
Merlin menyandarkan tubuhnya di sofa yang ada di kamarnya dan kakinya berada di atas meja. Merlin menghidupkan korek dan membakar sebatang rokok lalu menghirupnya dan tidak lupa minum beralkohol menemani hari santai Merlin. setelah menghisap rokok itu Merlin tertawa sendiri.
"rasanya begitu tenang setelah menghisap rokok yang terdapat ganja ini, bisa menenangkan pikiranku". ucap Merlin lalu meminum minuman
"aku harus tenang agar bisa membalas dendam rasa sakit yang aku lakukan dulu dan tidak boleh ada kegagalan karena aku tidak suka dengan kegagalan". monolog Merlin
"sekarang aku harus hati hati karena Alex tidak akan membiarkan keluarganya terluka bahkan Alex telah memasang beberapa anak D'devil di rumah Fatma jadi aku tidak bisa mengancam Farhan lagi". Merlin menghidupkan rokoknya kembali
"sebaiknya aku hentikan untuk sementara waktu sampai Alex berpikir sudah tidak ada serangan dan sekarang yang harus aku pikirkan adalah bagaimana caranya mengambil semua harta Malik dari Gio dan mengubahnya menjadi atas namaku". monolog Merlin lalu menenggak minuman berakohol
"dan setelah berhasil mengambil harta itu tinggal menghancurkan keluarga Alex melalui Gio si anak bodoh itu dan akan aku buat Giolah yang melakukan itu dan semua hukum akan menuju Gio tanpa ada satupun hukum yang bisa menyeretku dalam kehancuran keluarga Alex hahahaha". tawa Merlin mengema di kamarnya
"setelah itu aku akan hidup bahagia bersama semua harta Malik hahaha".
pyar
Merlin menghentikan tawanya saat mendengar sebuah benda yang jatuh lalu melihat kearah pintu dan pintu sedikit terbuka dan terlihat bayangan seseorang yang menjauh dari pintu. Merlin mematikan rokoknya lalu mengambil pisau yang ada di meja lalu berjalan menuju pintu saat berada di depan pintu Merlin melihat makanan serta piring yang berserakan di lantai dan Merlin terseyum sinis saat melihat makanan itu.
Merlin berjalan mengelilingi rumah itu sambil memainkan pisaunya dan saat sampai di sebuah kamar Merlin terseyum saat melihat punggung seseorang yang sedang berusaha menghubungi seseorang lalu Merlin melihat jam yang ada di dinding kemudian menghampiri orang yang kesal karena teleponnya tidak di angkat.
"Gio tidak akan mengangkat teleponmu Nadia karena dia masih ada meeting". ucap Merlin sedangkan Nadia yang mendengar suara mama mertua itu langsung gemetar dan menjatuhkan ponselnya dan membalikkan badannya.
"ma mama". ucap Nadia saat melihat Merlin memainkan pisaunya
"kenapa mama melakukan itu pada mas Gio". tanya Nadia dengan was was
"bukankah kamu sudah mengetahui semuanya". jawab Merlin sambil menarik rambut Nadia lalu memainkan pisaunya di wajah Nadia
__ADS_1
"a a apa yang akan mama lakukan". tanya Nadia dengan suara yang gemetar dan Merlin yang mendengar pertanyaan Nadia terseyum
"tentu saja menghilangkan kebenaran". jawab Merlin sambil menurunkan pisaunya di bagian perut Nadia
"ma lepaskan aku, aku mohon aku masih ingin hidup dan aku janji tidak akan memberitahu mas Gio". ucap Nadia sambil berusaha melepas rambutnya yang di tarik oleh Merlin
"hahahaha". Merlin tertawa
"Nadia menantu mama yang tersayang tapi mama tidak akan membuiarkan satupun orang yang tau kebenaran itu hidup". jawab Merlin sambil menekan setengah pisaunya ke perut Nadia sedangkan Nadia meringis saat pisau itu menusuk perutnya. Merlin menghentikan pisaunya setengah menusuk perut Nadia
"aku tidak ingin satupun orang mengetahui apa yang aku lakukan jadi hari ini akan menjadi hari terakhir mu Nadia". ucap Merlin dan Nadia menetaskan air matanya
"a aku Mohon ma aku janji akan menuruti apa yang mama mau ta tapi jangan bunuh aku*. ucap Nadia dan air mata semakin membasahi pipinya serta darah yang menetes ke lantai, Nadia yakin jika dia masih bisa hidup Karena pisau itu tidak masuk semuanya. Merlin melihat pisaunya yang sudah terlumur darah
"cup cup cup jangan nangis menantu mama, mama tidak suka dengan air mata". ucap Merlin sambil menghapus air mata Nadia mengguankan pisau itu
bugh
Nadia menendang Merlin hingga jatuh ke lantai kesempatan itu Nadia gunakan untuk berlari, Nadia berlari sambil memegangi perutnya sesampainya Nadia di ruang tamu Nadia langsung berlari ke arah pintu keluar. senyum Nadia mengembang saat sampai di pintu tetapi saat Nadia akan membuka pintunya ternyata terkunci.
