Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Ketahuan


__ADS_3

Ana mengeram kesal saat dia mendapatkan pesan dari nomor yang sama


Ting


*pasti sekarang wajahmu menahan kesal bukan pasti sangat lucu*


setelah membaca pesan itu Ana melemparkan sebuah kebelakang dan melajukan mobilnya menuju ke markas D'devil, saat sampai di sana Ana langsung menuju ke tempat latihan.


dor


dor


dor


dor


Ana melampiaskan kekesalannya dengan menembak bahkan suara tembakan itu begitu mengema di ruangan itu.


dor


dor


dor


siapapun yang melihat Ana sedang menembak tidak berani mendekat bahkan mereka menatap Ana tanpa bicara


dor


dor


dor


"Ana". sapa seseorang


deg


Ana langsung menghentikan kegiatan menembak dan pistol yang dia pegang jatuh begitu saja, dengan gerakan perlahan Ana memutar badan

__ADS_1


deg


Ana terkejut siapa yang ada di belakangnya dan memanggil namanya, Ana berpikir kenapa di panggil Ana bukan Leonar, saat matanya melihat ke cermin ternyata dirinya tidak mengunakan penutup wajah. Ana merutuki kebodohan karena lupa menggunakan penutup wajah.


"sejak kapan kamu di sini". tanya orang itu


"pa paman". jawab Ana


"apa ayah mu tau". tanya Mex dan Ana hanya mengelengkan kepalanya


Mex mengambil ponselnya dan akan menghubungi kakaknya tetapi Ana mencegahnya


"paman Ana mohon jangan beritahu ayah". Ana memohon, Mex memasukkan kembali ponselnya


"ikut paman". perintah Mex dan Ana mengikuti tanpa banyak bicara


"jelaskan". perintah Mex dan Ana menarik nafasnya sebelum menjelaskan


Ana menjelaskan kepada pamannya bahwa dia adalah Leonar, Ana terpaksa melakukan itu agar tidak ketahuan oleh pamannya dan kedua orangtuanya , dia mengaku masuk D'devil hanya untuk belajar menembak dan bela diri agar bisa menjaga dirinya. jika terjadi penculikan maka Ana bisa melindungi dirinya. Ana tidak punya maksud apapun. Ana juga tau jika ayahnya seorang mafia. Ana memohon kepada pamannya agar tidak memberitahu ayahnya. Mex memijat pangkal hidungnya.


"Ana ayahmu berhenti menjadi Mafia agar anak anak tidak dalam bahaya". ucap Mex menjeda ucapannya


"Ana tau paman, tapi Ana bisa menjaga diri Ana, selama ini Ana baik baik sajakan". jawab Ana


"paman akan memberitahu ayahmu".


"Ana mohon jangan paman". mohon Ana


"darah mafia kenapa menurunkan ke Ana yang notebene perempuan". monolog Mex dalam hati sambil memperhatikan dan mendengarkankan Ana memohon agar tidak memberitahu ayahnya. Mex menjadi bingung jika dia tidak memberi tahu kakaknya Mex takut Ana mengalami kesulitan tetapi saat melihat Ana memohon kepada membuat tidak tega, dan memang selama ini Ana selalu dalam keadaan baik baik saja bahkan dia masuk ke D'devil menggunakan identitas lain.


"baiklah, paman tidak akan memberitahu ayahmu tapi janji kepada paman kamu bisa menjaga dirimu". akhirnya Mex memutus tidak memberitahu kakaknya


"terima kasih paman". jawab Ana sambil tersenyum


"sekarang pulang lah". perintah Mex dan Ana langsung bergegas untuk pulang.


saat Ana keluar dari ruangan Mex tanpa penutup wajah membuat Marko terkejut, Marko langsung menghampiri Ana karena Marko tau di dalam ada ayahnya.

__ADS_1


"kak Ana kenapa tidak memakai penutup wajah". tanya Marko


"paman sudah tau". jawab Ana dan membuat Marko terkejut karena apa yang dia takutkan selama ini terjadi jugakan akhirnya ayahnya mengetahui tentang Ana


Ana yang melihat Marko terkejut langsung menjelaskan bahwa paman Mex tidak akan memberitahu ayahnya jika Ana bisa menjaga dirinya di D'devil. Marko bernafas lega saat mendengar penjelasan Ana.


