
ceklek pintu di buka dari dalam, Laura sangat terkejut saat membuka pintu
"aaaaaa". teriak Laura
"siapa kamu, pasti maling".
bugh
bugh
bugh
Laura memukul Alex menggunakan teplon yang dia pegang lalu Laura menendang aset Alex menggunakan kaki
bugh
"huff". Alex langsung merintih sakit saat ularnya di tendang oleh Laura dan langsung menutup ularnya dengan tangan sedangkan Laura belum melihat Riko berada di sana, Riko yang menyaksikan saat aset tuannya di tendang oleh nyonyanya hanya bisa meringis dan langsung melindungi miliknya.
bugh
bugh
Laura memukul Alex tanpa ampun dan Alex segera menghindar tidak ingin terkena pukulan Laura
"Laura Hentikan". minta Alex
"siapa kamu, past mau maling". tuding Laura dan mengangkat tangannya yang memegang teplon dan bersiap untuk memukul Alex lagi
"Laura ini aku suamimu". Laura langsung melihat Alex dari atas sampai bawah dan dari bawah sampai atas lagi
"hahahaha". tawa Laura langsung pecah sehingga membuat Alex dan Riko menjadi heran
"hey jangan ngaku ngaku jadi suamiku ya, suamiku tidak berpenampilan seperti ini". protes Laura
"Laura aku benar-benar suamimu".
"hey jangan ngaku jadi si tembok ya, si tembok tidak brewokan seperti ini, dia itu selalu berpenampilan sempurna dan yang pasti ganteng". jawab Laura yang belum percaya jika yang di depannya adalah Alex, sedang Alex yang mendengar perkataan Laura terseyum
"lagian si tembok itu tidak tau jika aku ada di sini". sambung Laura
"Riko kenapa kamu di sini". tanya Laura
"Rik bawa pergi orang ini masa dia mengaku sebagai si tembok". perintah Laura, Riko melirik kearah Alex saat Laura berkata seperti itu
"Rik kenapa diam saja, jika kamu tidak mau biar aku saja".
"nyonya dia tuan Alex". jawab Riko saat Laura akan mendorong tubuh Alex, ucapan Riko membuat Laura langsung terdiam dan melihat Alex tanpa berkedip
"Laura ini benaran aku si tembok mu". Alex berusaha memeluk Laura
"jangan mendekat dan jangan menyentuhku". Laura mundur dan menudingkan telunjuknya
"Laura aku selalu mencarimu".
"kenapa mencariku, aku tidak ingin melihat mu". teriak Laura,
__ADS_1
Alex langsung memeluk Laura dan Laura memberontak dalam pelukan Alex
"lepaskan aku". Alex tidak mendengarkan perintah Laura sehingga Laura mengigit dada Alex tetapi itu tidak membuat Alex melepaskan pelukannya, Alex semakin mengeratkan pelukannya.
"lepaskan aku". teriak Laura dan sekuat tenaga mendorong Alex
blam
Laura langsung menutup pintunya dan menguncinya
dor
dor
Alex mengedor gedor pintu itu, berharap Laura mau keluar
" Laura saya minta maaf"
"Laura dengarkan saya dulu". mohon Alex
" pergi dari sini". teriak Laura dari dalam
"tuan sebaiknya kita pergi terlebih dahulu agar nyonya bisa menenangkan pikirannya". Riko berbicara
"ayah pulang" tanya Alif saat sampai di rumah
"Rik Kenapa dia memanggilmu ayah". tanya Alex
"dia anak saya tuan".
"Rik jangan bilang ini rumahmu". dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Riko
"maaf tuan, maafkan saya".
akhirnya Riko menjelaskan bahwa malam itu dialah yang membawa Laura pergi karena merasa kasihan kepadanya, Laura tidak bersalah tapi dia yang harus menanggungnya sehingga membuat Riko nekat membawa pergi
"berani kamu membawa pergi tanpa pakaian".
