
Abel tidak sengaja melihat cincin yang digunakan Andra sama dengan Tasya dan itu menimbulkan pertanyaan di benak Tasya.
"kak nanti pulang Tasya bareng ya". mohon Tasya dengan manja
"ada taksi atau grab punya ponselkan untuk memesannya". jawab ketus Andra dan mengandeng tangan Tasya sedangkan Tasya terkejut dengan tindakan Andra. Andra mengantarkan Tasya sampai di depan kelasnya.
"belajar yang rajin". ucap Andra dan Tasya menganggukkan kepalanya
saat Tasya masuk ke kelas dia melihat Ana yang sudah duduk dengan tenang di bangkunya.
"Ana kenapa tidak menunggu ku". rajuk Tasya
"kakak iparku, kamu punya suami jadi bisa berangkat bareng suamimu biar romantis". jawab Ana sambil tersenyum dan Tasya memukul lengan Ana.
saat Farhan menjelaskan materi Ana merasa ada yang aneh dengan dosennya itu, Ana merasa Farhan menatap terus seolah olah dirinya adalah buronan. Ana menyenggol lengan Tasya yang sedang fokus
"ada apa". tanya Tasya
"sya kamu merasa gak sih jika pak Farhan dari tadi melihat keisni". tanya Ana sambil berbisik
"enggak". jawab Tasya kemudian Tasya terseyum
"hayo Ana jangan jangan kamu suka sama pak Farhan kan sehingga kamu merasa pak Farhan melihat mu terus, hayo nganku". ejek Tasya sambil mengedipkan matanya
"mana ada". jawab Ana
"jika ingin ribut silahkan keluar dari kelas saya". Farhan berbicara dengan dingin sehingga membuat Ana dan Tasya langsung diam
"padahal matanya masih menatap ke papan tulis tapi tau saja aku mengobrol padahal juga tidak terdengar sampai sana". monolog Ana dalam hati
setelah pelajaran usai Ana dan Tasya menuju kantin dan memesan makanan tapi saat mereka sedang menikmati makanannya mereka, ada seseorang yang menumpahkan jus ke pakaian Tasya
"upsss sorry tidak sengaja". ucap Abel dan Tasya hanya melirik sekilas tapi Abel malah menyiramkan jus itu ke kepala Tasya
"Abel kamu apa apa ha". bentak Tasya
"santai dong jangan marah".
"ini hukuman buat kamu karena sudah berani berangkat bareng kak Andra". sambung Abel dan kemudian meraih tangan Tasya karena ingin mengambil cincin yang Tasya gunakan
__ADS_1
"lepaskan cincin ini sya". bentak Abel saat Tasya mengepalkan tangannya
"Abel ini cincin ku kamu tidak berhak melepasnya". sentak Tasya,
"aku berhak itu pasti cincin dari kak Andra jadi itu milikku". jawab Abel
"Abel kamu percaya diri sekali ya, padahal kakakku tidak pernah menyukaimu". potong Ana saat Abel ingin mengucapkan sesuatu
terjadilah keributan antara mereka bertiga di kantin itu karena Abel berusaha mengambil cincin Tasya sedangkan Tasya berusaha mempertahankan cincin itu karena menurut Tasya tidak baik jika cincin pernikahan sampai lepas dari jarinya dan Ana berusaha membantu Tasya untuk mempertahankan cincin itu.
plak
Ana terkejut saat tangannya tidak sengaja menampar seseorang dan lebih terkejut lagi saat yang dia tampar adalah dosennya pak Farhan, niat Ana ingin menampar Abel tetapi Abel menghindari Ana sehingga yang dia tampar adalah pak Farhan. ada dapat melihat raut kemarahan di wajah dosennya itu.
