Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Perubahan Arden


__ADS_3

Arden yang sudah selesai mandi melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul sembilan pagi dan Arden baru ingat jika Anissa ada jam kuliah pukul sepuluh pagi. Arden bersiul di depan cermin sambil menyisir rambutnya.


"perfect". ucap Arden lalu menyemprotkan parfum ke badannya


"saat perang di jalan cinta". ucap Arden sambil tersenyum karena merasa geli dengan apa yang dia katakan


Arden menghirup tubuhnya yang berbau harum, setelah itu Arden menyambar tasnya serta kunci motornya dan turun ke bawah. semua orang yang ada di ruang tamu menatap Arden dengan heran bahkan Andra sampai menutup mata sang istri yang menatap Arden tanpa berkedip


"CK hubby lepas tangannya". ucap Tasya sambal berusaha melepas tangan sang suami yang menutupi matanya


"hunny kamu hanya boleh memandang ku saja tidak boleh yang lain". ucap Andra yang cemburu karena bagaimanapun istrinya pernah menyukai Arden


"issh hubby posesif sekali aku hanya menatap Arden sekali ini saja aku hanya terkejut seorang Arden berpenampilan rapih". ucap Tasya


"hubby ishh lepas". ucap Tasya


"tidak". ucap Andra lalu menenggelamkan kepalanya Tasya ke dadanya sedangkan Tasya mengkerutkan bibirnya karena ulah suaminya.


"mau kemana". tanya Laura pada sang putra yang begitu rapih


"kampus". jawab Arden dengan singkat


"kampus bukannya hari ini kamu tidak ada jadwal kuliah nak". tanya Laura


"Arden lagi punya misi ma". jawab Arden


"Arden berangkat dulu". ucap Arden lalu meninggalkan rumahnya


Laura berpikir misi apa yang di maksud putranya itu dan Andra baru melepaskan kepala istrinya setelah motor Arden menjauh dari rumah


"auwh". ringis Andra saat sang istri mencubit pinggangnya


tiba tiba Tasya mengendus endus bau yang begitu harum dan menenangkan pikirannya bahkan Tasya mengusap perutnya sedangkan Andra menatap istrinya dengan aneh


"hubby aku mau perfume yang baunya seperti ini". ucap Tasya


"tidak boleh ini parfum milik Arden". Andra langsung menolak keinginan istrinya itu


"pakai parfum ku saja ya hunny". Andra membujuk istrinya


"tidak mau, aku mau yang harumnya seperti ini, bayinya yang mau". ucap Tasya


"bayinya apa ibunya". ucap Arden dengan mengerucutkan bibirnya


"mas misi apa yang di maksud putra mu". tanya Laura pada suaminya

__ADS_1


"mungkin misi masa depan". jawab Alex


"misi masa depan". Laura mengulangi perkataan suaminya itu


"Andra ayo berangkat ke kantor". ajak Alex pada sang putra


Andra dan Alex berangkat ke kampus tinggallah Laura dan Tasya yang masih menghirup udara sambil mengelus perutnya


"baby kamu sedang ini barang barang milik om mu ya". ucap Tasya


Arden yang mengendarai motornya dengan senyum yang mengembang dan senyum itu semakin merekah saat memasuki halaman rumah Anissa. Arden langsung turun dari motor dan menghampiri Lisa yang sedang mengendong baby Farhat


"pagi Tante". ucap Arden sambil mencium punggung tangan mamanya Anissa


"pagi juga Arden". jawab Lisa sambil tersenyum


"Hay baby Farhat". sapa Arden yang membuat Baby Farhat terseyum


"ngapain kamu ke sini". ucap Delon yang tiba tiba sudah berada di depan


"pagi om". sapa Arden dan akan menyalami Delon tetapi Delon tidak menerima uluran tangan Delon


"saya tanya kamu ngapain ke sini". Delon mengulangi perkataan


"mau menjemput Anissa om hari ini Anissa ada kuliah jam 10 pagi om". jawab Arden


"mas". tegur Lisa


Anissa keluar dengan keadaan yang masih mengantuk karena baru bisa tidur jam tiga pagi.


