
"Putri Tulip bolehkan aku mengambil hakku". bisik Farhan sambil tangannya memainkan bakpao sehingga membuat Ana tidak bisa berpikir jernih, Farhan yang tau istrinya sudah terangsang semakin mempermainkan Ana
"boleh". jawab Ana sambil menahan desahannya
Farhan terseyum saat mendapatkan izin dari istrinya, Farhan membuka semua kancing piayama milik Ana lalu membuka pembungkus bakpao sehingga membuat Ana menyilangkan tangannya di dada dan Farhan memindahkan tangan Ana yang menutupi keindahannya.
"ini sungguh indah sayang". bisik Farhan sambil mencubit ujung bakpao itu
Ana menutup mulutnya saat akan berteriak
"keluarkan saja suara indahmu sayang jangan kamu tahan". ucap Farhan lalu memakan bakpao itu sedangkan tangan satunya membelai bakpao yang sebelahnya
"na nanti terdengar mama saya ayah aku malu". jawab Ana dengan gugup
"kamar ini kedap suara sayang". ucap Farhan lalu membawa kedua tangan Ana ke atas kepala Ana Farhan meninggalkan jejak kepemilikan di sekitar bakpao Ana
Farhan meloloskan celana tidur milik Ana dan Ana langsung merapatkan kakinya, Farhan mengusap paha Ana sehingga membuat Ana memejamkan matanya. Farhan mengigit leher Ana. Ana meremas sprei saat tangan nakal Farhan membelai pusat inti miliknya yang mulai lembab.
Farhan meloloskan pelindung terakhirnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
"yakin tidak akan hamilkan". tanya Ana dan Farhan mengelengkan kepalanya "tapi aku tidak janji kemungkinan bisa jadi atau tidak". lanjut Farhan dalam hati
Farhan yang merasakan lenbahnya mulai lembab bersiap melesatkan monster jamurnya, Ana merasa geli saat monster jamur itu menyentuh lembahnya
"tahan sebentar awalnya akan sakit". bisik Farhan
Farhan menekan monster jamurnya ke lembah tetapi monster jamurnya meleset karena lembahnya masih sempit, sekali lagi Farhan menekan pelan Monster jamurnya sedangkan Ana meringis saat merasakan ada yang masuk ke lembahnya
"berhenti sayang". ucap Ana dan Farhan menghentikannya
__ADS_1
"sakit, besok saja ya". ucap Ana
"sayang mau besok atau sekarang akan tetap sakit tapi mas jamin sakitnya hanya sebentar". ucap Farhan
"gak mau besok aja, ini sakit". tolak Ana
Farhan merasakan pusing dengan penolakan Ana, Farhan mencium bibir Ana dan memainkan bakpao Ana sehingga membuat Ana terbuai dan saat itu juga Farhan menekan dengan kuat monster jamurnya sehingga masuk dengan sempurna dan di iringi dengan pekikan Ana
"aaa". teriak Ana dengan air matanya yang lolos dari matanya, Farhan mengusap air mata itu dan mencium bibir Ana untuk mengalihkan rasa sakitnya sedangkan Farhan mendiamkan monster jamurnya.
Farhan mengigit kecil telinga Ana dan lehernya, Ana mengalungkan tangannya di leher Farhan lalu mencium bibir Farhan. Ana memejamkan matanya untuk menikmati ciuman itu di saat Ana mulai tenang dengan perlahan Farhan mengerakkan monster jamurnya. Ana mendongakkan kepalanya saat Farhan memakan bakpaonya
"hmmm". guman Ana saat merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan. Farhan mengantikan gerakan saat Ana mencapai pelepasannya agar Ana menikmatinya setelah itu Farhan melanjutkan gerakannya.
Ana yang mendapatkan serangan dari Farhan hanya bisa pasrah dan menikmatinnya, Ana mengelengkan kepalanya saat akan mencapai pelepasan yang kedua.
