farhan


dokter Ryan membantu Farhan untuk duduk di kursi roda, setelah duduk dokter Ryan mendorong kursi roda itu menuju ke sebuah ruangan.


Farhan mendengarkan intruksi dari dokter Ryan sebelum memulai terapinya. setelah dokter Ryan memberikan instruksi Farhan bersiap untuk melakukan terapi. Farhan berdiri di bantu oleh dokter Ryan dan suster. kedua tangan Farhan memegang besi yang ada di sisinya agar tetap bisa berdiri. dengan susah payah Farhan mencoba melangkah kakinya tetapi terjatuh karena tangannya tidak kuat untuk menopang tubuhnya dan semua itu tidak membuat Farhan menyerah karena ada keinginan tinggi dalam dirinya agar bisa cepat sembuh. Sandra memberikan semangat pada om Farhan semangat yang di berikan Sandra membuat Farhan tersenyum.


sudah lima belas menit Farhan melakukan terapi tetapi belum ada kemajuan sama sekali karena dia belum bisa mengerakkan kakinya walaupun sudah berusaha dan keringat sudah membanjiri wajah Farhan.


"Farhan apa yang kamu rasakan". tanya dokter Ryan ketika Farhan duduk kembali ke kursi roda


"rasanya sangat sulit untuk menggerakkan kaki ku". jawab Farhan


"apa terasa sakit". tanya dokter Ryan ketika memukul kaki Farhan


"sedikit terasa". jawab Farhan dan itu membuat dokter Ryan terseyum


"kita lanjut besok lagi saja". ucap dokter Farhan


"tidak, aku ingin mencoba satu kali lagi". jawab Farhan


"ayo om, om pasti bisa, om harus semangat dong biar bisa cepat ketemu sama tante Ana". ucap Sandra

__ADS_1


setelah berdiri dan memegangi kedua besi yang ada di sisinya Farhan menarik nafasnya dan pelan pelan melangkah kakinya, Farhan terseyum dan begitu juga dokter Ryan, Sandra dan suster saat melihat Farhan melangkah satu langkah.


"ayo Farhan di coba lagi kamu sudah berhasil melangkah satu langkah, sekarang coba satu kakimu". ucap dokter Ryan


Farhan mencoba melangkah kakinya yang satu tetapi terasa sulit dan saat itu juga Farhan kehilangan keseimbangan yang membuatnya terjatuh.


"sungguh di luar dugaan Farhan walaupun di hari pertama kamu sudah bisa melangkah kakimu walaupun hanya satu langkah saja dan saya akui semangat dalam dirimu sungguh luar biasa". ucap dokter Ryan


"karena saya ingin cepat sembuh dan bisa menyelamatkan orang yang saya cintai dan aku sayangi". jawab Farhan


"baiklah saya rasa hari ini cukup jangan terlalu di paksakan". ucap dokter Ryan dan Farhan menganggukan kepalanya


dokter Ryan membawa Farhan kembali ke ruang rawatnya, setelah berada di brangkar Farhan mengeluarkan kalung yang ada di lehernya dan Farhan sangat bersyukur kalung ini tidak hilang ketika dia mengalami kecelakaan.


"putri tulip tunggu pangeran panda mu ini,aku harap tidak terjadi apapun kepadamu karena saat aku menutup mataku aku melihat mu meminta tolong". monolog Farhan sambil mengusap kalung itu dan memasukan kembali ke balik baju yang dia pakai. Farhan tidak pernah melepaskan kalung itu dari lehernya. Farhan yang bersandar di kepala brangkar itu berusaha mengerakkan kakinya dan Farhan terseyum salah satu kakinya bisa bergerak tetapi kaki yang sebelah kiri sama sekali tidak dapat di gerakan.


"kenapa kakiku yang sebelah kiri tidak dapat di gerakan dan juga tidak berasa ketika di pegang". monolog Farhan


dua Minggu berlalu


"dok apa saya bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat ini". tanya Farhan


"bisa tapi kamu harus bersabar setelah kemarin kita melakukan pemeriksaan lanjutan terdapat tulang yang retak di kaki kirimi akibat kecelakaan itu". jawab dokter Ryan


"tapi bisa sembuhkan dok". tanya Farhan lagi


"bisa tapi untuk saat ini berjalanlah menggunakan tongkat/kruk ini dulu dan jangan terlalu di paksakan kaki kirimi yang ada nanti bisa membuat kaki kirimu semakin cedera". jawab dokter Ryan dan Farhan menganggukan kepalanya


"dok apa saya sudah boleh pulang, saya ingin menemui ibu saya dan saya yakin ibu saya sedih atas berita kecelakaan itu yang menyatakan saya sudah meninggal". tanya Farhan


"sudah boleh". jawab dokter Ryan


hari ini Farhan berniat untuk menemui ibunya dan mengatakan apa yang terjadi pada dirinya tetapi Farhan akan tetap bersembunyi dari orang yang mencelakainya dan biarkan orang itu mengetahui bahwa dirinya telah tiada.


"nanti biar saya dan Sandra mengantarkan kamu pulang karena anak itu ingin tau rumah mu". ucap dokter Ryan


"terima kasih mungkin jika Sandra tidak menemukan saya bisa jadi saya tidak selamat". ucap Farhan

__ADS_1


Farhan menunda kepulangan karena harus menunggu Sandra gadis kecil yang sangat lucu menurut Farhan karena selama dia ada di sini Sandra yang menghiburnya dengan celotehan anak itu.


setelah pulang sekolah Sandra langsung menuju rumah sakit dan menuju ke ruangan Farhan di rawat


"om". teriak Sandra saat masuk ke ruangan Farhan


"bagaimana sekolahnya". tanya Farhan


"lihat om aku dapat nilai A di pr yang om ajarkan kemarin". ucap Sandra sambil menunjukan buku dan Farhan terseyum


"Sandra harus rajin belajar ya jika ingin jadi seperti ayah". nasehat Farhan pada anak kecil itu dan di anggukan olehnya.


Farhan dan Sandra berjalan menuju ke mobil dokter Ryan tentu saja Farhan sedikit kesulitan berjalan karena mengunakan tongkat/kruk itu tetapi Farhan bersyukur karena dia bisa berjalan dan pertama dia akan menemui ibunya setelah itu dia akan menemui putri tulip dan mengatakan bahwa dia adalah pangeran pandanya, setalah ini Farhan akan menikahi Ana agar bisa melindunginya serta menyelesaikan masalah yang juga berkaitan dengan keselamatan Ana,ibu dan juga dia, Farhan akan berusaha melindungi ketiga orang ini bagaimanapun caranya.


di dalam perjalanan Farhan meremas jarinya karena gugup membayangkan reaksi ibunya saat tau dia masih hidup. mobil dokter Ryan sudah berhenti di depan rumah Farhan.


"Farhan kami pulang dulu, lain kali kami akan mampir". ucap dokter Ryan


"terima kasih dok". ucap Farhan


"om Farhan dada jangan lupa ajak Sandra ingin menemui Tante Ana". ucap Sandra sambil menyembulkan kepalanya di jendela dan di anggukan oleh Farhan.


setelah mobil dokter Ryan pergi Farhan berdiri di depan pintu dan menarik nafasnya lalu menekan bel


ting


tong


ting


tong


"sebentar". teriak ibu Farhan


Fatma mematikan mixernya dan membuka pintu, ketika pintu terbuka Fatma melebarkan matanya saat melihat siapa yang ada di depannya


"Farhan". ucap Fatma dengan lirih dan mengucek matanya untuk memastikan pengelihatannya benar dan tidak salah

__ADS_1


__ADS_2