
mobil yang di kendarai Alex sudah memasuki pekarangan rumah sedangkan Ana yang melihat mobil ayah segera melakukan motornya Melawati gerbang rumah dan memakirkan motornya di samping gerbang tetap di dekat kamarnya. Ana segera melepas helmnya dan menutupi motornya dengan daun. Alex langsung masuk ke rumah dengan buru buru. Laura terkejut saat melihat Alex sudah pulang.
"mas apa tidak jadi melakukan penyerangan". tanya Laura dan menghampiri suaminya
"Ana dimana". tanya Alex
"Ana ada di dalam kamarnya". jawab Laura
Alex langsung menaiki tangga menuju kamar Ana dan Laura menatap suaminya dengan bingung melihat Alex yang terburu buru menuju kamar putrinya
"apa Ana membuat kesalahan". guman Laura dan segara menyusul suaminya
sedangkan Ana masih berusaha menaiki tembok yang tinggi dan dia juga berusaha menghindari cctv agar dia tidak ketahuan oleh ayahnya.
"ini kenapa ayah bikin tembok tinggi sekali". umpat Ana.
setelah berhasil memanjat tembok yang tinggi Ana harus berjalan di batang pohon yang menuju ke kamarnya, secara hati hati Ana berjalan ke arah kamarnya dan bernafas lega saat sudah sampai di balkon, tetapi kemudian Ana membulatkan matanya saat ayahnya sudah membuka pintu kamarnya dan tidak mungkin dia masuk menggunakan pakaian yang sama.
"ayo ana berpikir". guman Ana
Alex yang sudah membuka pintu kamar Ana memandangi kamar Ana yang kosong dan Alex memijat hidungnya.
"mas ada apa". tanya Laura saat masuk ke kamar Ana
"apa Ana membuat kesalahan" tanya Laura lagi
"putri kita.."
ceklek
sebelum Alex menyelesaikan perkataannya pintu kamar mandi terbuka dan Ana keluar dari kamar mandi. Ana menatap kedua orang tuanya begitu juga Alex dan Laura menatap Ana.
__ADS_1
"yah ma ada apa". tanya Ana
"Ana kenapa mandi siang siang seperti ini". tanya Laura sedangkan Alex masih memperhatikan Ana
"gerah ma karena cuacanya panas sekali hari ini". jawab Ana dan kebetulan hari ini cuacanya sangat panas
"apa ada hal penting". tanya Ana lagi
"tidak ada ayah hanya ingin melihat Putri kesayangan ayah ini". jawab Alex sambil mengusap kepala Ana
"ya sudah ayah sama mama keluar dulu". Alex berbicara sambil tersenyum sedangkan Laura masih curiga dengan suaminya kenapa tiba tiba mencari Ana.
setelah kepergian kedua orang tuanya Ana bisa bernafas lega. tadi saat di balkon Ana memutus untuk memanjatkan atap dan masuk ke kamar mandi, untung balkon di kamar mandi Ana bisa di lepas dan di pasang. saat di kamar mandi Ana juga bersyukur karena ada pakaiannya yang tertinggal di kamar mandi dan Ana juga tidak lupa membasuh mukanya kemudian membasahi rambutnya.
