Tuan Mafia

Tuan Mafia
Meninggalnya Bagaskara


__ADS_3

satu minggu kemudian


di sebuah pemakaman terdapat orang orang yang berpakaian hitam menyaksikan sebuah jasad di masukkan ke liang tanah dan di tutupi dengan tanah sehingga berbentuk kuburan. setelah itu satu keluarga menaburi bunga di atas tanah dengan wajah penuh kesedihan. Mex mengusap nisan yang tertulis Bagaskara. Alex mengusap pundak Mex untuk menenangkan Mex, Alex tau Mex tidak menangis tapi hatinya terasa sakit.


"Mex masih ada kakak". Alex mendekap tubuh sang adik, dia tau Mex memang nakal tapi dia juga perasa.


"kenapa ayah secepat ini Meninggalkan kita".


Laura hanya menatap mereka sendu, semua orang sudah meninggal makam tersebut, kini tinggal mereka bertiga, air hujan turun membasahi seakan tau kesedihan mereka.


setelah sampai di rumah Mex langsung masuk ke kamar sang ayah, banyak kenangan di kamar ini untuk dirinya bersama ayahnya. Mex merebahkan tubuhnya di ranjang sang ayah.


Mex masih ingat saat ayahnya mengembuskan nafasnya untuk terakhir kali, awalnya Mex dan Alex bahagia saat Bagaskara membuka matanya, ternyata Bagaskara hanya berpamitan untuk terakhir kalinya dan Mex masih ingat ayahnya mengucapkan "jadilah laki laki yang bertanggung jawab dan kalian harus saling menjaga" setelah mengatakan itu Bagaskara menutup matanya.


flashback on


saat Mex masih berumur enam tahun sang ayah pulang membawa anak laki laki, dan saat Bagaskara mengatakan bahwa Alex adalah kakaknya Mex sangat bahagia karena selama ini dia hanya bermain sendirian. Bagaskara sangat menyayanginya, Bagaskara selalu bercerita bahwa dia mempunyai seorang kakak yang membuat Mex ingin bertemu dengan kakaknya dan hari itu dia sangat bahagia bisa bertemu dengan Alex.


saat Mex terjatuh dari tangga Bagaskara langsung pulang dan membatalkan pertemuan, saat Bagaskara bertanya kepada Mex kenapa bisa jatuh dari tangga dia hanya mengatakan terpeleset, Alex yang ingin mengatakan bahwa ibunya yang mendorong tapi Mex memberi isyarat jangan katakan yang sebenarnya.


Bagaskara berperan baik sebagai ayah dari dua orang anak, Bagaskara tidak pernah membedakan di antara mereka, selalu memberikan yang terbaik untuk mereka.


saat Mex ingin belajar menembak Bagaskara mengajarinya dengan telaten


"ayah ini bagaimana menggunakan". tanya Mex kecil


"seperti ini Mex". Bagaskara mencontoh dengan baik


dor


satu tembakan tepat mengenai sasaran, lalu Mex mencobanya dan gagal, Bagaskara terseyum dan mengatakan


"jangan menyerah, ayo lakukan lagi". lalu Mex memfokuskan bidikannya


dor

__ADS_1


dor


dua kali menembak hanya satu yang mengenai sasaran


"bagus Mex, Mex harus rajin berlatih". Bagaskara berbicara dengan lembut


"Alex sini". Alex langsung menghampiri ayahnya dan Mex, lalu Bagaskara mensejajarkan tubuhnya dengan kedua anaknya.


"dengarkan ayah, jika kalian sudah dewasa, Kalian harus saling menjaga jangan sampai terpecah belah, jika ada yang berusaha mengadu domba Kalian , kalian harus mencari kebenaran terlebih dahulu, mengerti". kedua anak itu menganggukan kepalanya dan Bagaskara memeluk mereka.


flashback off


Alex dan Laura juga masuk ke kamar mereka dengan pikirannya masing masing. saat sampai di kamar Laura duduk di samping suaminya


"Lex aku tahu kamu bersedih atas kepergian ayah, tapi jangan sampai berlarut-larut, jika kamu seperti ini siapa yang akan menguatkan Mex, aku melihat dia begitu rapuh walaupun dia tidak menagis di depan kita". Laura menjelaskan dengan memegang tangan Alex dan Alex langsung memeluk Laura


"kamu benar baby, aku harus kuat". Alex menenggelamkan kepalanya di pundak Laura.


