
bruk Arden menghentikan langkahnya saat seorang perempuan jatuh di depannya dan terkejut saat tau siapa yang terjatuh di depannya
"auwh". ringis gadis itu saat merasakan sakit di pinggangnya karena terjatuh dengan posisi duduk
"Anissa". ucap Arden lalu jongkok untuk membantu Anissa untuk berdiri
"mana yang sakit". tanya Arden pada Anissa
"maaf mba saya lupa memasang tanda bahas lantai ini habis di pel". ucap seorang OB
"tidak apa apa mas saya yang kurang hati-hati". jawab Anissa
Arden membawa Anissa duduk di bangku yang ada di depan hotel itu.
"mana yang sakit". tanya Arden
"bagian pinggang yang sakit". ucap Anissa
Arden memerintahkan Anissa untuk membelakanginya dan Arden langsung memijat pinggang Anissa dan Anissa meringis
"pelan pelan sakit". ucap Anissa
Delon yang melihat putrinya bersama Arden langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri mereka tetapi langkahnya terhenti saat ada tangan yang memegangi bahunya. Delon menatap tajam Alex
"tidak perlu itu mata seperti itu". ucap Alex
Delon malas jika harus bertemu Alex dan melangkahkan kakinya untuk menghampiri putrinya tetapi Alex menahannya
"mau kemana". tanya Alex yang sebenarnya tau bahwa Delon akan menghampiri putrinya
"mengahampiri putrinya karena aku tidak mau putriku bersama putramu". ucap Delon dan Alex mengelengkan kepalanya saat mendengar perkataan Alex
"kenapa kamu melarangnya". tanya Alex
"karena aku tidak ingin Putriku dekat dengan anak dari perebutan tunangan orang". jawab Delon
"berarti selama ini kamu belum bisa melupakan Laura". tanya Alex
"dengar Delon saya tau kamu marah dengan mu tapi jangan kamu libatkan marahmu pada anak anak karena mereka tidak tau masalah kita". ucap Alex
"jadi biarkan mereka dan belum tentu mereka berjodoh". sambung Alex
__ADS_1
"justru itu karena aku tidak ingin mereka berjodoh makanya aku melarangnya dari sekarang dan aku tidak ingin menjalani kekeluargaan dengan mu". ucap Delon dan meninggalkan Alex
dengan langkah lebar Delon menghampiri mereka berdua
"jauhkan tangan mu dari putriku" ucap Delon dan Arden langsung menghentikan pijatannya
"maaf om saya hanya menolong Anissa tadi dia terjatuh dan mengeluh pinggangnya sakit". jawab Arden
"Anissa ayo pulang". ucap Delon dan menarik tangan Anissa sedangkan Anissa mau tidak mau mengikuti langkah ayahnya karena ayahnya memegang tangan Anissa dengan erat
"seperti butuh usaha keras untuk mendapatkan restu dan ayah yakin putra ayah ini tidak akan mudah menyerah karena hatinya sudah terpaut oleh gadis itu". ucap Alex lalu meninggalkan Arden begitu saja
Arden masih diam karena sikap dari ayah Anissa tadi
"kamu lihatkan om Delon itu tidak menyukaimu jadi sebaiknya kamu dan Anissa putus saja karena Om Delon lebih setuju dengan ku". ucap Yusuf yang sudah berada di belakang Arden
"hmmm begitu ya tapi bagaimana kalau Anissa itu di takdir dengan ku walaupun ada seribu orang yang menghalangi kami bersama itu tidak akan bisa merubah takdir kami tuan Yusuf yang terhormat". ucap Arden
"percaya diri sekali mungkin kamu boleh bangga sekarang menjadi kekasih Anissa dan akan saya pastikan sayalah yang akan menjadi suaminya Anissa ingat itu karena om Delon tidak akan membiarkan Anissa menikah dengan mu". ucap Yusuf dengan percaya diri
"kita lihat saja nanti siapa yang akan menjadi takdir Anissa, aku atau kamu". ucap Arden lalu meninggalkan Yusuf begitu saja
"jika gadis itu jodoh mu maka dia akan bersama mu". ucap Alex
"ayah harap kamu jangan menggunakan cara yang salah untuk mendapatkan gadis itu". sambung Alex
sedangkan di mobil lain Anissa menghembuskan nafasnya dengan kasar saat ayahnya memarahinya
"sudah ayah katakan bukan untuk menjauhi Arden kenapa masih dekat dekat dengannya". ucap Delon
"ayah itu ada masalah dengan ayahnya Arden jadi janganlah ayah juga membenci anaknya". ucap Anissa.
