
setelah apa yang terjadi membuat acara pesta pernikahan harus di tunda, tetapi mereka semua bersyukur karena Tasya terbebas dari tuduhan tersebut dan tidak jadi di keluarkan oleh pihak kampus sedangkan untuk Abel di bawa oleh keluarganya ke luar negeri, Tasya bisa saja menuntut Abel tetapi Tasya lebih memilih untuk memaafkan sedangkan Andra meminta agar Abel tidak menganggu keluarga jika masih menganggu dan berbuat lebih maka Andra akan memberi perhitungan kepada Tasya.
lima hari setelah persidangan itu, hari ini adalah acara yang Andra tunggu yaitu pesta pernikahannya. Andra sedang berada di pelaminan menunggu istrinya.
di kamar hotel Tasya merasa gugup setelah selesai di rias
"ma Tasya merasa gugup". ucap Tasya kepada mama Hera
"jangan gugup sya, mama yakin Andra akan jadi suami yang bertanggung jawab". ucap mama Hera
"apa Tasya sudah selesai di hias". ucap Laura saat memasuki kamar hotel itu
"sudah mba". jawab Hera
"ayo kita keluar". ajak Laura
Laura dan Hera mendampingi Tasya yang memasuki ke tempat acara, Tasya mengenggam tangan mama dan mama mertua saat dia memasuki ruangan, semua orang terpana saat pengantin wanitanya masuk Tasya seperti Putri kerajaan. Andra yang melihat itu terseyum dan menghampiri Tasya. Andra mengulurkan tangannya dan Tasya menerima uluran tangan tersebut dengan senyuman.
"cantik dan manis". puji Andra dan itu menimbulkan semburat merah di pipi Tasya
"terima kasih". jawab Tasya
mereka berdua berjalan menuju ke pelaminan, dan kebahagiaan di rasakan oleh semua orang, Andra mengajak Tasya duduk di pelaminan.
"jangan gugup". ucap Andra saat melihat ke gugupan Tasya
"aku sangat gugup kak". jawab Tasya
"Tasya sungguh beruntung bisa menikah dengan Andra". ucap teman sekelas Andra
"iya, semoga saja aku bisa mempunyai suami seperti Andra". jawab temannya
"bisa ada kembaran Andra si Arden". sambung temannya
semua undangan menikmati pesta pernikahan itu.
"wihh sangat cantik kakak ipar ku ini". ucap Ana saat di atas pelaminan
"bagaimana rasanya jadi raja dan ratu sehari". goda Ana
"ingin tau segera menikah". jawab Tasya, Ana mengkerucutkan bibirnya saat mendengar jawaban Tasya, lalu turun dari pelaminan.
Farhan menghadiri acara pesta pernikahan itu dan matanya mencari seseorang.
"nak Farhan sudah datang". sapa Alex
"iya om". jawab Farhan
"saya dengar dengar selain mengurus perusahaan kamu menjadi dosen". tanya Alex
"iya om, menjadi dosen adalah impian mama saya". jawab Farhan
__ADS_1
"bagaimana apa sudah menemukan gadis kecil mu yang sering kamu ceritakan ke om". goda Alex
"sudah ternyata dia mahasiswi di kampus saya mengajar om". jawab Farhan
Farhan datang ke acara ini atas undangan Alex, Farhan dan Alex bekerja sama dalam berbisnis.
Ana berjalan sambil mengumpat sehingga tidak memerhatikan sekitar dan alhasil dia menabrak seseorang dan membuat berhenti.