💙💙💙💙💙


di tempat lain sepasang suami istri sedang berada di mall, hari ini Delon mengajak Lisa jalan jalan, Lisa sangat senang atas ajakan Delon. mereka berdua kini berada di sebuah cafe karena Lisa yang menginginkan jus tomat. saat jus itu sudah dihadapannya, Lisa langsung menyeruput. Delon terseyum samar saat melihat rona kebahagian dari wajah Lisa yang sudah tidak pucat lagi. tanpa sadar Delon mengusap kepala Lisa dan Lisa merasakan kehangatan dengan perilaku Delon.


"kamu ingin kemana lagi". tanya Delon


"hmmm". Lisa sedang berpikir sambil mengetukkan jarinya di dagunya


"mau ke panti boleh, sudah lama aku tidak kesana".


"boleh". jawab Delon singkat


Delon mengajak Lisa ke supermarket untuk membeli beberapa makanan untuk di berikan kepada anak anak panti.


"mas ternyata kamu orang yang baik, tanpa aku minta kamu berinisiatif untuk membelikan mereka makanan". monolog Lisa sambil memperhatikan Delon yang sedang memilih beberapa makanan, saat sudah satu troli penuh Delon membayar belanjanya.


saat sampai di panti, Lisa langsung menghampiri anak anak yang sedang bermain, mereka yang melihat Lisa datang langsung menghambur ke pelukan Lisa sedangkan Delon membawa makanan yang mereka bawa.

__ADS_1


"aku kangen kak Lisa".


"kak Lisa juga kangen kalian" jawab Lisa dengan antusias


"anak anak kami bawa makanan untuk kalian"


mereka membagikan makanan ringan kepada anak anak panti.


"ada tamu". sapa ibu panti


"ibu". Lisa langsung memeluk ibu panti.


mereka mengobrol dengan ibu panti tersebut dan menyerahkan beberapa belanjaan, setelah berbincang ringan ibu panti meningalkan mereka berdua karena harus mengantarkan salah satu anak panti yang ikut lomba membaca puisi. Delon mengahampiri anak anak yang sedang bermain dan Lisa yang merasa sedikit lemas hanya melihat mereka dari ayunan yang dia duduki


"mas aku sangat senang melihatmu tertawa bebas seperti ini, aku yakin ini adalah sikap dan sifat mu yang sebenarnya, kedinginan yang kamu tunjukkan kepadaku pasti karena kamu mencintai Laura". Lisa mengusap perutnya dengan lembut


"kak Lisa ayo main"


"kalian saja , kakak lihat dari sini saja". jawab Lisa


Delon mengahampiri Lisa yang sedang duduk


"kenapa". tanya Delon


"tidak papa mas hanya sedikit lelah saja, tapi mas tenang saja setelah istirahat aku pasti baik baik saja, bermainlah bersama mereka". jawab Lisa dengan terseyum agar Delon tidak khawatir dengannya.


lalu beberapa anak anak menarik tangan Delon dan mengajaknya bermain bola. Delon yang menyukai sepak bola berantusias dan tertawa riang bersama mereka. Lisa merekam mereka lalu mengirimkan Vidio itu kepada mama Ayu


*Mama*


ma lihat mas Delon tertawa, aku bahagian bisa melihat tawa mas Delon


mama Ayu yang menerima sebuah video dari Lisa langsung melakukan panggilan video


"hallo ma". jawab Lisa

__ADS_1


"Lisa mama ingin Lihat Delon bermain bersama anak anak". mama Ayu sangat antusias saat melihat anaknya kembali seperti dulu


Lisa mengarahkan kamera kearah Delon dan bersama anak anak, mama Ayu terseyum saat melihat interaksi Delon terhadap anak anak panti.


__ADS_2