
"pasti kamu sudah menikah dan memiliki anak yang mengemaskan seperti mu pangeran panda eh kenapa aku tetap menyebutmu pangeran panda nanti istrimu marah jika tau". monolog Ana sambil merebahkan di ranjang. Ana dan Farhan sama menatap langit langit kamar dan memikirkan sesuatu
flashback on
seorang anak berumur lima belas tahun sedang berjalan untuk menuju ke rumah tetapi anak itu di hadang oleh beberapa anak anak yang usianya jauh lebih tua
"hey gendut" teriak salah satu anak anak itu sedang yang di panggil membenarkan kacamata bulatnya
"bagi duit dong". sambung yang lain sambil menghampiri anak itu
"Farhan tidak punya uang kak". jawab Farhan sambal mundur dan langsung di pegang oleh dua anak lainnya
"jangan bohong anak gendut seperti mu pasti jajannya banyak dan di kasih uang banyak". bentak salah satu anak
"geledah tasnya" perintah, Farhan mempertahankan tasnya yang di tarik oleh salah satu dari anak itu
"lepas" bentaknya
"jangan kak". tetapi anak itu mendorong Farhan dan mengeledah tas sehingga buku buku yang ada di dalam tas itu di lemparkan oleh anak anak itu
"nah ini ada uang kamu mau membohongi kami". anak itu terseyum sambal mengibaskan uang tersebut
"jangan di ambil kak itu uang hasil jualan kue dan akan di gunakan untuk modal lagi sama ibu". Farhan memohon sambil berlutut di kaki anak itu tetapi anak anak itu tidak menghiraukan Farhan dan menendang dan tidak segan segan anak itu menginjak tangan Farhan
"argh kak sakit, lepaskan dan kembali uangku". mohon Farhan sambal menahan sakit saat tangannya di injak menggunakan sepatu bola
"kamu mau uang ini". Farhan menganggukan kepalanya
"jangan mimpi uang ini sudah di tanganku jadi ini miliku". ucap orang itu sambal menekan keras tangan Farhan sedangkan Farhan hanya meringis
bugh
bugh
bugh
bugh
__ADS_1
seorang anak perempuan berusia tujuh tahun melempari anak anak itu dengan batu dan uang yang dia pegang terjatuh, dan injakan kakinya terlepas Farhan segera mengambil uang itu
"tolong ada orang jahat yang mau mengambil uang". teriakan Ana yang begitu melengking sehingga membuat anak anak itu panik dan meninggalkan tempat itu.
"hahahaha". Ana tertawa keras
"ohh Cemen begitu saja takut". ejek Ana dan segera menghampiri Farhan dan membantu memasukan bukunya ke dalam tas.
"ini kak tasnya". Ana menyerahkan tas tersebut kepada Farhan saat melihat tangan Farhan yang terluka Ana meraih dan meniup luka itu seperti mamanya yang meniup lukanya saat dia terluka kemudian Ana membersihkan luka Farhan menggunakan tisu basah yang dia bawa setelah itu Ana melepas ikat kepalanya dan mengingatkan di telapak tangan Farhan
"sudah, luka tidak akan terinfeksi". ucap Ana dan Farhan memperhatikan tangannya yang terbalut ikat kepada bermotif bunga tulip
"terima kasih". jawab Farhan sambil memakai kacamatanya
"sama sama kak". jawab Ana sambil tersenyum menunjukkan giginya
"Ana". teriak Laura mencari putrinya yang tuna tiba menghilang
"Ana duluan ya kak mama sudah memanggil". setelah mengatakan itu Ana berlari menghampiri mamanya sedangkan Farhan memperhatikan langkah kecil Ana yang sedang di gandeng oleh mamanya.
"kemana saja, kita baru pindah ke sini kamu belum tau tempat ini, jadi jangan jauh jauh mainnya". nasehat Laura dan Ana kecil hanya menganggukkan kepalanya.
"pangeran panda". sapa Ana saat berada di depan Farhan dan langsung berjongkok di depan Farhan yang sedang duduk
"pangeran panda". tanya Farhan saat Ana memanggilnya
"iya karena kakak mengemaskan jadi Ana memanggil pangeran panda, tidak apa apa kan jika kakak tidak suka Ana tidak akan memanggil pangeran panda lagi". jawab Ana
"kakak suka, Ana sama siapa ke sini". tanya Farhan sambil memperhatikan Ana yang menggunakan dress bermotif tulip dan tidak lupa bando yang dia kenakan ada aksen tulipnya
"kakak jualan kue". tanya Ana dan di anggukan oleh Farhan
"Ana mau beli ini ini ini dan ini". ucap Ana sambil menunjuk kue yang di mau.