"ayah benar benar curiga, aku harus berhati-hati dan bukannya ayah sudah tidak lagi di D'devil kenapa ada di sana, tadi aku juga dengan ayah mengatakan penyerangan berarti nanti malam ayah ikut". monolog Ana sambil menepuk jidatnya
"mampus aku harus berhati-hati , nanti malam jika bisa aki harus jauh jauh dari ayah". monolog Ana kemudian mendudukkan dirinya di sisi ranjang
"mas ada apa sebenarnya sepertinya kamu mencurigai Ana". tanya Laura
Alex menceritakan bahwasanya di D'devil sekarang ada seorang gadis yang memiliki kemampuan menembak jarak jauh dan gadis itu bernama Leonar dia memakai penutup wajah dan hanya matanya yang terlihat, dan Alex juga menceritakan jika Leonar bisa dekat dengan taiger, bahkan gadis itu memilik mata yang sama dengan Ana dan juga tinggi, bentuk badannya seperti Ana. dan itu sebabnya dia pulang untuk memastikan kecurigaannya. Ana tertawa mendengar cerita Alex
"mas mana mungkin itu Ana, Ana itu manja mas dia saja hobinya membaca novel dan tidak mungkin dia masuk ke D'devil, dan satu lagi anak anak kita tidak ada yang tau bahwa kamu seorang mafia". Laura berbicara sambil mengelengkan kepalanya
"sudah mas gadis itu bukan dia Leonar, aku mau masak dulu". Laura menepuk pundak Alex dan meninggalkan suaminya di kamar
Alex yang masih curiga masuk ke ruang kerjanya dan membuka laptopnya kemudian mengecek cctv yang ada di seluruh rumah itu, tidak ada tanda tanda Ana keluar, Vidio hanya menampilkan Ana yang masuk ke kamarnya sekitar dua jam lalu dan tidak keluar kamar setelah masuk. Alex tidak memasang cctv di kamar.
"tapi gadis itu benar benar mirip Ana, dari matanya bahkan tingginya tapi suaranya emang beda". Alex menyenderkan kepalanya di kursi kemudian memijat kepalanya.
"mungkin hanya perasaanku saja". monolog Alex kemudian berdiri dan meminta ruang kerjanya.
__ADS_1
hari sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Alex , Laura dan Ana makan malam dengan tenang, setelah makan malam Ana berpamitan dengan kedua orang tuanya untuk masuk kamar. Alex menatap punggung putrinya yang mulai menjauh
"hentikan kecurigaan mu mas aku yakin gadis itu bukan Ana". Laura berbicara sambil membersihkan sisa makanan yang ada di meja makan.
Alex akan pergi markas D'devil lagi tapi sebelum itu Alex memasuki kamar Ana lagi dan saat masuk Alex melihat Ana yang sedang membaca novel, setelah memastikan Ana ada di kamarnya Alex menutup pintu kamar Ana. setelah ayahnya menutup pintu Ana langsung mengambil boneka dan meletakan ke arah balkon kemudian menyelimuti boneka itu. Ana langsung masuk ke kamar mandi dan berganti pakaian.
"baby aku pergi dulu". pamit Alex dan mencium kening istrinya
"iya mas hati hati". jawab Laura.
mobil Alex meningalkan pekarangan rumahnya, Ana yang berada di atas atap melihat mobil ayahnya sudah pergi segera turun dari atap dan melajukan motornya menuju markas D'devil. Ana tersenyum saat dirinya lebih dulu sampai di D'devil, Ana segera bergabung ke anggota lainnya yang sudah berada di ruang perkumpulan. Alex masuk dengan gagahnya dan semua anggota memberikan hormat, lagi lagi saat Alex berjalan matanya melihat ke arah Leonar (Ana).
"kenapa ayah melihat ke arahku terus". guman Ana
Alex menjelaskan strategi yang akan mereka gunakan untuk melakukan penyerangan malam ini. Alex juga membagi tugas mereka masing-masing yang gunakan agar tidak ada korban dalam penyerangan ini. Ana menatap takjub kepada sang ayah saat menjelaskan strategi yang digunakan, tapi Ana sedikit tidak tenang karena dia bertugas bersama ayah yaitu sebagai penembak jarak jauh, gagal sudah niatnya yang ingin berjauhan dengan ayahnya.
"semoga saja ayah sudah tidak curiga". monolog Ana
sedangkan Marko dari tadi menyenggol lengan Ana, Ana menginjak kaki Marko
"aduh kenapa di injak". keluh Marko
"malam ini kakak harus hati hati karena kakak bertugas bersama paman". bisik Marko
Alex menatap ke arah Marko yang berbicara secara bisik bisik bersama Leonar. setelah para anggota mendapatkan tugas, mereka semua segera berangkat ke hutan yang berada ujung timur.
💙💙💙💙
Hay semua ada rekomendasi cerita lagi nih yang wajib kalian baca dan jangan sampai ketinggalan dan cerita ini sangat rekomedasi banget judul " My Beautiful Venus " karya "MinNami"
__ADS_1