Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kesal


__ADS_3

" Marko mampir ke rumah kak Andra dulu ya". ucap Ana


"oke siap kak". jawab Marko


Marko mengemudikan mobilnya ke sebuah perumahan mewah, saat mobil itu memasuki rumah tersebut Ana menatap takjub rumah milik kakaknya itu. Ana langsung turun karena ingin bertemu dengan Tasya


ting


tong


ting


tong


Tasya yang berada di dapur segera membuka pintunya dan Tasya terseyum saat melihat Ana ada di depannya.


"akhirnya datang juga". ucap Tasya dan memeluk sahabatnya


"kenapa itu muka di tekuk". tanya Tasya tapi Ana malah menyerah syal kepadanya


"untuk apa syal ini". tanya Tasya dan Ana menunjuk leher Tasya yang terdapat tanda kemerahan, Tasya yang menyadari maksud Ana segera menutupi lehernya, Tasya merasa malu karena di sana bukan hanya Ana saja tetapi ada Marko


"ayo masuk kalian berdua". ajak Tasya dan mereka masuk.


"kakak ipar di mana kak Andra". tanya Marko


"ada di halaman belakang". jawab Tasya dan Marko menuju ke halaman belakang


"ini bukumu". ucap Ana sambil menyerahkan buku tersebut


"hey kenapa ini muka cemburut". tanya Tasya


Ana menghela nafasnya lalu menceritakan kepada Tasya bahwa buku yang sesuai dengan temanya sama sekali tidak ada di perpustakaan dan tugas yang di berikan pak Farhan harus di kumpulkan besok pagi jika tidak mengumpulkan maka harus mengerjakan di depan pak Farhan. Tasya tertawa mendengar cerita Ana


"jangan ketawa". ucap Ana dan melempari Tasya menggunakan batal sofa tetapi Tasya segera menangkap batal itu sebelum mengenai mukanya


"sudahlah An kan ada untungnya juga kamu tidak bisa mengerjakan, jadi kamu bisa berduaan dengan dosen tampan itu". goda Tasya


"hunny siapa yang kamu bilang tampan". tanya Andra saat mendengar Tasya menyebutkan kata tampan


Andra dan Marko bergabung bersama Tasya dan Ana yang berada di ruang tamu


"hunny siapa yang tampan". ulang Andra


"kak kau itu terlalu posesif sekali". ejak Ana saat melihat kakak langsung merangkul pinggang istrinya


"tentu saja hubby". jawab Tasya

__ADS_1


"Sungguh". tanya Andra dan di anggukan Tasya


"sebaiknya kalian berdua pulang". usir Andra


"kak aku baru sampai sudah di usir saja." protes Ana


"adik yang manja kami pengantin baru jadi kami butuh waktu untuk berduaan". ucap Andra


"iya bermesraan tapi ingat jangan sampai itu istri kakak kelelahan karena kebuasan kakak". jawab Ana sambil menarik Marko dan mengajaknya pulang.


"hubby kenapa mereka di suruh pulang". protes Tasya saat suaminya menutup pintu dan menguncinya


Andra langsung mengendong Tasya menuju kamarnya


"karena kita harus menumbuhkan anak anak yang lucu di perut mu". jawab Andra dan Tasya memukul dada suami, menurut Tasya Andra sudah menjelma menjadi suami yang mesum. Andra menurunkan Tasya di ranjang dan menarik selimut.


"tidurlah". ucap Andra yang mengajak istrinya untuk tidur siang karena Andra melihat Tasya yang masih lelah dan mengantuk.


Farhan sampai rumah senyum senyum sendiri dan ibunya yang melihat itu menghampiri anaknya itu.


"kenapa senyum senyum sendiri Han". tanya ibunya


"ma aku habis mengerjai tuan putri tulip ku". jawab Andra


Andra memberitahu ibunya bahwa dia menyembunyikan buku yang sesuai dengan tema tuan putri tulip karena dengan begitu Farhan punya alasan untuk berdua dengan Ana.


