Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Keras Kepala Yang Menurun


__ADS_3

saat motor yang di kendarai Arden memasuki halaman rumah Anissa sudah terlihat Delon menunggu di teras rumah.


"haduh pasti ayah tidak suka aku pulang bersama Arden semoga saja ayah tidak melakukan apapun terhadap Arden". monolog Anissa dalam hati


"tau seperti ini tadi aku pulang naik taxi saja". sambung Anissa dalam hati


saat motor sudah berhenti Arden dan Anissa turun dari motor.


"sore om maaf baru mengantarkan Anissa pulang". ucap Arden sambil mengulurkan tangannya dan Delon menerima uluran tangan itu


"kenapa baru pulang bukannya Anissa hari ini hanya ada satu pelajaran saja". tanya Delon


Delon sangat kesal saat Yusuf mengatakan Anissa pulang bersama pacarnya karena yang Delon tau Anissa tidak memiliki pacar tetapi saat Yusuf mengirimkan foto Anissa dan seorang pria membuat Delon semakin kesal ternyata pria yang di maksud Yusuf adalah Arden anaknya Alex.


"tadi Anissa dan Arden mampir ke rumah singgah tempat anak anak membuat kerajinan, dan ini salah satu hasilnya". jawab Anissa sambil menunjukan plastik berisi beberapa kerajinan yang dia beli tadi


"ini sudah sore sebaiknya kamu pulang". ucap Delon


"iya om, Anissa saya pulang dulu". ucap Arden dan Anissa menanggukan kepalanya


setelah Arden meninggalkan rumahnya Anissa langsung masuk ke dalam rumah


"sejak kapan kamu pacaran dengan dia". tanya Delon sehingga membuat langkah Anissa berhenti


"ayah tau dari mana jika Anissa dan Arden pacaran". tanya Anissa dengan heran kenapa ayahnya bisa tau padahal dia dan Arden pacar bohongan hanya di kampus saja


"Yusuf yang mengatakan pada ayah bahkan Kamu mencium pipinya". jawab Delon


"ishh menyebalkan dasar pengadu". monolog Anissa dalam hati


"jawab ayah Anissa". bentak Delon sehingga membuat Lisa yang berada di kamar langsung turun dan menghampiri suaminya dan putrinya


"mas ada apa ini kenapa membentak Anissa". tanya Lisa dengan lembut


"putrimu ini sudah berpacaran dengan Arden apa kamu tau bahwa putrimu ini berani mencium pipi Arden dan itu dia lakukan di lingkungan kampus". jawab Delon


"Anissa apa benar yang di katakan ayahmu". tanya Lisa


"iya ma dan Anissa sudah berpacaran dengan Arsenal selama dua minggu dan aku rasa ayah juga pernah mencium pacar ayah". jawab Anissa dan itu membuat Delon diam karena dulu dia sering mencium pipi Laura


"ayah sudah pernah bilang jangan dekat dekat dengan Arden tetapi kenapa kamu malah pacaran dengannya". ucap Delon

__ADS_1


"ya karena kami saling mencintai yah, apa masalahnya jika aku berpacaran dengan Arden jika memang ayah ada masalah dengan orang tua Arden jangan libatkan ke anak anaknya". jawab Anissa " jika tidak ingin membuat Yusuf menjauh aku juga tidak mau pacar bohong dengannya". sambung Anissa dalam hati


"pokok ayah tidak mau kamu berpacaran dengannya, aku ingin kamu cepat putus darinya". ucap Delon


"aku tidak mau". jawab Anissa lalu meninggalkan ayah dan mamanya untuk masuk ke dalam kamar.