"kenapa pintunya terkunci perasaan tadi aku tidak menguncinya". ucap Nadia lalu membuka laci yang ada di sana untuk mencari kuncinya karena selama ini mereka meletakan kuncinya di sana
sedangkan di kamar Nadia, Merlin mengambil pisau yang tidak jauh dari dia terjatuh lalu bangkit dan berjalan dengan santai menuju ruang tamu.
"kamu mencari ini". ucap Merlin sambil memegang kunci dan Nadia yang melihat mama mertuanya langsung berlari menuju dapur dengan harapan bisa kabur dari pintu belakang, Merlin yang melihat itu tetap santai. saat sampai di dapur Nadia semakin frutasi saat pintunya juga terkunci. Nadia yang mendengar langkah kaki langsung masuk ke dalam lemari.
"Nadia". panggil Merlin dengan suara lembut tetapi Nadia yang mendengar itu merasakan seram
__ADS_1
"Nadia menantu mama yang cantik dimana kamu". sambung Merlin
"kamu tidak akan bisa keluar dari rumah ini sebelum kamu mengembuskan nafas terakhir mu hahahaha". tawa Merlin sambil bersandar di lemari dan mengukir lemari itu dengan pisau sedangkan Nadia yang mendengar suara Merlin menutup telinganya bahkan wajahnya sudah berkeringat
"mama sudah mengunci semua pintu rumah ini jadi kamu tidak akan bisa lari". ucap Merlin
"mama juga tau kamu bersembunyi di mana karena darah mu mengotori lantai". ucap Nadia
"dan kamu akan menjadi orang pertama yang akan mati di rumah ini Nadia karena setiap rumah yang mama tinggali pasti akan ada satu nyawa yang melayang". ucap Merlin sambil membuka lemari pintu dengan kasar
Nadia terkejut saat melihat Merlin di hadapannya, Merlin langsung menarik Nadia dan menghempaskan tubuhnya ke lantai, Nadia meringis saat perut yang tertusuk menatap meja makan sebelum jatuh ke lantai
bugh
bugh
"auwh". teriak Nadia saat Merlin memukul kakinya menggunakan tongkat baseball
"aaa". terikat Nadia saat kepalanya di hantam oleh tongkat baseball dan membuat Nadia tergeletak di lantai dengan mata yang masih terbuka dan air mata yang membasahi lantai, tetapi Nadia yang merasakan sakit di kepala dan kakinya tidak bisa bergerak dan pandangan yang mulai kabur
"ternyata kamu kuat juga Nadia aku sudah menusuk perut bahkan memukul kaki dan kepala mu tetapi kamu masih bisa membuka matamu". ucap Merlin sambil berjongkok di hadapan Nadia
Merlin mengumpulkan rambut Nadia menjadi satu lalu mencengkeramnya kemudian menyerat Nadia menuju tangga, tangan Nadia yang masih bisa di gerakan berusaha melepaskan cengkraman itu dan menahan rasa pusing yang ada di kepala. saat sampai di atas Merlin membuat Nadia berdiri
"selamat tinggal". bisik Merlin lalu mendorong Nadia dari lantai atas tetapi tangan Nadia Masih bisa berpegang pada pagar dan kakinya yang bergelantungan, Nadia berusaha mencengkram erat pembatas pagar itu agar tidak terjadi. Merlin yang melihat itu tidak akan membiarkan Nadia hidup dan Merlin langsung memukul tangan Nadia sehingga membuat pegangan itu terlepas.
bugh
__ADS_1
tubuh Nadia jatuh ke bawah dan darah membasahi lantai itu, Merlin yang melihat itu tertawa puas.