Tuan Mafia

Tuan Mafia
Sumber Kebahagiaan


__ADS_3

Alex bangun lebih dulu dari Laura, Alex tersenyum saat Laura memeluknya dengan erat, pelan pelan Alex mengangkat tangan Laura yang melingkar di perutnya dan menaruh kepala Laura di banyak. Alex memandangi wajah Laura yang sangat manis baginya dan pipi chubby sungguh menggemaskan. Alex mencium kening Laura dan Alex melihat kearah perut Laura dan menyingkap baju Laura kemudian mencium perut Laura.


"diam diam di sana ya, jangan buat mamamu mual agar keberadaanmu baik baik saja" Alex berbicara di depan perut Laura dan menutup baju Laura, Alex turun dari ranjang rumah sakit.


drt


drt


drt


tertata nama ayah Bagaskara, Alex langsung mengangkat panggilan tersebut


"hallo yah". jawab Alex


"bagaimana keadaan menantuku Lex, aku dengar Laura keguguran". tanya Bagaskara di seberang telepon


"ayah tenang saja , semuanya baik baik saja". jawab Alex dari sebrang telepon Bagaskara merasa lega saat Alex mengatakan baik baik saja berarti Alex merencanakan sesuatu.


"jaga menantuku dengan baik". perintah Bagaskara


"tanpa ayah minta aku akan menjaganya yah".


"ya sudah ayah harus mengurus beberapa berkas, Lex apa Jhon ada disana". tanya Bagaskara


"tidak yah, apa Jhon tidak bersamamu yah"


"tadi Jhon izin mencari makan tapi belum kembali juga"


"ayah tunggu saja mungkin Jhon memang sedang makan"


mereka membahas soal perusahan yang sedikit menurun karena Alex selama satu bulan tidak pernah pergi ke kantor mau ke markas D'devil, sehingga membuat beberapa perusahaan yang bekerja sama membatalkan kerjasama, tapi Alex sudah memberi tahu mereka beberapa hari kedepan akan ada pertemuan meeting dan alasan Alex tidak masuk ke kantor selama satu bulan. setelah selesai berbicara dengan ayahnya Alex keluar meninggalkan Laura yang sedang tertidur dan menuju ke ruangan dokter Salla.


"sore dok". sapa Alex


"sore tuan Alex silahkan duduk".


"saya ingin bertanya keadaan istri saya".


"keadaan nyonya Laura baik baik saja, lihat ini tuan". dokter Salla menunjukkan hasil USG yang mereka ambil saat Laura masih pingsan setelah di beri cairan penggugur kandungan


"di sini terdapat janin yang sebesar biji kacang kira kira, dan tuan tau di sini hanya tidak hanya satu tapi dua". beritahu dokter itu

__ADS_1


"dua". tanya Alex yang masih bingung


"iya tuan Alex, nyonya Laura mengandung bayi kembar". jawab dokter itu


"kembar, seriusan dok". tanya Alex dan di anggukan oleh dokter


"Selamat tuan Alex". dokter Salla terseyum saat melihat kebahagiaan di wajah tuan Alex


"keadaan janin sangat sehat walaupun cairan itu masuk ke dalam tubuh nyonya Laura".


dokter menjelaskan mengenai keadaan janin itu dan apa saja yang boleh di lakukan dan tidak di lakukan semasa hamil muda, dokter Salla juga menjelaskan bahwa hormon ibu hamil bisa berubah ubah dan memberi nasihat kepada Alex untuk sabar menghadapi wanita hamil, Alex mendengarksn penjelasan dengan baik.


"nyonya Laura sudah di perbolehkan pulang tuan Alex".


"nanti sebelum kalian pulang saya akan memeriksa kondisi nyonya Laura lagi". sambung dokter Salla.


"lakukan yang terbaik dok dan ingat sembunyikan jika Laura masih mengandung". perintah Alex dengan tegas


"baik tuan, saya harap nyonya Laura akan dalam keadaan baik baik saja". jawab dokter salla


setelah itu Alex langsung kembali ke ruangan Laura , takut Laura sudah bangun kerena dia sudah terlalu lama meninggalkan Laura sendirian. saat sampai di depan pintu Alex mendengar suara seseorang menagis dan langsung membuka, Alex terkejut melihat Laura menangis dan menghampirinya.


