Tuan Mafia

Tuan Mafia
Satu Bulan Kemudian


__ADS_3

sudah satu bulan Alex mencari keberadaan Laura tetapi tidak ada hasil sama sekali, bahkan semua orang sudah dia suruh untuk mencari Laura tetapi tidak ada satupun yang mendapat informasi seakan akan mereka telah di bungkam untuk menutupi keberadaan Laura.


pagi ini Alex masih bergelut di bawa selimut rasa malas untuk bangun padahal jam sudah menunjukkan jam sembilan pagi, ini bukan kebiasaan Alex , Alex selalu bangun pagi bahkan jam enam pagi Alex telah siap. hari ini Alex merasa sangat nyaman berada di bawah selimut.


sedangkan Bagaskara dan Mex di bawah sudah menunggu Alex, bahkan saat sarapan mereka berdua tidak melihat Alex, bahkan Bagaskara sudah menyuruh pelayan untuk membangunkan Alex tetapi tidak ada hasil sama sekali, karena mereka sudah lapar akhirnya makan terlebih dahulu.


"Mex apa kakakmu belum bangun juga". tanya Bagaskara


"seperti belum yah, ini bukan kak Alex". jawab Mex


"Mex bangunkan kakakmu, dan suruh ke ruang kerja, ayah tunggu di sana". perintah Bagaskara


"baik yah". Mex bejalan ke kamar sang kakak, saat sudah sampai Mex hanya menggelengkan kepalanya saat melihat kakaknya masih tidur dengan nyaman tidak terganggu dengan sinar matahari yang masuk lewat celah horden jendela.


"kak Alex bangun". Alex tidak terganggu dengan suara Mex.


"kak Alex bangun". Mex berteriak, Karena Alex yang tidak bangun juga air Mex mengambil air yang berada di nakas


byur Mex menyiram Alex dengan air dan berhasil membangun Alex.


"Mex apa yang kamu lakukan". teriak Alex yang terkejut.


"kak Alex lihat jam sudah jam sembilan tapi Kaka belum bangun juga". Alex langsung melihat kearah jam dinding dan jendela, Alex terkejut karena dia bangun kesiangan


"lihat sebaiknya kakak rapihkan penampilan, jika kak ipar bertemu dengan kakak aku yakin akan takut dan tidak mengenali kak".


"di tunggu ayah di ruang kerja". setalah mengatakan itu Mex meninggalkan kamar kakaknya


Alex langsung berdiri dan melihat kecermin, terlihat jelas di wajah Alex tumbuh bulu bulu brewok yang tidak di terawat bahkan Alex sekarang tidak memperhatikan penampilannya, yang dia pikirkan hanya menemukan Laura, setelah bercermin Alex langsung mandi dan menemui ayahnya.


"ayah ada apa". tanya Alex saat sudah duduk di depan Bagaskara


"Lex sampai kapan kamu akan seperti ini bahkan sudah hampir satu bulan kamu tidak mengurus D'devil dan perusahan, kamu tau jika kamu terus seperti ini akan membuat Gunawan mudah menyerang kita, apalagi belum mengetahui siapa mata mata Gunawan". penjelas Bagaskara yang khawatir dengan kondisi Alex serta D'devil, Mex masuk dan mengunci pintunya


"kak jika kakak ipar jodoh kakak pasti akan di pertemukan kembali". Mex duduk di sebelah sang kakak


"Mex kakak sudah mencari Laura selama satu bulan ini, tapi mana tidak ada hasil sama sekali". jawab frutasi Alex


"mana kak Alex yang Mex kenal, kak Alex yang Mex kenal adalah orang yang tidak pernah menyerah".


"jadi sebaiknya kakak pikir pakai otak dan jangan terburu buru pasti akan tau dimana keberadaan kakak ipar". sambung Mex

__ADS_1


"Mex bagaimana seorang sudah menemukan siapa mata mata Gunawan". tanya Bagaskara


"belum yah, selama satu bulan ini Gunawan belum melibatkan secara langsung dengan mata mata itu saat ada pertemuan hanya lewat sambungan telepon saja bahkan hanya Gunawan dan dia". jawab Mex


"tetap hati hati Mex, suatu saat pasti mata mata itu akan menemui Gunawan". sambung Bagaskara


"lex kamu Kenapa" tanya Bagaskara


"tidak tau yah tiba tiba kepalaku terasa pusing" jawab Alex dengan memegang kepalanya


"sebaiknya kamu istirahat saja". ucap Bagaskara kepada Alex, akhirnya Alex kembali ke kamar Laura, semenjak Laura pergi Alex tidur di kamar Laura.


