
Nadia sangat bersemangat berada di dapur dengan lihai dia memasak makanan kesukaan suaminya dan Nadia harus menyelesaikan masaknya sebelum suaminya pulang. satu jam berkutat di dapur akhirnya Nadia menyelesaikan masakan dan menata di meja makan.
"nak kamu masak lagi". tanya Fatma saat melihat makanan sudah tertata di atas meja
"iya bu, aku masak makanan kesukaan mas Gio". ucap Nadia sambil terseyum
"seharusnya kamu banyak istirahat nak". ucap Fatma
"tidak apa apa Bu, aku merasa senang bisa memasak makanan ini". ucap Nadia
"Bu nanti bilang sama mas Gio jika ibu yang masaknya nanti Nadia takut jika makanannya di buang seperti tadi pagi jika Nadia yang masak". ucap Nadia
Fatma merasa sedih saat mendengar ucapan Nadia dan tadi pagi Fatma juga melihat Nadia yang sangat antusias memasak untuk Gio tetapi putranya itu membuang masakan yang di buat oleh Nadia di depan Nadia sendiri dan setelah itu meninggalkan Nadia sendirian.
"Bu aku mohon ya, aku ingin mas Gio memakan masakanku". mohon Nadia
"baiklah nanti ibu akan bilang ini masakan ibu". jawab Fatma dan itu membuat Nadia tersenyum lalu memeluk ibu mertuanya itu dan Fatma mengusap punggung Nadia
"terima kasih Bu". ucap Nadia
saat mendengar suara mobil Nadia langsung melepas apronnya dan masuk ke kamar sebelum Gio masuk ke dalam rumah. sedangkan Fatma terseyum saat melihat Gio memasuki rumah
"bagaimana pekerjaan mu nak". tanya Fatma
"baik bu". ucap Gio
"bersihkan dirimu ,ibu sudah memasak makanan kesukaan mu". ucap Fatma
Gio menganggukan kepalanya dan segera masuk ke kamar Farhan sebelum naik ke lantai atas Farhan menatap pintu kamar yang di tempati Nadia dan kakinya tanpa sadar berjalan menuju pintu itu ketika tangannya akan membuka pintu tersebut Gio menghentikan pergerakan saat menyadari identitas Nadia dan langsung berlari menuju kamar Farhan sedangkan Fatma yang menyadari itu langsung mengusap wajahnya dengan kasar
"ibu harap kamu bisa menekan ego mu Gio jika ingin rumah tangga mu baik baik saja nak, ibu tidak tau sampai kapan Nadia sabar dengan sikapmu yang mengabaikannya gara gara identitasnya". monolog Fatma
di dalam kamar Gio melepas dasinya dan membuka kancing bajunya lalu masuk ke dalam kamar mandi, Gio berdiri di bawah guyuran shower dan saat menutup matanya bayangan dirinya bersama Nadia terlihat bagaimana saat wajah sedih Nadia yang sering tes kehamilan tapi hasilnya nihil dan juga saat wajah sedih Nadia ketika mama Merlin memintanya untuk menikahi Ana dan Gio langsung membuka matanya lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
"apa yang harus aku lakukan sekarang, saat aku melihatmu yang terlintas dalam pikiran ku adalah bagaimana mamamu membodohi dan memanfaatkanku selama bertahun tahun lamanya dan otomatis membuatku juga berpikir kamu juga ikut dalam rencana mamamu Nadia". monolog Gio
__ADS_1
kruk
kruk
kruk
suara perut Gio yang lapar membuat Gio mengakhiri mandinya, bagaimana tidak lapar sejak pagi dai belum sarapan karena saat akan sarapan ketika tau yang memasak tadi pagi adalah Nadia membuat moodnya hilang karena mengingat apa yang di lakukan mamanya Nadia tidak bisa membuat Gio mempercayai istrinya sendiri. setelah selesai memakai bajunya Gio langsung turun ke bawah dan menuju dapur, senyum Gio mengembang saat melihat makanan kesukaannya. Gio yang sudah sangat lapar langsung mengambil piring dan mengambil makanan untuk dia makan.
"pelan pelan nak tidak akan ada yang mengambil makanan mu". ucap Fatma yang duduk bersama Gio di meja makan
"masakan enak tapi kenapa rasanya beda tidak seperti waktu itu Bu". tanya Gio dan Fatma berdehem
"rasa makanan bisa berubah ubah Gio". jawab Fatma dan Gio menanggukan kepalanya lalu melanjutkan makannya sedangkan Nadia yang berada di balik dinding merasa terharu saat suaminya memakan masakannya dengan lahap.
Gio yang sudah selesai makan tiba tiba memikirkan istrinya apakah sudah makan atau belum.