"zzzz". guman Ana, Ana melingkarkan tangannya di leher Farhan saat Farhan tidak memberikannya ruang untuk menikmatinya, Ana melingkarkan kakinya di pinggang Farhan sehingga Farhan menahan pelepasan, tetapi Ana yang tidak kunjung melepaskan lilitan kakinya membuat Farhan mendorong monster jamur hingga dalam dan menyemburkan racunnya.
Farhan kembali bergairah saat melihat ekspresi Ana yang malu malu, Farhan mengulangi kegiatan mereka dan lagi lagi monster jamur mengeluarkan racunnya di dalam lembah, setelah selesai Farhan berguling ke samping Ana dan menarik selimut lalu mencium kening Ana.
"terima kasih sayang". bisik Farhan
"aku mengantuk". ucap Ana
"tidurlah". bisik Farhan lalu membawa Ana ke dalam pelukan sedangkan Ana langsung tertidur karena merasakan lelah, Farhan masih setia menatap wajah Ana dan mengusap rambutnya Ana.
"selain ibu yang membuatku perjuangan untuk sukses seperti ini ,kamu adalah salah satunya sayang, aku ingin ketika kita menikah kamu tidak merasakan kesulitan seperti yang aku dan ibuku alami". monolog Farhan
"apalagi orang tuamu memiliki kekayaan yang sangat melimpah aku yakin mereka tidak akan membiarkan mu menikah dengan orang yang tidak sebanding dengan Meraka terutama kamu anak perempuan satu satunya". sambung Farhan
__ADS_1
Farhan yang mulai merasakan kantuk langsung menyusul Ana ke dalam alam mimpi, sepasang anak manusia terlelap dengan damai
matahari sudah masuk lewat Jendela tetapi tidak membuatnya dua orang yang sedang berpelukan di bawah selimut, mereka masih tidur dengan nyaman, Farhan mengerjapkan matanya saat merasakan silau, pemandangan pertama yang Farhan lihat adalah Ana yang masih tertidur dan memeluknya dengan erat, saat jam menunjukkan pukul sembilan pagi Farhan langsung terduduk.
"sudah jama sembilan, jam setengah 10 ada meeting lagi". monolog Farhan sambil mencari boxer, setelah menemukan Farhan langsung memakainya dan tidak lupa menarik selimut untuk menutupi bagian dada istrinya yang terlihat.
Farhan langsung menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah itu Farhan langsung mengambil bajunya dan menaikannya. Farhan menghampiri Ana dan mencium kening Ana, Ana yang merasakan benda kenyal langsung membuka matanya karena terganggunya
"maaf sayang menganggu tidur mu". ucap Farhan
"jam berapa ini". tanya Ana
"jam sembilan". jawab Farhan
"sayang aku harus ke kantor, hari ini kamu tidak usah kekampus lagian sudah telat juga". ucap Farhan
"kamu yang membuat mu terlambat pangeran panda". protes Ana
"aku berangkat". pamit Farhan
"hati hati". jawab Ana
Farhan langsung meninggalkan kamar karena seketaris sudah menelponnya dan mengatakan bahwa rekan kerjanya sudah datang. setelah kepergian Farhan Ana menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya di balik selimut Ana mengigit bibirnya saat mengingat kejadian yang malam menjelang pagi.
"aku tidak menyangka akan secepat ini menjadi milik pangeran panda seutuhnya". monolog Ana dengan pipi yang memerah
Ana membuka selimutnya dan bangkit dari posisi berbaringnya, Ana melilitkan handuknya dan saat akan turun Ana menahan sesuatu di bagian bawahnya dengan langkah pelan Ana menuju kamar mandi, Ana langsung berendam untuk merilekskan tubuhnya.
"segarnya berendam seperti ini". monolog Ana
__ADS_1
setelah merasa cukup Ana membersihkan dirinya di bawah sower, setelah tidak ada sabun yang menempel Ana mengambil handuknya dan melilitkan di tubuhnya dan keluar dari kamar mandi. setelah menggunakan pakaian Ana mengganti sprei dengan sprei yang masih bersih karena terdapat bercak darah di sprei itu