"terus saja kamu bela kekasih mu itu". ucap Delon
"kekasih bohongan tepatnya". monolog Anissa dalam hati
"nanti malam Yusuf dan ayahnya akan datang untuk makam malam jadi ayah harap kamu tidak ketus pada Yusuf jika malam ini kamu buat ulah akan ayah nikahkan langsung dengan Yusuf". ucap Delon
"ayah Anissa sudah bilang tidak ingin di jodohkan, apa ayah sudah mencari tau dulu seperti apa Yusuf lagian ayah juga baru bertemu dengan Yusuf dan langsung menilainya baik, bagaimana jika Yusuf sudah mempunyai istri atau kekasih". ucap Anissa
"jangan mendebat ayah Anissa sejak kamu kenal dengan Arden selalu berani menjawab ayah". ucap Delon
__ADS_1
"ayah tidak perlu mencari tau tentang Yusuf karena ayah tau Amar pasti mendidik anaknya dengan baik". sambung Delon
"bagaimana jika mereka menipu ayah". tanya Anissa
"itu tidak mungkin karena ayah sudah berteman dengan amar sejak kecil". jawab Delon
Anissa menyandarkan tubuhnya di kursi sambil bersedekap dada, Anissa kesal karena ayahnya tetap kekeh untuk menjodohkannya dengan Yusuf tanpa mencari tau terlebih dahulu tentang Yusuf.
"bagaimanapun caranya aku harus bisa membawa Yusuf menjauh , aku harus menggunakan cara apalagi padahal aku sudah meminta Arden untuk menjadi pacar bohongan tetapi Yusuf sama sekali tidak berpengaruh atau mungkin karena baru beberapa hari saja dia melihat aku dan Arden pura pura mesra baiklah akan aku tunjukkan setiap hari sehingga membuatmu menjauh dariku". monolog Anissa dalam hati
Anisa menghembuskan nafasnya dengan kasar saat melihat Yusuf sudah ada di depan rumahnya, Anissa turun dari mobil langsung masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Yusuf
"Anissa jangan masuk dulu". cegah Delon
"Anissa harus beristirahat ayah karena nanti malam Anissa dan Arden akan kencan malam Minggu". jawab Anissa langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah
"Yusuf sudah lama di sini". tanya Delon.
"tidak om , Yusuf hanya ingin tanya saja pada om". ucap Yusuf
"Yusuf ingin tanya apa".
"maaf sebelumnya kenapa om tidak suka dengan kekasihnya Anissa padahal dia anak tuan Alex sang dewa bisnis jika Anissa menikah dengan kekasihnya saya yakin perusahaan om juga akan ikut terkenal karena Anissa menjadi menantu tuan Alex". tanya Arden
"kamu tidak perlu tau dan om minta sama kamu buat Anissa putus dari kekasihnya itu karena om tidak ingin mereka sampai ke jenjang pernikahan". ucap Delon
"saya akan melakukan itu om karena saya menyukai Anissa dan sejak kecil hatiku sudah terpaut pada Anissa saat ayah selalu menunjukkan foto Anissa yang om kirim ke ayah setiap satu bulan". jawab Yusuf.
"pokoknya bagaimanapun cara kamu harus bisa memisahkan mereka berdua". ucap Delon
tanpa mereka sadari Anissa menguping pembicaraan ayahnya dan Yusuf. Anissa memijat dahinya karena memikirkan ayahnya yang sangat ini dia menikah dengan Yusuf dan begitu bencinya dia pada Arden
"apa aku minta bantuan Arden saja untuk mencari tau tentang Yusuf dan keluarganya, aku hanya takut Mereka menipu ayah walaupun ayah dan om Amat berteman sejak kecil hanya saja mereka sudah lama tidak bertemu". monolog Anissa dan kembali ke dalam kamar.
💙💙💙
bagaimana part ini semoga suka ya
sambil menunggu update selanjutnya yuk mampir di karya kakak " Nurma Azalia " judul " Rahasia Istri Culunku"
__ADS_1