"ma yah Anissa berangkat dulu bersama Arden". ucap Anissa sambil menyalimi Kedua Orang tuanya


"om Tante saya berangkat dulu". pamit Delon


"iya hati hati Tante titip putri Tante". ucap Lisa


"iya Tan". jawab Delon


setelah Anissa naik ke motor Delon melajukan motornya menuju kampus. Anissa sesekali menguap karena rasa kantuknya yang masih menyerang. Anissa yang sudah tidak tahan menahan kantuknya merebahkan kepalanya di punggung Arden sedangkan Arden yang tau Anissa tertidur mengurangi kecepatan motornya dan menggunakan salah satu tangannya untuk memegangi tangan Anissa yang melingkar di perutnya.


motor yang Arden Kendari memasuki kampus dan pemandangan itu membuat mahasiswi berteriak histeris karena merasa iri dengan Anissa yang bisa memeluk Arden dengan erat. Bunga yang melihat pemandangan itu mengepalkan tangannya.


"kenapa cewek preman itu sangat mudah mengambil hati Arden sedangkan aku selama ini mengikuti setiap kegiatan Arden yang ada di kampus sama sekali tidak berhasil membuat Arden melihat ke arah ku, apa istimewanya cewek preman itu". monolog Bunga dan menghentakkan kakinya lalu berjalan menuju kelasnya dengan perasaan kesal


brugh

__ADS_1


"auwh". ringis bunga karena merasa sakit di bagian pantatnya yang tepat mendarat di lantai


"apa tidak punya mata jalan sampai menabrak orang". ucap bunga dengan keras sambil menepuk tangannya yang kotor


"kamu yang menabrak saya bukan saya yang menabrak kamu"


deg


bunga menghentikan gerakan tangannya dan mendongak kepalanya ke atas dan Bunga menelan salivanya saat melihat orang yang ada di depannya


"pa pak Yusuf". ucap bunga dan langsung berdiri


"ya lagian ngapain bapak ada di tengah jalan". ucap Bunga yang tidak mau di salahkan


"tengah jalan ya , sekarang kamu lihat". ucap Yusuf dan Bunga melihat bahwa mereka berada di pinggir


"sudah salah bukan minta maaf tapi masih mengelak". ucap Yusuf sambal menatap mahasiswinya yang pernah mencoba mempermalukan dirinya dan Anissa ketika pertama kali dia masuk di kelas


"pokoknya bapak yang tetap salah karena tidak ada sejarahnya perempuan yang salah". ucap bunga dengan kesal lalu meninggalkan Yusuf begitu saja


"ada mahasiswi seperti itu yang tidak takut dengan dosen". monolog Yusuf dan melanjutkan jalannya.


sedangkan Bunga memegang dadanya dan mengelapkan keringatnya


"bodoh kamu bunga kenapa tadi bukannya minta maaf malah menyalahkan pak Yusuf, bagaimana jika pak Yusuf tidak meluluskan aku di mata pelajarannya, udah begitu aku meninggalkan kesan buruk lagi saat pertama kali pak Yusuf mengajar di kelas". monolog bunga merutuki kebodohannya


"Anissa". panggil Arden saat sudah sampai di parkiran tetapi Anissa belum bangun juga


"Anissa". panggil Arden sambil menepuk tangannya di tangan Anissa yang melingkar di perutnya


"eugh". Anissa membuka matanya dan langsung terkejut saat dia berada di parkiran kampus


"sudah sampai". tanya Anissa


"sudah dan lepaskan tangan mu dari perutku".jawab Arden


Anissa langsung melepaskan tangannya dan turun dari motor


"belajar yang rajin". ucap Arden dan mengusap kepala Anissa serta Arden memberikan senyum pada Anissa


deg


Anissa terpaku dengan perlakukan Arden barusan serta senyuman yang Arden berikan


"nanti aku jemput lagi". ucap Arden lalu menjalankan motornya meninggalkan Anissa yang masih terdiam

__ADS_1


"jantungku". ucap Anissa lalu memegangi dadanya


__ADS_2