Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Masalah Parfum


__ADS_3

Arden yang baru sampai rumah bertepatan dengan Andra yang juga baru sampai di rumah Kedua orang tuanya dengan membawa beberapa barang barang miliknya dan juga Tasya.


"Kenapa itu muka kusut". tanya Andra saat melihat muka sang adik yang di tekuk


"mau menginap kak". bukannya menjawab pertanyaan dari Andra tetapi Arden malah melontarkan pertanyaan lain


"iya Tasya ingin menginap di sini". jawab Arden


mereka berdua masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar mereka masing masing. senyum Andra mengembang saat melihat istrinya yang sedang tertidur tetapi Andra mengendus endus aroma yang ada di dalam kamarnya. Andra mencoba mengingat aroma ini


"wangi tidak asing tapi dimana aku pernah menciumnya". ucap Andra sambil meletakkan barang barangnya saat itu juga Andra membeberkan matanya saat melihat parfum milik Arden berada di tangan istrinya yang sedang tertidur bahkan botol itu isinya tinggal setengah.


Andra menghembuskan nafasnya dan mengambil botol parfum itu dari tangan istrinya tapi saat itu juga Tasya langsung bangun dan memegang erat parfum itu.


"jangan di ambil, ini sudah jadi milikku". ucap Tasya


"itu punya Arden jangan bilang kamu mengambilnya dari kamar Arden hunny". tanya Andra dan Tasya mengigit bibirnya


"iya jangan marah ya , entah mengapa aku suka wanginya". ucap Tasya dengan mata yang sudah berkaca kaca karena takut suaminya itu marah


Andra langsung membawa istrinya ke dalam pelukannya, dan mengusap punggung Tasya


"anak papa ingin barang barang milik pamannya tadi malam mengambil mie milik paman dan sekarang parfum milik Paman, nanti kalau sudah gede jangan merepotkan pamannya". ucap Andra yang sudah berada di depan perut istrinya


"hubby kamu tidak marah kan". tanya Tasya


"tidak hunny karena kadang wanita hamil itu suka yang aneh aneh". jawab Andra


"kalau begitu hubby pakai parfum ini". minta Tasya dan menyemprotkan parfum itu ke badan suaminya


lagi lagi Andra hanya bisa pasrah dan jujur saja dia tidak menyukai wangi parfum milik Arden. setelah menyemprotkan parfum itu Tasya mengendus endus leher suaminya yang tentu saja membangunkan gairah Andra


"hunny jangan mencium ku seperti itu atau aku akan menerkam mu saat ini juga". ucap Andra dan menjauhkan kepala istrinya dari leher suaminya


"parfum ini wanginya lebih enak saat di pakai hubby di bandingkan Arden, mulai besok mas pakai parfum ini dan beli yang banyak ya". ucap Tasya dan menaik turunkan alisnya


"iya hunny". jawab Andra dengan pasrah

__ADS_1


sedangkan Arden yang ada di kamarnya belum menyadari jika parfum miliknya telah di ambil oleh Tasya. Arden masih memikirkan cara bagaimana meluluh hati ayahnya Anissa.


"membawakan buah gagal om Delon masih tidak suka dengan ku, pakai cara apalagi ya, apa aku tanya ayah saja". ucap Arden lalu berdiri dan masuk ke dalam ruang kerja ayahnya


Alex menatap putranya yang masuk ke ruangan dengan tiba tiba tanpa mengetuk pintu


"ada apa". tanya Alex saat melihat Arden yang sudah duduk di depannya


"mau tanya". jawab Arden


"tanya apa sehingga membuat mu masuk tiba tiba tanpa mengetuk pintu". ucap Arden


"dulu bagaimana cara ayah mendapatkan restu dari ayahnya mama". tanya Arden


uhuk


uhuk


Alex tersedak ludahnya saat putranya bertanya seperti itu, jika dia memberitahu sama saja dia membuka masa lalunya karena dulu dia bisa menikah dengan Laura dengan cara membantu perusahan Gunawan lalu menyerahkan putrinya sebagai ganti dan tidak mungkin Alex akan menyarankan menggunakan cara itu