"baby kenapa menagis". tanya Alex dan membawa Laura kedalam pelukannya


"sutttt siapa yang membuatmu menagis, apa ada orang yang masuk ke sini tadi baby". Alex menangkup wajah Laura


"kamu jahat". jawab Laura


"aku". tanya Alex terkejut


"i iya tadi saat aku bangun kamu tidak ada hiks, kamu meninggalkan aku hiks sendirian hiks hiks". tangis Laura semakin pecah


"hey hey baby aku tidak meninggalkanmu, aku sedang ke raungan dokter Salla untuk menanyakan kondisimu". jawab Alex dan menghapus air mata Laura


"ta tapi hiks tetap saja kamu meninggalkanku sendirian di sini". jawab Laura


"jangan tinggalkan aku lagi saat aku tidur hiks". sambung Laura


"baiklah baby aku tidak akan meninggalkanmu". jawab Alex


"sekarang makan ya dan setelah itu siap siap pulang, dokter sudah memperbolehkan pulang". Alex mengambil bubur yang ada di atas nakas

__ADS_1


"beneran udah boleh pulang". tanya Laura dengan antusias karena dia sudah bosan berada di rumah sakit


"iya". jawab Alex dengan menyodorkan sesendok bubur dan Laura memakan bubur itu, Laura menatap Alex dengan diam dan menikmati bubur yang Alex suapi untuk dirinya.


"ada dengan diriku, kenapa aku bersikap seperti ini apa aku mulai mencintai si tembok ini" monolog Laura dalam hati karena dia merasa aneh dengan sikapnya yang dia tunjukkan hari ini, tanpa Laura sadari dia sudah menghabiskan satu mangku bubur,. Alex terseyum saat Laura tidak sensitif dengan makanan dengan begitu Alex tidak perlu khawatir jika Laura dan janinnya kekurangan gizi.


"kenapa menatapku seperti itu hmmm". tanya Alex karena dari tadi Laura menatap


"tidak siapa yang menatapmu". jawab Laura dan memalingkan wajahnya.


ceklek dokter Salla masuk untuk memeriksa keadaan Laura sebelum pulang


"selamat sore tuan Alex dan nyonya Laura". sapa dokter Salla


"sore dok". jawab kompak Alex dan Laura


"saya mau memeriksa nyonya sebelum pulang".


dokter Salla memeriksa Laura dengan detail tanpa ada yang terlewat


"apa nyonya Laura merasa sesuatu". tanya dokter Salla


"tidak dok, hanya saja sering merasa lapar dan makan sangat banyak". jawab Laura


"itu tidak jadi masalah nyonya". jawab dokter Salla, tentu saja Laura akan makan banyak karena bukan hanya dia saja yang memakan makanan itu tetapi dua janinnya juga


"banyak istirahat ya dan jangan berhubungan badan dulu ya tuan nyonya" Laura langsung tersipu malu saat dokter Salla mengatakan itu dan mengingat malam di mana Alex menyentuhnya itu membuat Laura diam sekaligus meringis, malam itu Laura merasa kesakitan di bagian intinya dan badan terasa remuk saat bangun.


"baik dok". jawab Alex, Alex was was saat melihat ekspresi Laura setalah dokter mengatakan hubungan badan


"tidak perlu ada yang di khawatirkan, saya keluar dulu tuan nyonya untuk memeriksa pasien lain"


setelah dokter Salla keluar Alex menggenggam tangan Laura dan menciumnya.


"maafkan aku baby jika malam itu menyakitimu". Alex mencium tangan Laura


"aku tidak ingin malam itu terulang lagi". jawab ketus Laura


"maaf". hanya kata maaf yang keluar dari mulut Alex


"hmmm". jawab Laura dan Alex mencium pipi chubby Laura

__ADS_1


cup


"kalian sumber kebahagiaanku" monolog Alex dalam hati


__ADS_2