
Sedangkan Arden yang berjalan keluar rumah sakit berpapasan dengan Yusuf berjalan tergesa gesa, Arden menatap punggung kokoh itu kemudian berjalan menuju ke mobil dan saat akan mengambil kunci mobil bersama dengan kalung milik Anissa.
"kenapa tadi tidak aku kembalikan saja". monolog Arden dan saat akan melangkah masuk Arden menghentikan langkahnya dan segera masuk ke dalam mobil
"aku pulang besok besok saja jika bertemu dengannya lagi". monolog Arden lalu memasukkan ke kalung ke dalam saku dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit itu.
Yusuf yang sudah sampai di depan ruangan Anissa yang di rawat menarik nafasnya, saat tadi om Delon memberikan kabar jika Anissa masuk rumah sakit membuat langsung terkejut dan Delon langsung berpikir pasti karena makanan yang dia bawa tadi. secara perlahan Yusuf membuka pintu itu.
"sore om Tante". sapa Yusuf
"sore". jawab Delon dan Lisa bersamaan
"Anissa kamu baik baik sajakan". tanya Yusuf saat sudah berada di samping berangkar Anissa
"aku baik baik saja hanya butuh di rawat satu hari saja". jawab Anissa
"om Tante maafkan saya karena saya Anissa masuk rumah sakit". ucap Yusuf
"maaf untuk apa". tanya Delon
"maafkan karena saya memberikan makanan pedas pada Anissa karena saya tidak jika Anissa tidak bisa makan pedas". jawab Yusuf
"sudah tidak apa kamukan tidak tau". ucap Delon sambil mengusap bahu Yusuf
"tidak apa apa bagaimana mas, dia sudah membuat Anissa seperti ini". ucap Lisa
"sayang diakan tidak tau jika tau dia tidak akan memberikan makanan pedas". ucap Delon
"jika memang dia tidak tau bisa tanya dulukan pada Anissa ataupun pada orang tuanya, bagaimana jika makanan pedas itu membuat keadaan Anissa parah seperti waktu Anissa berumur tujuh tahun". ucap Lisa sambil mengebu gebu karena dia selalu memperhatikan Anissa makan dan selalu mengingatkan pada Anissa jangan makan pedas dan seenaknya orang lain membrikan makanan itu
"maafkan saya Tante , seharusnya saya tanya terlebih dahulu". ucap Yusuf
"sayang sudah ya ini di rumah sakit jangan membuat keributan ya dan Yusuf juga sudah meminta maaf". ucap Delon sambil mengusap bahu istrinya agar istrinya tenang
"sayang sebaiknya kamu pulang ya kasihan baby Farhat di rumah bersama bubuk biar mas saja yang menjaga Anissa di sini". ucap Delon
"baiklah dan perhatikan makanan yang di makan Anissa". jawab Lisa
"Anissa mama pulang dulu dan ingat jangan makan yang pedas". ucap Lisa sambil mengusap kepala putrinya
__ADS_1
"iya ma, sebaiknya mama pulang kasihan baby Farhat". jawab Anissa
Delon mengantar Lisa sampai depan, sedangkan di ruangan itu terjadi keheningan
"Anissa kamu benar baik baik sajakan". tanya Yusuf yang masih terlihat khawatir
"Yusuf aku baik baik saja dan jangan merasa bersalah seperti itu". ucap Anissa
"sejak kapan kamu tidak bisa makan pedas seperti ini". tanya Yusuf
"aku tidak tau tapi saat umurku tujuh tahun waktu itu aku makan bakso yang sangat pedas sehingga membuat ku di larikan ke rumah sakit dan aku harus di rawat selama satu bulan Karena aku sangat lemah dan tidak bisa menerima makanan, dan saat itu dokter melarang ku makan pedas dan pernah sekali aku diam diam makan pedas lagi dan aku sakit perut, dan mulai saat itu mama selalu mengawasi yang aku makan dan saat sekolah aku di bawakan bekal saja dan tidak di beri uang jajan agar tidak jajan sembarangan". jawab Anissa sambil tersenyum