"Bu sebelum melamar Ana, Farhan harus menyelesaikan sesuatu dulu untuk melindungi orang orang yang Farhan sayangi dan cintai". jawab Farhan


"maafkan mama Han andai dulu mama bisa bertahan pasti tidak akan seperti ini". jawab ibunya dengan sendu


"ini bukan salah mama, dan Farhan janji akan bawa dia pulang". ucap Farhan


setelah mengatakan itu Farhan segera masuk ke kamar dan meletakan buku buku yang di ambilnya dari perpustakaan.


di perjalanan pulang Ana melihat seseorang yang mengalami kecelakaan. saat mobilnya berhenti Ana turun dan melihat siapa yang kecelakaan.


"Gio". ucap Ana


"bapak ibu ini teman saya ayo bawa ke mobil saya saja dan akan saya antarkan ke rumah sakit". ucap Ana


setelah Gio berada di dalam mobil Marko melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat. saat sudah berada di rumah sakit Gio langsung di tangani oleh dokter. Ana dan Marko menunggu di depan karena dokter melarang untuk masuk.


"kak aku belum pernah melihat teman kakak yang ini". ucap Marko


"dia baru pindah ke kampus ku". jawab Ana dan Marko hanya menganggukkan kepalanya.


setelah dokter keluar dari ruangan dan dokter mengatakan bahwa pasien tidak ada cidera serius. Ana masuk ke ruangan terdapat Gio yang menyadarkan tubuhnya di kepala brangkar rumah sakit. Ana melihat hanya kepala Gio yang di perban

__ADS_1


"terima kasih sudah menolong ku". ucap Gio


"sama sama, aku tidak tau keluargamu jadi aku belum menghubungi mereka untuk memberitahu bahwa kamu kecelakaan". ucap Ana


"aku sudah menghubungi keluargaku sebentar lagi mereka datang, hmmm boleh aku minta nomor telepon karena di kampus aku belum mengenal siapapun". minta Gio


Ana menganggukan kepalanya dan mencatat nomornya di ponsel Gio, setelah itu Gio menghubungi dan Ana menyimpan nomor Gio.


"oh ya jika nanti aku tanya tanya soal kampus tidak masalahkan". ucap Gio


"tidak masalah, aku malah senang bisa membantu". jawab Ana


Ana dan Marko berpamitan pulang, Gio terseyum setelah ke pergian Ana. Gio menatap langit langit rumah sakit dan memikirkan sesuatu


ting


*om Yuda*


om sarankan lebih baik kamu mengajukan kerja sama di bidang kecantikan, karena Alex akan membuat brand baru dalam produk kecantikan, kamu bisa mengajukan kerja sama dalam pemasarannya


Gio membaca pesan dari om Yuda dengan terseyum karena Gio sangat mahir dalam pemasaran.


^^^*Anda*^^^


^^^siap om Gio akan siapkan propsol pengajuan kerjasamanya^^^


*om Yuda*


semoga propsol yang kamu buat bisa membuat Alex tertarik untuk bekerja dengan mu


setelah membaca pesan Andra menghubungi seseorang bahwa dia akan pulang besok pagi. dokter tadi sudah mengatakan bahwa dia di perbolehkan pulang besok


"aku harus menyiapkan proposal seng sebaik mungkin agar bisa bekerjasama dengan perusahaan om Alex". monolog Gio


Ana yang sudah sampai rumah menuju ke dapur untuk mengambil camilannya. Ana mengirimkan pesan kepada teman temannya, menanyakan apa ada yang punya buku sesuai dengan tema milikinya dan Ana mencengkram gelas saat semua temannya tidak memiliki buku tersebut.


"auwh". ringis Ana saat tangan terluka karena gelas yang dia genggam tadi pecah.


"kenapa tanganmu bisa terluka Ana". tanya Laura saat memasuki dapur


"gelasnya pecah ma". jawab Ana


Laura mengambil kotak obat dan mengobati tangan putrinya yang terluka


"makanya jangan ceroboh Ana". ucap Laura


"gelasnya aja yang tidak kuat di pegang saja langsung pecah". Ana menyalahkan gelasnya padahal dia yang terlalu erat saat memegangnya.

__ADS_1


__ADS_2