"maaf tuan tapi saya menutupi tubuhnya nyonya menggunakan selimut". jawab Alex
"jangan bilang kamu yang menggantikan pakaian Laura, berani melihat tubuh polos istriku". Alex akan memukul Riko
" yang menggantikan pakaian adalah istriku tuan". jawab Riko saat melihat Alex akan memukulnya
"tuan sebaiknya saat ini kita pulang dulu, dan hemm maaf sebaiknya tuan mencukur jenggot tuan dan memperhatikan penampilan tuan agar tidak di sangka maling oleh nyonya jika tuan menemuinya lagi". Riko menjelaskan dengan takut takut dan Alex menatap sini Riko
"maaf tuan bukannya saya lancang". sambung Riko
"baik kita pulang dan suruh berapa anak buah berjaga di sini agar istriku tidak pergi dariku". perintah Alex
"baik tuan, Alif jangan nyonya ya"
"siap yah". jawab Alif
akhirnya Alex memutuskan untuk pulang dan memperbaiki penampilannya, Laura yang melihat mobil Alex pergi langsung bernafas lega di balik jendela.
__ADS_1
"akhirnya dia pergi juga".
"hahaha". Laura tiba tiba tertawa saat melihat penampilan Alex tadi
"ternyata si tembok bisa seberatakan itu saat berpenampilan" monolog Laura
"kata guruku kalau marah gak boleh lama lama tente". Alif berbicara ketika sudah masuk ke dalam rumah lewat pintu Belakang karena pintu depan Laura kunci
"Alif sudah selesai mainnya"
"sudah tente". jawab alif
💙💙💙💙
sesampainya di rumah Alex begitu semangat, dia langsung berlari ke kamar dan masuj kamar mandi dan mengambil pencukur jenggot dan langsung membersihkan jenggotnya yang tidak terurus selama satu bulan belakangan ini.
"my baby , besok aku akan membawamu pulang, karena di sini rumahmu" monolog Alex dengan mencukur jenggotnya
"perfect". saat Alex sedang bercermin
setelah itu Alex mengambil ponselnya dan mencari cara membuat wanita tidak marah lagi di kolom pencarian google, banyak situ yang menjelaskan bagaimana caranya salah satunya bawakan bunga, coklat dan lainnya. lalu Alex menghubungi anak buahnya
"hallo tuan" jawab anak buah Alex di sebrang telepon
"awasi istriku, pastikan dia tidak pergi dari rumah itu". perintah Alex
"baik tuan, kami di sini akan mengawasi nyonya".
"bagus". Alex langsung mematikan sambungan teleponnya
Alex berjalan menuruni tangga dan saat sampai ruang tamu
"bik". panggil Alex kepada para pelayannya
"iya tuan". jawab pelayanan di rumah Alex
"bik pindahan barang barang Laura ke kamar saya". perintah Alex
"baik tuan". setelah itu para pelayan memindahkan barang barang milik Laura
"baby mulai besok dan seterusnya kita akan tinggal satu kamar dan aku mudah menjagamu saat sedang hamil" monolog Alex dengan senyuman
Bagaskara dan Jhon baru tiba di rumah terkejut saat melihat Alex sudah berpenampilan seperti biasanya, tentu itu membuat Bagaskara senang.
"Lex mau di bawa kemana barang barang milik Laura". tanya Bagaskara saat melihat para pelayan membawa keluar barang barang milik Laura
"akan di pindahkan ke kamarku yah, ayah tau aku sudah bertemu dengan Laura".
"bertemu, lalu di mana Laura sekarang Lex".
"Laura belum mau di ajak pulang tapi besok aku pasti akan membawanya ke rumah ini". jawab Alex dan Jhon hanya mendengarkan percakapan antara ayah dan anak itu.
"Lex kamu bertemu Laura dimana" tanya Bagaskara
Alex menceritakan semua dari dia mengingat bahwa di cincin milik Laura ada alat pelacaknya sehingga dia tau dimana Laura berada dan Alex menceritakan bahwa selama ini Riko yang menyembunyikan Laura, tapi Alex sangat bersyukur bahwa Riko yang membawanya karena Alex yakin Laura pasti baik baik saja di rumah Riko.
__ADS_1
💙💙💙💙💙
selama membaca jangan lupa tinggalkan jejak berupa like,komen, hadiah, vote dan tentu favorit agar tidak tertinggal updatean selanjutnya