Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Zihan


__ADS_3

Gio yang semakin kesal karena gadis di depannya ini cerewet sekali membuat Gio semakin menekan tangannya


"aaa om sakit tau" bentak gadis itu sambil memukul tangan Gio yang sedang memijit kakinya sehingga membuat Gio melepaskan kaki gadis itu


"sudah di tolong marah marah lagi". ucap Gio


"hey om ini semua juga gara gara om ya, sudah tau ada orang di depannya malah main nendang saja mana kuat sekali sehingga membuat kakiku terkilir seperti ini, sebenarnya itu kaki terbuat dari apa, dua kali ketemu membuat sial tau yang pertama om menggores leherku". ucap gadis itu dengan kelas


sekarang Gio ingat gadis inikan gadis SMA yang waktu itu satu taksi bersama dia setelah berhasil lepas dari penyekapan abangnya.


"aaa kau anak SMA itukan, ini bukannya jam sekolah Kenapa malah ada di taman dan memakai baju seperti ini bahkan baju ini adalah pakaian orang dewasa". ucap Gio sambil menatap gadis itu


"jangan jangan kamu gadis nakal yang suka menggoda om om yang berduit ya". tuding Gio


plak


gadis itu menampar Gio karena tidak terima apa yang di katakan om yang ada di depannya ini


"jangan sembarang bicara om". bentak gadis itu dengan kemarahan dan turun dari mobil


brak


setelah menutup pintu mobil dengan kasar, gadis itu berjalan meninggalkan mobil Gio dengan berjalan menahan kaki yang sakit akibat terlilit. Gio yang ada di dalam mobil menghela nafasnya dengan berat, tujuan Gio datang ke taman pagi pagi sekali untuk menenangkan dirinya malah berujung ketemu gadis yang yang sangat menyebalkan, ketika dia ingin menendang kaleng tiba tiba gadis itu berlari ke arah dirinya sehingga membuat Gio menendang gadis itu. Gio menjalankan mobilnya


tin


tin


tin


klakson mobil membuat gadis itu berhenti dan menatap tajam orang yang ada di dalamnya, Gio menurunkan kaca mobilnya


"rumah mu dimana akan saya antarkan pulang, kakimu akan semakin parah jika di gunakan untuk jalan". ucap Gio


"dan saya minta maaf untuk waktu itu dan tadi saya tidak sengaja". sambung Gio


"om tidak akan menculik ku kan dan menjual organ tubuhku". ucap gadis

__ADS_1


"organ tubuh mu itu tidak akan ada yang mau membelinya". ketus Gio


"sebaiknya aku ikut om ini saja daripada ayah menemukanku dan menyuruhku untuk berkencan dengan anak rekan bisnis ayah, mana aku di make over seperti Tante tante lagi". monolog gadis itu dalam hati dan membuka pintu dan masuk ke dalam mobil


"dimana rumah mu". tanya Gio


"hmm bolehkah aku ikut ke rumah om saja nanti aku bisa bekerja membersihkan rumah om". ucap gadis itu


"kamu pasti gadis nakal yang kabur dari rumah ya". ucap Gio


"Bu bukan seperti itu, please ya om, aku ikut om pulang saja please, jika aku tidak ikut om pulang masa depan ku hancur ayah ku mau menjodohkan ku dengan orang yang suka gonta ganti pasangan bahkan sudah banyak perempuan yang meminta pertanggungjawaban pada pria itu karena hamil, please om tolong aku, ayolah om". ucap gadis itu dengan memohon bahkan menggoyangkan lengan Gio


"itu bukan urusanku dan sekarang tunjukan dimana rumahmu". ucap Gio dengan tegas


"hiks hiks hiks hiks". tangis gadis itu semakin pecah saat Gio tidak mau menolongnya dan jendela mobil yang masih terbuka membuat seseorang menghampiri mereka


"ada apa ini". tanya orang ini


"pak, kakak aku sedang marah dan dia mau membuangku hiks hiks". tuduh gadis itu sehingga membuat Gio mengerenyitkan dahinya


"lebih baik bawa pulang daripada saya panggil orang orang yang ada di taman ini". ancam ibu ibu itu sedangkan Gio menatap sekeliling ternyata semua orang sedang Melihat ke arahnya