"lihatlah putrimu sekarang jadi keras kepala". ucap Delon


"sudah mas Jangan marah marah, Anissa berpacaran dengan Arsenal juga belum tentu mereka sampai menikah". ucap Anissa


"tapi tetap saja aku tidak suka". ucap Delon


"mas cobalah berdamai dengan masa lalu, sekarang mas sudah bahagia dengan keluarga mas begitu juga Laura sudah bahagia dengan Alex, aku tau mas sudah tidak mencintai Laura hanya kesal dengan Alex tetapi jangan kamu libatkan perasaan kesal mu pada anak anaknya". nasehat Lisa


"Anissa itu keras kepala seperti mu jika dilarang dia akan semakin keras". sambung Lisa


"sudah sebaiknya mas mandi ini sudah sore". perintah Lisa


"baiklah tapi aku tetap akan mengawasi mereka berdua". ucap Delon dan meninggalkan lisa


sedangkan Arden yang baru sampai rumah memasuki rumah dengan senyum yang mengembang tanpa Arden sadari ayahnya melihat Arden yang tersenyum merasa heran


"tumben si dingin terseyum seperti itu". ucap Alex sehingga membuat Arden menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya


"putra ayah nomor dua yang bernama Arden dan sukanya mengganggu ayahnya yang sedang bermesraan dengan orang tuanya". jawab Alex


"tidak ada yang tersenyum". sanggah Arden


"hmm begitu ya tadi ayah dapat kiriman jika anak ayah yang dingin ini sedang bermesraan dengan seorang gadis, ayah jadi penasaran gadis mana yang bisa mencairkan kedinginan anak ayah ini, jika Arden sudah siap untuk menikah kita bisa langsung menemui orang tuanya dan melamar gadis itu". goda Alex


"siapa orang yang mengirimkan fotoku bersama Anissa , apa ayah juga tau wajah Anissa". monolog Arden dalam hati


"jika mau melamar malam ini ayah juga siap". Alex semakin gencar menggoda putranya itu


"Hem Hem". Arden sedikit berdehem


"tidak ada mungkin orang yang mengirimkan foto pada ayah salah orang mungkin itu bukan Arden". elak Arden.


Alex mengambil ponselnya dan menunjukkan foto itu dan Arden memelototkan matanya karena foto yang tepat di ambil adalah ketika Arden sedang membersihkan sisa saus di bibir Anissa


"Masih mau ngelak, ayah rasa kamu dekat dengan perempuan juga tidak masalah yang penting perempuan itu bisa mencair es yang pada dirimu". ucap Alex.

__ADS_1


"sebentar lagi ayah akan punya menantu lagi". goda Alex


Arden meninggalkan ayahnya begitu saja


"katakan saja pada ayah jika ingin segera melamar gadis itu". teriak Alex lalu tertawa saat melihat wajah putranya yang nampak malu malu


"mas kenapa tertawa seperti itu". tanya Laura yang baru keluar dari dapur.


"baby sepertinya kita akan punya menantu lagi". ucap Alex


"menantu lagi, siapa yang akan menikah Andra akan menduakan Tasya". ucap Laura


"bukan baby tapi Arden". jawab Alex


"Arden mas yakin anak itu punya pacar dia saja cuek seperti itu dan dinginnya melebihi mu". ucap Laura


"lihat ini". Alex menunjukkan foto Arden bersama seorang gadis tetapi hanya terlihat punggungnya saja


"ya ampun ternyata putraku bisa romantis seperti ini". pekik Laura saat melihat foto itu yang seperti Arden mengusap pipi gadisnya


"sedingin seorang pria dia akan mencair saat bertemu dengan pawang yang tepat". ucap Alex.


"mas siapa gadis itu". tanya Laura


"mas belum tau". jawab Alex


"apa gadis ini Anissa". ucap Laura


"Anissa". tanya Alex


Laura memberitahu Alex bahwa kemarin dia menemukan kalung dengan isinial Anissa di kamar Arden dan saat itu juga Arden mengacak acak baju kotor di belakang untuk mencari kalung itu dan ketika di tanya Arden menjawab bahwa kalung itu milik temannya yang tidak sengaja dia temukan.


"Anissa nama yang bagus tapi gadis mana dan anak siapa". ucap Alex


"kita tunggu saja Arden meminta kita untuk melamar gadis itu". ucap Laura dan di anggukan oleh Alex


💙💙💙


yuklah banyak banyak ninggalin dukungan agar rajin update..


yuk baca cerita yang aku rekomedasikan sambil menunggu update selanjutnya yaitu karya kak " Alya Aziz " judul " Salah Rahim"

__ADS_1



__ADS_2