Farhan mengambilkan kue yang Ana mau dan memberikan kepada Ana , Ana memberikan uang kepada Farhan. setelah kue itu berada di tangannya Ana langsung memakan sebelum kuenya habis Ana sudah memasukkan kuenya lagi ke dalam mulut
"sedikit sedikit tidak ada yang akan meminta kue mu". ucap Farhan sambal mengusap sudut bibir Ana karena belepotan
__ADS_1
"ummm kue enak". ucap Ana yang kesusahan menelan kue yang penuh di mulutnya Farhan yang melihat itu langsung memberikan minum dan Ana langsung meminumnya, Farhan terseyum melihat tingkah lucu Ana
"bapak bapak, ibu ibu, kakak kakak ayo beli kuenya Pangean panda rasanya enak banget Lo jangan sampai tidak beli". teriak Ana kecil.
karena teriakan Ana membuat para pengunjung menghampiri mereka dan membeli kue tersebut sehingga membuat Farhan bingung melayani mereka, Farhan senang belum ada satu jam dia ada di sana kuenya sudah habis tidak seperti biasanya dia harus keliling kompleks terlebih dahulu untuk menghabiskan kue tersebut.
"wah Ana karena mu kue kakak sudah habis". ucap Farhan senang dan mengusap puncak kepala Ana dan Ana hanya terseyum
"terima kasih ya kemarin sudah membantu kakak dan sekarang juga membantu lagi". ucap Farhan
dan mulai hari itu Ana selalu mengikuti Farhan berjualan dan Farhan tidak keberatan saat Ana mengikuti bahkan setelah berjualan Farhan bermain bersama Ana di taman. Disana Farhan dan Ana bermain kejar kejaran, Farhan yang berusaha lima belas tahun tidak keberatan saat harus mengejar Ana yang masih berumur tujuh tahun di taman itu, pengunjung yang melihat mereka mengira Farhan adalah kakak yang baik yang mau bermain dengan adik perempuannya.
"hayo tertangkap". ucap Farhan saat berhasil meraih Ana dan mengangkatnya ke atas dan berputar sehingga Ana tertawa karena senang merasa seperti terbang. Farhan meletakan Ana di bangku.
"Ana punya hadiah untuk pangeran panda". Ana mengeluarkan kalung yang berpasangan, Ana berdiri di kursi dan memakain kalung tersebut dan setelah itu Ana meminta Farhan untuk memakaikan untuknya.
"kenapa Ana beli kalung ini". tanya Farhan setelah selesai memakaikan
"Ana tidak beli, ini Ana bikin sendiri, Manik maniknya Ana ambil dari baju Ana yang sudah tidak terpakai". jawab Ana
karena hari hampir siang Farhan mengantarkan Ana pulang. setalah hari itu hampir seminggu Farhan tidak melihat atau bertemu Ana. setelah selesai berjualan Farhan datang ke rumah Ana. saat sudah sampai di depan rumahnya Farhan melihat bik Iyem menyirami tanaman.
"permisi bik". sapa Farhan
"eh Farhan, apa apa nak". tanya bik Iyem
"Ananya Ada bik". tanya Farhan
"non Ana sudah kembali ke Jakarta nak". jawab bik Iyem
"ke Jakarta". tanya Farhan
"iya, tuan Alex dan keluarganya ke sini hanya liburan dan tuan Alex menyelesaikan beberapa pekerjaan di sini bahkan rumah ini sudah di jual dan Minggu depan pemilik barunya akan datang". jawab bik Iyem
"ya sudah bik, kalau begitu Farhan pamit pulang". ucap Farhan dan bik Iyem menanggukan kepalanya, Farhan berjalan sambil memegang kalung yang melingkar di lehernya.
"ternyata hari itu pertemuan terakhir kita Ana". monolog Farhan sambil memasuki rumah dan melihat ibunya sedang membuat kue pesan kepala desa.
__ADS_1
flashback off
Ana memasuki kembali foto dan kalung itu ke dalam kotak dan meletakkan di laci, sedangkan Farhan mengusap kalung tersebut.