"agrhh". Marko kesakitan saat telinga di tarik oleh seseorang


"jadi selama ini kamu tau jika Leonar adalah Ana". tanya Mex pada putranya karena tadi dia mendengar pembicaraan mereka dua


"hehehe ayah lepaskan telinga Marko". jawab Marko sambil berusaha melepaskan tarikan ayahnya


"jawab ayah Marko". Mex semakin menarik telinga Marko


"iya yah Marko tau jika Leonar adalah kak Ana". setelah mendengar jawaban Marko , Mex melepaskan telinga Marko. di dalam hati Mex berbicara pantas saja mereka terlihat akrab. setelah itu Mex meninggalkan Marko yang sedang mengusap telinga.


Ana yang sudah sampai rumah terseyum senang saat melihat Tasya ada di sana, Ana langsung memeluk Tasya


"aku merindukanmu sya".


"aku juga Ana". jawab Tasya sambil membalas pelukan Ana


Andra menghampiri mereka berdua, setelah duduk Andra menjelaskan bahwa dia dan Tasya sudah menikah, dan mulai hari ini Tasya akan tinggal di rumah mereka. Ana senang mendengar bahwa Tasya sudah menikah dengan Andra berarti om Herman tidak akan menganggu Tasya. awalnya Andra ingin tinggal di apartemen bersama Tasya tetapi dia urungkan niatnya itu karena Tasya lebih memilih mengurung diri di kamar dan juga tidak mau satu kamar dengannya jadi Andra mencari alasan bahwa ibunya meminta tinggal bersama, Tasya hanya mengikuti keputusan Andra.


"sya jangan sedih kamu tidak salah apa apa, di sini kamu bisa membaca novel bareng Ana". beritahu Andra dan Andra tau bahwa Tasya masih menyalahkan dirinya karena membuat dia tidak bisa bersama gadis yang dia sukai. Tasya hanya membalas dengan senyuman


"kalian berdua menikah itu karena takdir jadi jangan menyalahkan dirimu sya". beritahu Ana


"tapi Ana gara gara aku kak Andra tidak bisa melamar gadis yang dia sukai padahal lamaran besok". jawab Tasya sambil menatap Andra


Andra membawa Tasya ke kamarnya untuk beristirahat, setelah mengantar Tasya ke Kamarnya Andra kembali menghampiri Ana.


"butuh usaha yang ekstra untuk membuat Tasya menerima mu sebagai suaminya kak". beritahu Ana dan Andra hanya menganggukkan kepalanya


sedangkan Tasya yang berada di kamar Andra melihat isi kamar itu bahkan di dinding terdapat foto mereka waktu kecil bahkan ada foto Tasya waktu kecil dan ada juga foto Tasya kecil dan Andra kecil berdua. foto itu di ambil saat ulangan tahun mereka bertiga. Tasya masih ingat bahwa dulu dia ingin foto bersama Arden tetapi Arden menolaknya sehingga Andra datang menawarkan dirinya untuk foto bersama. Tasya masih ingat apa yang Andra katakan.


"sya kamu bisa menganggap bahwa sekarang kami berfoto bersama Arden, sudah jangan bersedih lagi".

__ADS_1


Tasya terseyum saat mengingat kata kata itu. Tasya mengambil fotonya bersama Andra dan mengusapnya.


"sejak kecil kamu selalu membuatku terseyum kak tapi sekarang apa yang aku lakukan kepadamu, gara gara aku kamu harus menikahi dan membatalkan rencana mu untuk melamar gadis yang kamu sukai". monolog Tasya dan meletakan kembali bingkai foto itu. Tasya menatap cincin yang melingkar di jarinya, cincin yang Andra beli untuk melamar gadis yang dia sukai tetapi sekarang cincin itu melingkar di jarinya. Tasya membuka pintu dan berjalan ke arah balkon dari atas dia melihat Arden yang memasuki rumah.


__ADS_2