"ini apa apan , kalian bertiga berkelahi di kantin dam tidak malu di lihat semua mahasiswa dan mahasiswi". Farhan memarahi mereka dan mereka bertiga melihat kesekitar dan benar saja banyak pasang mata yang melihat mereka
"kalian ikut saya". perintah Farhan dan mereka mengikuti Farhan
sesampainya di ruangan Farhan menatap tajam ke arah mereka.
"jelaskan".
saat pintu terbuka mereka bertiga keluar dari ruang dosen Andra langsung menghampiri Tasya dan terkejut saat melihat baju dan rambut Tasya kotor
"sya ini kenapa". tanya Andra
"apa benar kak Andra dan Tasya sudah menikah". tanya Abel sebelum Tasya menjawab pertanyaan Andra
"iya aku dan Tasya sudah menikah, aku harap kamu jangan mendekati ku". jawab Andra
"kak sebaiknya kakak bawa pulang Tasya, lihat keadaannya". perintah Ana
Andra membawa Tasya menuju ke mobilnya, Abel menatap kepergian mereka dengan kemarahan.
"aku harap kamu jangan menganggu kakakku bel, masih banyak laki laki di luar sana". setelah mengatakan itu Ana meninggalkan Abel
saat sampai di mobil Andra mengelap wajah Tasya yang terkena jus, saat Andra akan mengelap tangan Tasya dia melihat jari Tasya yang memerah tepat di jari yang mengunakan cincin
"ini kenapa bisa memerah seperti ini". tanya Andra
__ADS_1
"tadi Abel berusaha melepaskan cincin ini secara paksa kak". Andra menghembuskan nafasnya saat mendengar jawaban Tasya dan mengambil salep yang ada di dasbor mobil untuk mengobati jari Tasya yang sedikit terluka dapat di pastikan itu karena cincin yang di paksa untuk di lepas. setelah mengobati luka itu Andra melajukan mobilnya.
Ana membuka mobilnya dan dia terkejut saat melihat boneka beruang berada di dalam mobilnya, Ana berpikir siapa yang bisa membuka mobilnya padahal sudah di kunci
ting
*boneka untuk mu manis*
Ana menghela nafasnya saat nomor itu mengirimkan pesan dan hadiah lagi
ting
*jangan di buang".
pesan masuk lagi saat dia akan membuang boneka itu dengan kasar Ana menutup pintu mobil dan membuka pintu yang di bagian kemudi lalu melajukan mobilnya
ting
*Gadis yang penurut*
Ana mengabaikan pesan itu dan tetap fokus menyetir, saat sampai lampu merah ada anak yang mengetuk kaca mobilnya dan anak menurunkan kacanya kemudian anak itu menyerahkan buket bunga tulip.
"ada titip untuk kakak cantik". ucap anak itu dan Ana menerima bunga itu
"dari si..". anak itu sudah menghilang saat Ana akan menanyakan bunga dari siapa
tin
tin
tin
lamunan Ana buyar saat mendengar suara klakson dari mobil lain, Ana melihat ke arah lampu yang ternyata sudah hijau, Ana seger melajukan mobilnya. Ana yang merasa bosan menghidupkan musik
"bagaimana manis suka dengan bunga dan bonekanya, aku akan selalu memberimu hadiah setiap hari manis". saat Ana menyalakan musik bukan musik yang berbunyi tetap suara seseorang sehingga membuat Ana mematikan musik itu dan untuk memastikan pendengarannya Ana mencoba menghidupkan musiknya lagi dan kali ini benar musik yang berbunyi.
"kenapa makin aneh seperti ini". monolog Ana
Ana menghentikan mobilnya di pinggir sungai, Ana turun dan membuka pintu sebelah dan mengambil boneka beserta bunga tulip itu, ana berjalan mendekati sungai tanpa banyak pikir Ana langsung membuang boneka dan bunga itu. saat Ana kembali ke mobil dia menemukan kertas yang di tempel di kaca mobilnya dengan tulisan "KENAPA DI BUANG MANIS". Ana meremas kertas itu dan langsung meninggalkan tempat itu.
__ADS_1