"baik bu". ucap Gio lalu melajukan mobilnya dan menutup kendala mobil itu, dan tangis gadis itu akhiratnya berhenti juga


"menyusahkan saja, siapa namamu". tanya Gio


"Zihan". jawab gadis itu


"ya om hanya sementara waktu saja ya". mohon Zihan sambil menangkupkan kedua tangannya


"oke, tapi jangan merepotkan". jawab Gio dan melajukan mobilnya menuju ke rumah ibunya


setelah sampai di rumah Gio dan gadis itu turun, Zihan mengikuti Gio di belakangnya memasuki rumah itu. sedangkan Fatma menatap putranya yang membawa seorang gadis ke rumah


"Gio siapa dia". tanya Fatma dengan sedikit curiga karena Fatma tidak ingin kehadiran orang asing membuat rumah tangga anaknya hancur apalagi sekarang rumah tangganya sedang tidak baik baik saja.


"dia Zihan untuk sementara waktu akan tinggal di sini karena Zihan barusan terkena musibah Bu". ucap Gio

__ADS_1


Fatma menatap Zihan dengan tatapan yang tajam saat melihat gadis di depannya jika di lihat masih seperti anak sekolah tetapi pakaian seperti orang dewasa, sangat seksi


"Hay Tante". sapa Zihan dengan gugup saat melihat tatapan Fatma


Fatma langsung menarik tangan Gio dan membawanya ke arah dapur


"Gio sebaiknya dia jangan tinggal di rumah ini, sebaiknya kamu tanya dimana rumahnya dan kamu antar pulang". ucap Fatma


"bu hanya sementara waktu saja, nanti dia disini akan bekerja membereskan rumah ini". ucap Gio


" Gio ibu masih bisa membereskan rumah ini dan ibu tidak ingin apa yang terjadi pada ibu itu terjadi pada Nadia". ucap Fatma


"ibu tau kamu masih belum bisa percaya sama Nadia jika dia tidak ikut dalam rencana mamanya tapi tolong kamu tanyakan pada hatimu yang paling terdalam dan jangan sampai kehadiran orang asing itu membuat Nadia berpikir bahwa kamu sudah tidak menginginkan dia dan anaknya". sambung Fatma


"ibu nanti akan Gio cari dimana alamat rumahnya setelah tau akan Gio antar pulang langsung, Gio janji". ucap Gio


Fatma menghela nafasnya sedangkan Gio melihat kesana kemari


"dimana Nadia bu". tanya Gio


"istrimu sedang ke rumah ayahnya". jawab Fatma


"baiklah dia akan tinggal disini dengan satu syarat kamu harus satu kamar dengan Nadia jika tidak mau ibu tidak izinkan dia tinggal di sini dan ibu ingin kamu temukan alamat rumahnya secepat mungkin jangan lebih satu bulan". ucap Fatma


"iya ibu tersayang". jawab Gio


Zihan masih berdiri di tempatnya sambil meremas jarinya, Zihan melihat Gio dan ibunya menghampiri mereka


"Zihan selama kamu tinggal di sini kamu akan tidur bersama ibu saya". ucapan Gio membuat Zihan menatap wanita yang ada di samping Gio


"hmmm om apakah tidak sebaiknya aku tidur di kamar pembantu saja". ucap Zihan karena takut saat ibunya Gio menatapnya tadi


"disini tidak ada kamar pembantu di sini hanya ada tiga kamar, satu kamar milik anak pertama saya, kedua kamar anak saya ini bersama istrinya dan satu lagi kamar saya, sebaiknya Zihan tidur bersama Tante , Gio anak Tante sudah bercerita bahwa kamu disini hanya sementara". ucap Fatma dengan lembut saat menyadari gadis di depannya ketakutan


"ternyata om ini sudah punya istri bagaimana jika istrinya menatapku seperti ibunya". monolog Zihan


"jika tau seperti ini sebaiknya tadi aku tidak ikut om ini, bodoh sekali kamu Zihan". Zihan merutuki kebodohannya

__ADS_1


__ADS_2