
di dalam kamarnya Yusuf sedang bersiap siap untuk datang ke rumah Anissa, Yusuf melihat penampilannya di kaca.
"sempurna". ucap Yusuf
setelah itu Yusuf turun kebawah sambil bersiul dan memegang cincin yang malam ini akan Yusuf gunakan untuk melamar Anissa. sesampainya di bawah Yusuf melihat papanya yang sudah menunggunya. dalam perjalanan menuju ke rumah Anissa senyum Yusuf tidak pernah luntur dan senyum itu semakin mengembang saat mobil sudah memasuki halaman rumah Anissa.
Yusuf dan papanya turun dari mobil, Yusufpun tidak lupa membawa bunga yang sudah dia belikan untuk Anissa
ting
tong
ting
tong
Delon menyambut Yusuf dan papanya dengan hangat
"malam om". sapa Yusuf
"malam, ayu masuk". ajak Delon
Yusuf dan papanya mengikuti langkah Delon yang masuk ke dalam rumah
"malam tante". sapa Yusuf saat melihat mamanya Anissa
"malam juga". jawab Lisa
"Hay Farhat makin tembem saja". ucap Yusuf sambil mencubit pipi Farhat
"silahkan duduk dulu". ucap Lisa
sedangkan Anissa yang ada di dalam kamar terus saja menggerutu karena makan malam ini, apalagi tadi ayahnya memanggil perias untuk merias wajahnya.
"ayah ini kenapa coba memanggil perias segala padahal cuman makan malam saja". umpat Anissa sambil menghapus make up-nya
"lebih di hapus saja". sambung Anissa dan terus mengusap wajahnya dengan kapas agar make up nya hilang
"nah seperti inikan lebih bagus". ucap Anissa saat melihat wajahnya tanpa make up
setelah itu Anissa baru turun kebawah dan Delon memijat keningnya saat melihat putrinya menghapus make up-nya
__ADS_1
"Anissa kenapa tiba bisa menurut dengan ayah sekali saja". monolog Delon dalam hati
"selamat malam om". sapa Anissa dan menjabat tangan Amar
"malam juga Anissa". jawab Amar
"selamat malam Yusuf". sapa Anissa
"selamat malam juga Anissa, bunga yang cantik untuk perempuan yang cantik". jawab Yusuf sambil menyerahkan bunga yang dia bawa
"ya ampun Yusuf seharusnya tidak perlu repot-repot membawakan bunga untukku karena aku tidak suka bunga tapi terima kasih sudah membawakan bunga ini". ucap Anissa sambal menerima bunga dari Yusuf
hacih
hacih
hacih
Anissa bersin bersin saat menerima bunga itu dan segera meletakan bunga tersebut meja
hacih
hacih
"maaf aku tidak tau itu, sekali lagi aku minta maaf". ucap Yusuf
"tidak apa apa Yusuf, kamukan tidak tahu". ucap Delon dan menjauhkan bunga mawar itu dari putrinya
"sebaiknya sekarang kita menuju ruang maka keburu makanannya dingin". ucap Lisa
"iya ayo istri saya sudah masak makanan yang spesial untuk makan malam ini". ucap Delon
mereka semua menuju ruang makan, di sela sela mereka makan Delon dan Amar membicarakan kerjasama mereka sedangkan Yusuf sejak tadi terus saja memandangi Anissa dan Anissa merasa kesal saat Yusuf terus memandangi dirinya.
