Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kebahagiaan seorang Ibu


__ADS_3

"Farhan". ulang Fatma menyebutkan Ana itu dan Fatma maju ke depan dan memegang badan dan wajah putranya yang terasa nyata saat itu juga air mata Fatma jatuh juga membahasi wajahnya


"Farhan ini benaran kamu kan ibu tidak mimpikan". tanya Fatma


"ini benaran Farhan ma". jawab Farhan lalu mengecup punggung tangan mamanya dan Fatma langsung memeluk putranya itu dengan erat sampai Farhan harus mengimbangi jika tidak bisa jatuh


"hiks hiks ibu bersyukur kamu masih Hidup nak". ucap Fatma dan melepaskan pelukannya tersebut dan melihat putranya menggunakan tongkat/kruk


"ibu sebaiknya sekarang kita masuk sebelum ada yang melihat Farhan". ajak Farhan


Fatma membantu Farhan masuk kedalam rumah dan membawa Farhan duduk di sofa kemudian Fatma mengunci rumah lalu menghampiri putranya itu.


"sekarang cerita sama ibu bagaimana kamu bisa selamat". tanya Fatma


Farhan menceritakan kepada ibu bahwa saat mobilnya terjun ke jurang dia melompat dari mobil dan tersangkut di pohon kemudian jatuh ke sungai. setalah itu Farhan tidak tau apa yang terjadi saat dirinya bangun sudah ada di rumah sakit dengan keadaan kaki yang tidak bisa di gerakan, Farhan bisa berada di rumah sakit karena seorang anak perempuan bernama Sandra menemukannya yang tidak sadarkan diri di pinggir sungai dan kebetulan ayah Sandra seorang dokter sehingga merawat Farhan yang mengalami koma selama satu bulan dan membantu Farhan untuk melakukan terapi agar bisa berjalan tapi sayang kaki yang sebelah kiri terdapat keretakan di tulangnya sehingga belum bisa di gunakan untuk jalan dan Farhan untuk sementara waktu mengunakan tongkat/kruk untuk membantunya berjalan.


air Fatma menetas saat mendengar apa yang dialami oleh putranya tetapi Fatma juga bersyukur putranya itu masih selamat dan hidup.


"ibu bersyukur nak kamu selamat karena ibu tidak punya siapa siapa selain kamu di rumah ini". ucap Fatma dan Farhan tersenyum


"Farhan tidak akan meninggalkan ibu sebelum membawa dia kembali". jawab Farhan sambil memegang kedua tangan ibunya


"Farhan sudah berjanji sama ibu untuk membawa dia kembali jadi Farhan akan melakukan apapun agar dia bisa berkumpul dengan kita". sambung Farhan


"selain membawa dia kembali Farhan juga harus melindungi putra tulip Farhan dan juga ibu karena Farhan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kalian bertiga". ucap Farhan lagi


"maafkan ibu sehingga membuat mu berada di situasi ini nak". ucap Fatma


"ibu tidak perlu meminta maaf". ucap Farhan


"tapi bagaimana kamu bisa menabrak pembatas jalan Farhan ibu tau kamu selalu berhati hati saat mengendarai mobil". tanya Fatma


"ada yang membuat rem mobil Farhan blong Bu". jawab Farhan


"apa wanita itu yang melakukannya". tanya Fatma dan Farhan menganggukan kepalanya sehingga membuat Fatma langsung mengepalkan tangannya, Farhan yang tau ibunya marah langsung mengusap punggung tangan ibunya

__ADS_1


"ibu jangan marah nanti menganggu kesehatan jantung ibu". ucap Farhan dan Fatma menarik nafasnya untuk menghilangkan amarahnya.


"Farhan lapar ibu masak apa, Farhan bosan makanan rumah sakit selama Farhan bangun dari koma hanya memakan makanan dari rumah sakit". ucap Farhan sambil mengusap perutnya sehingga membuat Fatma terkekeh


"tunggu di sini ibu buatkan makanan kesukaan mu". ucap Fatma lalu meninggalkan Farhan di ruang tamu


setelah kepergian ibunya untuk membuat makanan Farhan mencoba mengerakkan kaki kirinya tetapi dia merasakan linu dan sakit saat kaki itu bergerak.


"kenapa satu kaki harus mengalami keretakan, sabar Farhan pasti nanti bisa berjalan dengan normal lagi". monolog Farhan sambil melihat isi ruang tamu yang masih sama dan tidak ada perubahan sama sekali.


