Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Rencana Anissa


__ADS_3

keesokan harinya Anissa yang kepadanya sudah baik baik saja sudah di perbolehkan pulang, Anissa dan ayahnya keluar rumah sakit.


"maaf om terlambat tadi ada macet". ucap Yusuf lalu mencium tangan Delon


"bagaimana keadaan mu Anissa". tanya Yusuf


"sudah baik baik saja". jawab Anissa


"mobil ayah mana". tanya Anissa


"kemarin mobilnya di bawah pulang mama jadi hari ini kita pulang bersama Yusuf". ucap Delon pada putrinya dan Anissa memincingkan matanya


"ini ayah benar benar ingin mendekatkan aku dengan Yusuf". monolog Anissa dalam hati.


Anissa Lebih memilih duduk di belakang padahal Yusuf sudah membukakan pintu depan


" Anissa sebaiknya kamu duduk di depan bersama Yusuf". ucap Delon


"tidak yah Anissa duduk di belakang saja, ayah yang di depan". jawab Anissa


"Anissa jangan seperti itu nak". ucap Delon


"Anissa akan naik taxi saja yah". ucap Anissa dan turun dari mobil


"jangan Anissa, jika kamu mau duduk di belakang tidak apa apa biar om Delon yang duduk di depan". ucap Yusuf


dan pada akhirnya Anissa duduk di belakang sendangkan ayahnya duduk di depan. selama di dalam perjalanan pulang Anissa hanya diam saja dan mendengarkan obrolan ayahnya dan Yusuf, Anissa akan menjawab saat di tanya saja. di dalam perjalanan sekali Yusuf mencuri pandang ke arah Anissa lewati kaca. sesampainya di rumah Anissa langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya bahkan Annisa mengabaikan mamanya yang berbicara padanya.


"Yusuf maafkan Anissa ya". ucap Delon


"tidak apa apa om seperti saya harus sabar dan lebih ekstra usaha untuk mendapatkan hatinya Anissa". jawab Yusuf


"om yakin nanti hatinya Anissa juga akan luluh, kalau begitu ayo masuk dulu". ucap Yusuf


"Terima kasih om tapi lain kali saja, Yusuf harus ke kantor untuk membantu papa". jawab Yusuf


"Yusuf pamit dulu om". sambung Yusuf Delon menanggukan kepalanya


setelah kepergian Yusuf, Delon masuk ke dalam rumah di ruang tamu Delon melihat Lisa yang sedang meminang baby Farhat


"mas ada apa dengan Anissa kenapa dia cemberut seperti itu". tanya Lisa


"Annisa tau jika aku berusaha mendekatkan dia dengan Yusuf". jawab Delon lalu mencium pipi baby Farhat

__ADS_1


"sudah aku bilang mas, Anissa itu keras kepala seperti mu, jadi biarkan saja Anissa menemukan jodohnya sendiri jika kamu paksaan yang ada Anissa tidak akan pernah menyukai Yusuf". ucap Lisa


"aku tau sayang dan aku yakin lama lama Anissa juga akan jatuh cinta dengan Yusuf sepertiku yang pada akhirnya luluh dengan usahamu". jawab Delon tetap kekeh


"mas tapi yang aku lihat Anissa itu beda dengan mu hanya sifatnya yang sama tapi lebih keras dia". ucap Lisa


"sudah kamu jangan pikir itu sebaiknya kamu fokus saja dengan baby Farhat, urusan Anissa dan Yusuf biar mas saja". ucap Delon sedangkan Lisa mengelengkan kepalanya saat mendengarkan perkataan suaminya itu.


di dalam kamar Anissa uring uringan sendiri


"apa ayah pikir aku tidak bisa mencari calon suamiku sendiri, aku juga tidak ingin di jodohkan kenapa ayah begitu kekeh ingin aku dekat dengan Yusuf". ucap Anissa


"bagaimana jika Yusuf sudah menikah atau punya pacar jugaan selama ini Yusuf tinggal di luar negeri, apa ayah tau Yusuf itu seperti apa, baru beberapa kali bertemu di bilang baik dan cocok untuk jadi suamiku". sambung Anissa lalu merbahkan diri di ranjang.


"aku harus membuat cara agar Yusuf menjauhiku". monolog Anissa


"tapi bagaimana caranya".