"Bu apa Nadia sudah makan". tanya Gio tiba tiba
"belum". jawab Fatma
"dan kenapa dia tidak keluar kamar". sambung Gio
"kan tadi pagi kamu mengatakan jangan muncul di hadapan mu nak, aku rasa Nadia mengikuti perkataan mu". jawab Fatma
"kan dia bisa makan sebelum aku pulang, apa perlu harus di suruh dulu baru makan jangan sampai merepotkan". ucap Gio lalu meninggalkan ibunya dan menuju kamar sendangkan Nadia merasa sedih dan juga bahagia ketika mendengar perkataan suaminya, tetapi setidaknya Gio Masih memperhatikannya
Nadia langsung menuju dapur saat ibu mertuanya akan membereskan piring dan gelas bekas Gio.
"Bu jangan di bereskan". larang Nadia
"biar aku gunakan untuk makan piring itu". ucap Nadia dan mengambil piring serta gelas dari tangan ibu mertuanya
"nak masih banyak piring dan gelas yang bersih". ucap Fatma
"tidak apa Bu aku ingin makan menggunakan piring dan gelas bekas di pakai mas Gio". jawab Nadia
__ADS_1
Nadia langsung duduk di kursi yang di duduki Gio tadi, Fatma menatap Nadia dengan sedih saat melihat Nadia memakan dengan lahap ketika menggunakan piring Gio tadi tidak seperti lagi dan siang tadi Nadia tidak berselera makan, Fatma semakin miris memandang Nadia ketika netranya menangkap tangan Nadia yang mengelus perutnya dengan pelan. Fatma duduk kembali dan menemani Nadia makan.
"anak mama yang sabar yang, papa belum bisa mengelusmu sayang untuk saat ini mama gantikan dengan makan memakai piring papa ya, Jangan rewel yang di dalam sana". monolog Nadia dalam hati sambil mengelus perutnya
setelah selesai makan Nadia mencuri piring tetapi tidak dengan gelasnya, Nadia menggunakan gelas itu untuk membuat susu.
"bu terima kasih sudah membantu Nadia". ucap Nadia
"sama sama nak". jawab Fatma
"sudah sebaiknya istirahat". perintah Fatma
Nadia menganggukan kepalanya dan menuju kamarnya, setelah sampai di kamar Nadia meletakan gelasnya lalu mengambil buku dan pulpen berjalan ke arah kamar yang di tempati oleh suaminya. Nadia duduk di depan pintu lalu menulis sesuatu di keras
...*mas aku tau kamu tidak menyukaiku dan lebih tepatnya membenciku setelah tau orang tau kandung ku*...
setelah menuliskan kata kata itu Nadia memasukkan kertas tersebut lewat bawah pintu dan Gio yang melihat sebuah kertas langsung mengambilnya dan membacanya
...*aku tau mungkin kamu tidak akan percaya apa yang aku katakan mas, bahkan aku tidak tau jika mama Merlin adalah mama kandungku bahkan sejak kecil aku tidak tau siapa kedua orang tuaku dan aku juga baru tau itu, mas mau percaya atau tidak itu hai mas*...
Nadia memasukkan kembali kertas itu dan Gio membacanya lagi
...*aku minta maaf apa yang sudah mamaku lakukan padamu dan juga keluarga mu mas serta aku juga minta maaf atas ayahku yang ikut andil menghancurkan keluarga mu, mungkin kata maaf saja tidak akan bisa membuat semuanya kembali sempurna*...
Nadia memasukkan kembali kertas itu dengan harapan suaminya membaca apa yang dia tulis
...*aku tau apa yang di lakukan mamaku membuat mas sulit untuk mempercayaiku jika aku tidak ikut dalam rencananya, aku perasaan mas saat tau di bohongi dan di bodohi selama bertahun tahun*...
Nadia menarik nafasnya saat akan melanjutkan apa yang dia tulis setelah memasukkan kertas tadi
...*mas boleh membenciku tetapi tolong jangan membenci anakku dia juga anakmu mas, jika mas takut anak ini muncul karena ingin menguasai harta milik mas maka jangan jadikan dia pewarismu mas dan aku yakin anak ini bisa mencari kesusksesan dia sendiri ketika dia dewasa tapi tolong jangan benci dia, aku hanya minta mas menjadi ayah dia yang baik ketika dia lahir, aku tidak masalah mas membenciku ataupun menceraikan aku setelah anak ini lahir dan mas bisa mewariskan harta mas pada anak mas dengan perempuan lain yang tidak ada hubungannya dengan orang yang telah menghancurkan keluarga mas*...
setelah menuliskan tulisan terakhir itu Nadia dengan tangan gemetar memasukan kertas itu, Nadia sudah mempersiapkan dirinya ketika Gio akan menceraikannya nanti karena Nadia yakin siapapun itu yang ada di posisi suaminya tidak akan bisa menerima orang yang berhubungan dengan orang yang telah menghancurkan Keluarganya.
deg
__ADS_1
di dalam ada Gio diam saat membaca bahwa Nadia tidak masalah jika harus di ceraikan olehnya, tangan Gio gemetar memegang kertas itu.