"kenapa sih Yusuf melihat ku terus, apa tidak punya kerjaan lain apa". monolog Anissa sambil memotong dagingnya dengan kasar dan memasukan ke mulut
"malam ini aku harus segera melamarnya persetan dengan dia sudah memiliki pacar karena aku duluan yang melamar dan om Delon pasti menyetujuinya, dan begitu setelah melamarnya maka Arden sudah tidak punya hak tas Anissa". monolog Yusuf dalam hati
"pengen aku colok itu mata pakai garpu, ayah sih kenapa mengundang mereka untuk makan malam, apa ayah tidak mengerti juga kalau aku tidak menyukai Yusuf dan tetap kekeh untuk menjodohkan aku denganya, dan dia juga aku sudah mengunakan banyak cara tetapi tetap saja mendekati ku". monolog Anissa dalam hati
Lisa dapat melihat bahwa putrinya tidak nyaman dengan kehadiran Yusuf sejak tadi
__ADS_1
"mas Delon ini apa tidak sadar jika Anissa tidak menyukai Yusuf dan tetap berpikir bahwa Anissa akan menerima Yusuf setelah menikah seperti dirinya yang akhirnya bisa menerima kehadiran ku tapi ini beda mas dan aku tidak ingin ada hanya satu pihak yang mencintai dan langsung menikah karena itu akan membuat tersiksa satu sama lain saat sudah menikah". monolog Lisa dalam hati
"auwh". ringis Delon yang kakinya di injak oleh istrinya
"maaf tadi kakiku terbentur meja". ucap Delon saat semuanya melihat ke arah kecuali Lisa
"rasain itu dan aku tidak akan memaksa Anissa menikah dengan orang yang tidak di cintainya". monolog Anissa dalam hati sambil menatap tajam ke arah Delon sedangkan Delon menelan salivanya saat melihat tatapan istrinya yang pasti Delon tau dari tatapan itu yaitu tidak setujunya dari niatnya yang ingin menikahkan Anissa dengan Yusuf.
setelah ada sedikit insiden tadi mereka melanjutkan makannya. di rumah keluarga Alex , Arden sedang meminta bantuan pada pada orang untuk mencari tau tentang Yusuf
ting
sebuah pesan masuk dan pesan tersebut berisi identitas Yusuf, Arden membaca dengan teliti apa yang dia terima
"tidak ada yang aneh dari identitas ini". ucap Arden
"hanya berisi dimana Yusuf dibesarkan, lingkungan seperti apa, dan tentang pendidikan dan juga identitas ayahnya yang tidak yang mencurigakan hanya ada satu informasi mengenai ayah Yusuf yaitu mengambil kehormatan ibu Yusuf untuk agar bisa menikah dengan ibunya Yusuf dan pada akhirnya ibunya Yusuf memilih bunuh diri setelah melahirkan Yusuf karena ayahnya Yusuf tidak mau menceraikannya sedangkan ibunya Yusuf tidak mencintainya". ucap Arden
lalu Arden menelpon temannya untuk memastikan apa yang dia baca
"hallo Firza ini informasinya benar dan tidak ada yang ketinggalan". tanya Arden
"benar Ar itu yang aku dapat dan itu sudah detail tidak ada yang mencurigakan dari identitas Yusuf hanya saja ayahnya yang sedikit ekstrim untuk mendapatkan wanita yang di cintai". jawab Firza di sebarang teleponnya
"hmm oke terima kasih bantuannya". ucap Arden
"tapi tumben sekali kamu mencari identitas orang lain apa ada masalah dengan Yusuf". tanya Firza
"tidak hanya ada temanku yang meminta bantuan untuk mencarikan identitas Yusuf". jawab Arden
"teman atau teman nih". ucap Firza
"teman". jawab Arden
"benarkah begitu tapi di balik aku mencari identitas Yusuf aku menemukan sesuatu". Firza menjeda ucapannya
"sesuatu apa". tanya Arden
"aku menemukan jika Yusuf menyukai seorang perempuan dan perempuan itu adalah pacarmu tapi lebih tepatnya pacar bohongan". ucap Firza
"sepertinya bohongan itu sebentar lagi akan berubah status yaitu bohongan jadi pacar benaran atau malah akan jadi istri". ejek Firza
__ADS_1
"bahkan aku tau kamu menyukai gadis itukan karena tidak mungkin seorang Arden yang dingin mau membantu seseorang apalagi sampai mesra mesran seperti itu jika hatimu tidak jatuh padanya". ucap Firza sambil tertawa puas
Arden yang kesal dengan Firza langsung mematikan sambungan teleponnya dan saat Firza menelponnya lagi Arden langsung mematikannya bahkan memblokir nomor Firza karena tidak ingin di goda oleh temannya itu.