"yah sampai kak Alex akan seperti itu". tanya Bagaskara


"sampai Laura di temukan, rasa bersalah kepada Laura membuat Alex tidak bisa hidup damai sebelum menemukan Laura Mex". jawab Bagaskara.


setelah itu Mex turun kebawah untuk mengambil minuman karena merasa haus sedangkan Bagaskara pergi ke markas D'devil karena Bagaskara harus mengurus sesuatu agar tidak ada yang mempertanyakan tentang Alex yang sudah satu bulan tidak pernah ke markas.


"pagi tuan Mex". sapa Riko


"pagi Rik". jawab Mex


"sampai kapan kamu akan menyembunyikan kak ipar" tanya Mex


"iya Rik saya tau kamu yang membawa kakak ipar pergi dari sini". jawab santai Mex


"lihatlah sekarang keadaan kak Alex".


"maaf tuan Mex bukan saya tidak ingin memberitahu tentang keberadaan nyonya tetapi saat saya memberitahu keadaan tuan kepada nyonya, nyonya sama sekali tidak ingin tau bahkan nyonya meminta saya agar tidak memberitahu keberadaannya". penjelasan Riko


"ya pasti kakak ipar terlanjur sakit hati dengan kak Alex".


"kita kasih hukuman satu minggu lagi, setelah itu beri informasi keberadaan kakak ipar, biar mereka menyelesaikan masalahnya, dengan harapan kakak ipar bisa memberikan kesempatan kepada kak Alex".


"baik tuan, seminggu lagi saya akan memberikan informasi tentang nyonya". jawab Riko.


"bik "


"iya tuan"


"antar makanan ke kamar kak Alex ".

__ADS_1


"baik tuan". setelah itu bibi pergi menyiapkan makanan untuk Alex sedang Riko kembali pos jaga, pekerjaan di sini dia hanya sebagai sopir dan bodyguard Laura, saat Laura tidak ada dua kembali menjadi kepala keamanan di rumah Alex.


"tuan Mex".


"Jhon kamu gak ikut ayah". tanya Mex


"tidak tuan, saya di perintahkan untuk menjaga tuan Alex ". Mex hanya menganggukkan kepalanya


"tuan Mex , Kenapa tidak ikut tuan besar saja untuk mengantikan tuan Alex untuk sementara waktu hingga tuan Alex kembali lagi".


"Jhon aku tidak tertarik untuk urusan itu". jawab Mex dan meninggalkan Jhon , Mex langsung melaju motornya menuju ke apartemen untuk mengantikan identitas sebelum ke markas Start Black.


sedangkan di kamar


"tuan ini makanannya".


"letakan di situ saja bik". jawab Alex yang sedang bersandar di ranjang, lalu pelanyan itu meletakkan makanan tersebut dan meninggalkan Alex. Alex merasakan pusing yang semakin menjadi dan merasakan mual, Alex langsung menuju ke kamar mandi


huek


huek


huke


Alex memuntahkan cairan bening saat merasa mual, Alex memijat pelipisnya.


"sudah satu minggu seperti ini terus, sakit apa sebenarnya". monolog Alex


huek


huek


mual menyerangnya lagi, setelah benar benar tidak muntah Alex kembali menyandarkan tubuhnya di ranjang dan mengambil ponsel


"hallo tuan Alex" jawab dokter disebrang sana


"dok datang ke rumah sekarang". perintah Alex


"tuan Alex sakit". tanya dokter tersebut


"saya tidak tau dok sudah satu minggu selalu merasa pusing dan selalu muntah dok". alex menjelaskan keluhannya

__ADS_1


"baik tuan Alex , saya segera kesana". Alex mematikan sambungan teleponnya dan merebahkan dirinya ke ranjang.


__ADS_2