"kenapa tanya seperti itu". tanya Alex


"ya siapa tau cara yang ayah gunakan bisa Arden gunakan untuk meluluhkan hati om Delon". jawab Arden


"ck masak sudah besar seperti ini tidak bisa memikirkan cara untuk meluluhkan hati calon ayah mertua". ucap Alex


"pikirin sendiri bagaimana caranya karena cara ayah sangat spesial dan tidak akan ayah beritahu ke orang lain walaupun itu anak saya sendiri". sambung Alex


"CK dasar pelit sudah berumur juga masih pelit". ejek Arden


"hey Arden kamu harus berjuang dan pikirkan bagaimana caranya meluluhkan hati calon ayah mertua mu karena cara orang lain belum tentu berhasil". ucap Alex


"sudah sana Keluar dan jangan ganggu ayah". usir Alex


"awas aku adukkan pada mama jika ayah tidak mau membantuku". ucap Arden lalu keluar dari ruang kerja ayahnya


"adukkan saja karena sejak kecil kamu sering mengadu pada mama mu bahkan mengambil waktu mama untuk ayah, dasar pengganggu". teriak Alex

__ADS_1


Alex mengusap dadanya karena Arden tidak mendesaknya untuk memberitahu caranya.


"semoga saja itu anak tidak bertanya pada mama bagaimana cara aku bisa menikahi Laura". monolog Alex dan melanjutkan memeriksa berkas berkasnya yang dia bawa pulang tadi


Arden lebih memilih masuk ke kamarnya dan saat melihat ke arah meja Arden tidak melihat parfumnya.


"perasaan tadi pagi aku letakkan di sini". ucap Arden dan mencari parfumnya di sekitar meja tersebut tetapi hasil tidak ada


"kenapa tidak ada, apa mama yang memindahkan parfumnya tetapi di letakkan di mana". monolog Arden


"aishh ini pasti mama yang memindahkan karena mama yang sering membereskan kamarku". ucap Arden


Arden Keluar dari kamar dan mencari mamanya, Arden langsung menuju halaman belakang karena di jam segini mamanya sedang merawat tanamannya.


"mama". panggil Arden


"ada apa". jawab Laura yang masih memotong daun di bunga mawarnya


"mama memindahkan parfum Arden ya". tanya Arden


"parfum, tidak hari ini mama belum masuk ke kamar mu". jawab Laura yang masih fokus ke tanaman


"tapi parfumnya tidak ada ma dan itu yang masih baru yang lama sudah habis , Arden cuman punya stok itu aja ma". ucap Arden


"mungkin kamu lupa naruhnya". ucap Laura dan membalikkan badannya


"tidak tadi pagi aku letakkan di meja dan tadi aku lihat sudah tidak ada". jawab Arden


"ya sudah beli lagi saja". ucap Laura dan meninggalkan putranya karena malas menjawab pertanyaan yang akan di lontarkan oleh putranya karena jika barang miliknya hilang maka urusannya panjang bisa satu rumah ini harus mencarinya sampai ketemu


Arden kembali ke dalam rumah dan saat berpapasan dengan Andra, Arden menghentikan langkahnya dan mencium bau yang di kenal.


"kak ambil parfum ku ya". ucap Arden


"nanti aku belikan yang baru tadi parfum mu di ambil Tasya karena keponakan mu menginginkan parfum mu". jawab Andra dengan santai dan wajah Arden sudah menatap Andra dengan tajam


"jangan marah keponakan mu yang mau". ucap Andra dan langsung meninggalkan Arden karena dia masih disana yang ada bisa bertengkar saat waktu dulu Mereka masih kecil ketika Andra mengambil mainan Arden

__ADS_1


__ADS_2