"maaf maaf saya tidak sengaja". ucap Ana
"tidak apa apa nona". jawab pria itu sambil tersebut
"aku belum pernah melihat mu". ucap Ana sambil menatap orang itu karena dia hafal dengan semua undangan di pesta ini , undangannya hanya teman kak Andra , teman Tasya dan beberapa rekan bisnis ayahnya, kalau di lihat dia bukan seorang mahasiswa
"apa kamu rekan bisnis ayah". tanya Ana
"saya menemani teman saya menghadiri pesta ini". jawab pria itu
Farhan melihat Ana bersama seorang pria mengepalkan tangannya, Alex melihat arah pandang Farhan
"dia putriku Ana". beritahu Alex
"apa yang pria itu juga anak om". tunjuk Farhan
"bukan, mungkin teman Andra atau Ana, om juga baru melihatnya". jawab Alex
"kenapa dia bisa masuk ke sini bukannya yang bisa masuk ke sini yang punya undangan". monolog Farhan dalam hati dan memperhatikan interaksi mereka
"iya tadi aku mencari mu tetapi tidak melihat om". jawab Gio
"Ana apa kabar". sapa Yuda
"baik om Yuda". jawab Ana
"dimana ayahmu, om ingin mengenal rekan bisnis om". tanya Yuda
Ana memperhatikan sekitar dan melihat ayahnya berjalan menghampiri mereka dan Ana terkejut saat melihat dosennya bersama ayahnya.
"apa kabar Yuda". sapa Alex sambil mengeluarkan tangannya
"baik Lex," jawab Yuda sambil menerima jabat tangan Alex
sendangkan Farhan dan Gio saling tatap tanpa ekspresi
"Lex kenalkan ini Gio dia rekan bisnis saya, saya mengajak kemari karena dia ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaan mu". beritahu Yuda
"Hay Gio". sapa Alex
"Hay juga om". jawab Gio
"Farhan selamat yang saya dengar kamu jadi dosen, kamu hebat selain mengurus perusahaan bisa menjadi dosen". ucap yuda
__ADS_1
"terima kasih om". jawab Farhan
Yuda memberitahu Alex bahwa kinerja Gio sangatlah Bagus sehingga Yuda mengatakan kepada Alex dia ingin mengajak Gio bekerjasama sama dalam pembangunan pusat perbelanjaan yang telah mereka sepakati. sedangkan Farhan tidak suka atas usul Yuda
"maaf om bukannya Farhan tidak setuju cuman saja dari awal hanya bertiga dalam pembangunan pusat perbelanjaan itu, jadi sebaiknya jika memang pak Gio ingin bekerjasama dengan kita lebih baik kerjasama di bidang lainnya om". beritahu Farhan
"yang di katakan Farhan benar yud, walaupun Gio memiliki kinerja yang bagus tidak bisa gabung di kerjasama itu karena pembangunan itu sudah berjalan". sambung Alex
"jika memang ingin bekerja sama dengan perusahaan bisa di bidang lain Gio". ucap Alex
"iya om". jawab Gio
"sebaiknya sekarang nikmat pestanya untuk pekerjaan bisa di bahas di kantor". ucap Alex dan di anggukan oleh mereka
semua teman teman Andra maupun Tasya mengucapkan selamat pada pasangan pengantin itu.
"bro ini untukmu". bisik teman Andra sambil memasukkan sesuatu di saku Andra
"apa ini". tanya Andra
"obat kuat, segera beri kami keponakan". bisik temannya lagi
"selamat ya buat kalian".
"terima kasih". jawab Andra dan Tasya
"bro jangan lupa di minum". teriak temannya saat sudah turun dari pelaminan
"apa yang di minum kak". tanya Tasya
"tidak ada dia hanya bercanda". jawab Andra
"selamat ya sya". ucap Mira sambil memeluk Tasya
"aku sudah menduga jika kalian pasti akan menikah". sambung Mira
"kak Andra selamat ya". ucap Mita dan Andra menganggukan kepalanya
"pakai ini, biar wangi dan kak Andra lengket dengan mu". bisik Mira sambil menyerahkan Miss thaharah di tangan Tasya
"jangan lupa lima keponakan buat aku". sambung Mira Andra terseyum saat mendengar ucapan Mira
" kak kapan acara selesai". tanya Tasya
"apa kamu lelah". tanya Andra dan Tasya menganggukan kepalanya
Andra yang melihat Tasya kelelahan mengahampiri mamanya dan izin membawa Tasya ke kamar untuk beristirahat, setelah mendapat izin Andra mengajak Tasya ke kamar.
"kak acaranya belum selesai". ucap Tasya
"tidak apa apa sebentar lagi selesai". jawab Andra
__ADS_1
saat pintu kamar di buka Tasya langsung diam