"maaf sekali lagi". ucap Yusuf
"apa kamu sudah selesai mengajar dan siapa yang memberitahu jika aku masuk ke rumah sakit". tanya Anissa
"tadi saat aku mengajar om Delon menelpon ku dan saat itu juga aku mengakhiri pembelajaran karena aku langsung berpikir bahwa kamu masuk rumah sakit karena makan yang aku bawa". jawab Yusuf
"dan ternyata benar sekarang keadaan seperti ini". sambung Yusuf dengan sendu
"sudah aku katakan aku baik baik saja". ucap Anissa
"sebaiknya aku tinggal mereka berdua agar leluasa berbicara dan semoga mereka nyaman dan tumbuh rasa cinta, jika aku lihat Yusuf mencintai Anissa dan semoga saja Anissa juga bisa mencintai Yusuf sehingga mereka bisa menikah". ucap Delon lalu berjalan menuju ke kantin rumah sakit
"ayah kemana kenapa lama sekali". monolog Anissa dalam hati dan mulai merasa bosan karena di tinggal bersama Yusuf
"aku lihat temanmu itu tidak menyukaimu". tanya Yusuf saat mengingat seorang perempuan yang menghampiri mereka di parkiran dan mencoba mempermalukan mereka di kelas
"maksudnya Bunga, anaknya memang seperti itu". jawab Anissa
"apa dia seperti itu di semua temannya". tanya Yusuf lagi yang mencoba untuk akrab pada Anissa
"tidak semua dia seperti itu pada orang tertentu saja". jawab Anissa sambil melihat jam sudah hampir tiga puluh menit ayahnya belum kembali
"orang tertentu maksudnya". tanya Yusuf lagi dan Anissa mulai jengah dengan pernyataan Yusuf
"kamu pernah kuliahkan dan aku rasa hal seperti ini sudah biasa di dunia perkuliahan jadi tidak perlu aku jelaskan kamu sudah tau Yusuf". jawab Anissa
"Yusuf bisa minta tolong ambilkan ponselku". ucap Anissa dan Yusuf langsung mengambil ponselnya Anissa yang terletak di atas meja
__ADS_1
"terima kasih". ucap Anissa saat menerima ponsel tersebut
Anissa menghubungi ayahnya, panggilan pertama tidak di angkat oleh ayahnya dan saat panggilan ke lima Anissa senang akhirnya di respon oleh ayahnya
"ayah kenapa lama sekali apa ayah juga ikut pulang". ucap Anissa
"sebentar lagi ayah kesana Anissa, sebaiknya kamu mengobrol dulu dengan Yusuf, ayah masih ada urusan". ucap Delon di sebrang sana
"urusan apa ayah". tanya Anissa
"sudah kau tidak perlu tau ini demi masa depan". jawab Delon
"tapi ayah sudah lama sekali jika ayah tidak segera kemari aku akan telepon mama". ancam Anissa langsung mematikan sambungan teleponnya
di dalam hati Anissa merasa ayahnya sengaja meninggalkan dirinya bersama Yusuf. sedangkan Delon yang berada di kantin langsung menuju tempat putrinya di rawat setelah mendengar ancaman dari putrinya
"bisa gawat jika Anissa benar benar mengadu pada Lisa bisa di interogasi aku oleh Lisa dan otomatis aku tidak bisa memeluknya saat tidur". ucap Delon sambil melangkah kakinya
Anissa tersenyum saat melihat ayahnya masuk, sebuah ancaman membuat ayahnya segera kembali, sejak kecil Anissa selalu menggunakan mamanya agar ayahnya menuruti kemauan entah kenapa Lisa merasa ayahnya sangat takut pada mamanya.
"maaf ya Yusuf om tinggal lama". ucap Delon
"tidak apa apa om, berhubungan om sudah ada di sini saya pamit mau pulang". ucap Yusuf
"oh ya hati hati ya". ucap Delon
"iya om, Anissa aku pulang dulu". ucap Yusuf
"iya". jawab singkat Anissa
setelah kepergian Yusuf Anissa menatap ayahnya
💙💙💙💙
pokoknya jangan lupa tinggalkan dukungan
yuk mampir di karya kak "Melisa" judul " Pelabuhan Terakhirku ( Kamu Bukan Pembawa Sial) " cusllah langsung meluncur baca
__ADS_1