Farhan berjalan menuju dapur saat mencium bau makanan yang di buat ibunya dan Farhan yakin ini ibunya membuat ayam kemangi kesukaannya. saat Farhan sudah sampai di dapur ibunya sedang mengadu ayam kemangi


"duduklah nak sebentar lagi matang". ucap Fatma tanpa melihat siapa yang datang dan Fatma sudah hafal jika yang datang adalah Farhan karena sejak dulu jika dia memasak ayam kemangi Farhan selalu menghampirinya padahal ayam kemanginya sepenuhnya belum matang.


perut Farhan sudah keroncong saat mencium bau ayam kemangi itu, Farhan mengambil piring dan mengisinya dengan nasi sembari menunggu ayam kemanginya matang Farhan memainkan sendoknya. saat ayam kemangi sudah ada di depan Farhan langsung mengambil ayam tersebut dan memakannya bersama nasi dan Fatma yang melihat itu mengelengkan kepalanya. Fatma menyelesaikan membuat kue yang dia tinggal tadi sembari menunggu Farhan selesai makan. setelah selesai makan Farhan mengusap perutnya yang sudah kenyang.


"ibu masih suka bikin kue". tanya Farhan padahal Farhan sudah sering mengingatkan ibunya untuk berhenti jualan kue tetapi ibunya masih bersikeras menjual kue, Farhan sering mengatakan kepada ibunya bahwa gaji dari dosen dan penghasilan dari perusahaan cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.


"iya daripada ini hanya diam saja di rumah". jawab Fatma sambil membereskan peralatan kuenya


"ibu Farhan kerja dan berusaha keras untuk membangun sebuah perusahaan agar ibu bisa istirahat tapi kenapa masih berjualan kue". ucap Farhan


"sudah ibu jangan mengingat kejadian itu jika itu membuat ibu sedih". ucap Farhan


Fatma menyuruh Farhan untuk beristirahat karena Farhan yang baru saja keluar dari rumah sakit, Farhan menuruti ibunya itu karena dia merasakan tubuhnya yang lelah.


Ana yang baru saja keluar dari kamar mandi dan menemukan sebuah kertas di atas ranjangnya dan mengambil kertas itu dan membaca isinya.


...*jangan menunggu ku dan Jangan mengharapkan ku karena aku sudah bahagia. tertanda pangeran panda*...


setelah membaca surat itu Ana terdiam dan meremas surat itu.


"kenapa pangeran panda menulis itu padahal satu bulan yang lalu dia menyuruh ku untuk menunggunya, atau jangan-jangan satu bulan ini dia menemukan orang lain dan sekarang mengirim surat ini". monolog Ana


"benar kata mama seharusnya aku tidak mengharapkannya". sambung Ana

__ADS_1


Ana mengambil pakaiannya dan memakainya setelah memakainya Ana turun ke bawah, saat melihat kedua orang tuanya Ana menghampiri mereka.


"Ana ingin bicara sesuatu dengan ayah dan mama." ucap Ana


"bicara apa sayang". tanya Laura


"Ana sudah memikirkan soal lamaran Gio selama dua minggu ini". Ana menjeda ucapannya


"Ana menerima lamaran Gio ayah mama". sambung Ana, jawaban yang di berikan Ana membuat Laura sangat bahagia


"beneran sayang kamu menerima lamaran Gio". tanya Laura dengan senyum bahagia dan Ana menganggukan kepalanya


"Ana yakin dan tidak ada yang membuat Ana terpaksa menerima lamaran Gio." tanya Alex


"kamu itu apa apaan mas , orang anaknya menerima lamaran itu malah tanyanya seperti itu". ucap Laura sambil memukul lengan Alex


"bukan begitu maksudku, aku takut Ana menerima lamaran ini karena ada sesuatu yang memaksanya". ucap Alex


"sayang kamu tidak terpaksakan." tanya Laura dan Ana mengelengkan kepalanya


Ana melihat mamanya sangat bahagia saat dirinya menerima lamaran Gio


"mama sangat bahagia saat aku menerima lamaran Gio, semoga saja aku tidak salah mengambil langkah". monolog Ana


Jika Laura sangat bahagia beda halnya dengan Alex yang masih menatap tidak percaya kepada putrinya karena Alex tau bahwa putrinya masih mengharapkan kehadiran pangeran pandanya.


"mas cepat buruan kabari Gio bahwa Ana sudah menerima lamarannya". perintah Ana


"Ana yakin dengan keputusan Ana." tanya Alex sekali lagi


"mas Ana saja sudah memberikan jawaban kenapa masih bertanya lagi". ucap Laura


"baby diam, aku hanya ingin memastikan bahwa keputusan yang Ana ambil tidak ada keterpaksaan". ucap Alex dan Laura langsung cemberut saat Alex menyuruhnya diam


"Ana yakin yah karena selama dua Minggu ini Ana memikirkan keputusan Ana dengan matang". jawab Ana dan Alex menatap ke mata putrinya itu disana alex melihat masih ada sedikit keraguan

__ADS_1


"mungkin Ana belum mencintai Gio tapi Ana yakin seiring berjalannya waktu Ana bisa mencintai Gio". Ana menyakinkan ayahnya


"baiklah jika ini keputusan yang Ana ambil, ayah akan mengubungi Gio". ucap Alex dan Ana menganggukan kepalanya sendangkan Laura langsung terseyum bahagia


__ADS_2