"hmmm sebaiknya aku kembali berpenampilan preman saja dan aku yakin Yusuf tidak menyukai gadis seperti itu". Anissa tersenyum saat sudah menemukan ide agar Yusuf menjauh darinya.


setelah satu hari beristirahat di rumah, hari ini Anissa memutuskan berangkat ke kampus dan Anissa tersenyum saat melihat penampilan. saat Anissa turun Lisa dan Delon Melihat penampilan putrinya yang seperti dulu


"Anissa kenapa berpenampilan seperti itu nak". tanya Lisa


"ayah mama Anissa berangkat dulu ya". ucap Anissa lalu meninggalkan kedua orang tuanya


saat sampai di depan rumah Anissa menghembuskan nafasnya saat melihat Yusuf dan Yusuf menatap penampilan Anissa yang sangat berbeda tidak seperti biasanya.


"seharusnya tidak perlu menjemput ku". ucap Anissa


"tidak apa apa, aku suka lihat penampilan mu hari ini berani berbeda dari yang lain". ucap Yusuf


"kenapa dia malah bicara seperti itu". monolog Anissa dalam hati


akhirnya Anissa dan Yusuf berangkat bersama di dalam mobil Anissa memikirkan bagaimana caranya Yusuf benar benar menjauh darinya. setelah sampai parkir Anissa langsung turun dan berlari sedangkan Yusuf Melihat punggung Anissa yang semakin menjauh


cup


Arden memegang pipinya saat di ciuman oleh seseorang, Arden menatap pelakunya yang terseyum padanya


"sayang Kenapa tidak menjemput ku". ucap Anissa pada Arden sendangkan Arden masih bingung karena tiba tiba Anissa menciumnya dan sekarang memanggilnya sayang


"kamu sakit". ucap Arden

__ADS_1


"ishh sayang kamu itu yang kenapa sudah beberapa hari tidak menjemput ku". ucap Anissa


sedangkan Yusuf yang ada di dalam mobil mencengkram stir dengan erat saat melihat Anissa mencium seorang pria, setelah Yusuf sudah meninggalkan mobilnya Anissa melepaskan tangannya dari Arden


"sorry tadi mencium mu". ucap Anissa


"Kamu gila mencium orang tiba tiba dan memanggil sayang begitu saja". ucap Arden yang sebenarnya sejak tadi jantung berdetak dua kali lipat saat Anissa mencium


"hmm bisakah kamu membantu ku". ucap Anissa dan Arden hanya diam saja


"jika kamu mau membantuku aku akan melakukan apapun untukmu, please bantu aku yah". ucap Anissa


"bantu apa". jawab datar Arden


"hmm jadi pacar pura pura aku ya". ucap Anissa


"pacar pura pura". ucap Arden dan Anissa menanggukan kepalanya


Anissa menceritakan pada Arden jika ayahnya ingin menjodohkan dirinya dengan Yusuf yaitu dosennya baru yang ada di kampus ini sendangkan Anissa tidak ingin di jodohkan


"aku tidak mau itu urusan dan pikirkan sendiri agar dia menjauh dari mu". ucap Arden laku meninggalkan Anissa tetapi Anissa mencekal tangan Arden.


"Arden please aku tidak tau mau minta tolong pada siapa lagi dan aku janji aku akan menuruti keinginan jika kamu mau membantuku". mohon Anissa


"yakin akan menyetujui apapun yang aku mau". tanya Arden dan Anissa menanggukan kepalanya


"baiklah, aku tidak akan memintanya sekarang karena aku belum tau ingin minta apa jika nanti aku meminta sesuatu dari kamu jangan lupa dengan janjimu itu". ucap Arden dan Anissa menanggukan kepalanya


Arden merangkul pinggang Anissa tetapi Anissa berusaha melepaskan rangkulannya Arden


"dia melihat ke arah sini jadi diam saja". bisik Arden dan benar saja Yusuf melihat ke arah mereka


Anissa terpaksa diam saja saat Arden merangkul pinggang sampai di ke kelasnya karena Yusuf mengikuti mereka karena hari ini kelas Anissa pelajaran Yusuf


"belajar yang rajin sayang". ucap Arden sambil mencubit pipi Anissa


"iya sayang, aku masuk dulu". ucap Anissa lalu masuk ke dalam kelas sambil memegang jantungnya yang berdetak sangat cepat


💙💙💙


sambil nunggu update selanjutnya yuk baca cerita dari kak " Zafa" judul " Hasrat Suami Keduaku" langsung baca


__ADS_1


__ADS_2