
hari ini Alex dan Mex terbang ke malang untuk menemui anaknya Merlin, beberapa hari yang lalu Jeki memberikan sebuah alamat pada Alex , Jeki mendapatkan alamat terakhir anak itu. dari bandara Alex dan Mex langsung menuju ke alamat yang di kirim oleh Jeki. saat mobil itu berhenti di depan sebuah bangunan.
"kak yakin ini alamat, Jeki tidak salah kasih alamatkan, ini rumah bordil kak". ucap Gio saat melihat wanita berpakaian sexy bahkan sudah ada beberapa yang menunggu mereka keluar dari mobil.
Alex langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Jeki
"hallo Lex sudah sampai di alamat yang aku berikan". tanya Jeki di sebrang telepon
"sudah kamu yakin Mira ada di sini, ini rumah bordil jek". ucap Alex
"benar karena dari hasil penyelidikan yang aku dapat Mira di jual di tempat itu bahkan umur anak itu masih satu tahun". ucap Jeki
"temuilah madam Vina dia yang membeli Mira". ucap Jeki
"baiklah terima kasih atas bantuannya". ucap Alex lalu mematikan sambungan teleponnya
"kata Jeki benar di sini, Merlin benar benar sudah gila menjual anaknya yang masih satu tahun". ucap Alex
Alex dan Mex turun dari mobil, dua wanita datang menghampiri mereka
"Hay tuan saya bisa memberikan pelayanan yang sangat memuaskan untuk tuan". ucap salah satu wanita yang akan memenangkan wajah Alex dan Alex langsung menepis tangan wanita itu.
"jangan menyentuhku atau aku akan membuatmu kehilangan tangan mu itu". ancaman Alex
"woh aku suka dengan pria kasar pasti permainan ranjangnya sangat hot". ucap wanita yang tidak takut dengan ancaman Alex
"ayolah Tuan jangan malu malu pasti anda datang kemari untuk mencari kepuasan bukan, saya sering memuaskan banyak pria seperti tuan". ucap wanita itu dengan gaya centilnya sedangkan Alex merasa jijik melihat wanita itu
"dan untuk tuan yang satunya bisa sama saya karena saya tidak kalah jago dengannya". ucap wanita satunya
"istriku lebih jago dan dia tidak seperti kalian yang sering gonta-ganti laki laki untuk mendapatkan uang". ucap ketus Mex yang sudah jengah melihat kelakuanku mereka
"kedatangan kami mencari madam Vina". ucap Alex
__ADS_1
"ada apa mencari saya". ucap madam Vina yang baru saja turun
"ada keperluan". jawab Mex
madam Vina mengajak mereka masuk ke sebuah ruangan, madam Vina memperhatikan dua pria itu
"pakaiannya saja mahal pasti dia orang kayak dan menemuiku untuk menanyakan gadis perawan, orang kaya pasti tidak ingin bekas orang". monolog madam Vina dalam hati
"apa tuan tuan ini mencari saya untuk bermalam dengan gadis yang masih perawan". tanya madam Vina
"bukan saya datang kemari untuk mencari seseorang gadis mungkin umurnya kisaran dua puluh atau dua puluh satu tahun". ucap Alex
"disini banyak gadis yang memiliki umur seperti itu bahkan di bawahnya banyak, mereka masih fresh tuan". jawab madam Vina
"maaf madam Vina". seseorang masuk menganggu obrolan mereka
"ada apa". tanya madam Vina sambil menghisap rokoknya
"tuan Ciko menginginkan seorang gadis yang masih ori dan bersedia membayar 1 milyar untuk satu malam". jawab wanita itu
"tapi madam Citra Masih berumur empat belas tahun". jawab wanita itu
"apa salahnya, cepat atau lambat dia juga harus membuka kakinya untuk bertahan hidup, dandani dia secantik mungkin jangan buat tuan Ciko kecewa dia pelanggan setia di sini". perintah madam Vina
Alex dan Mex sangat miris mendengar anak berumur empat belas tahun di suruh untuk melayani pria hidung belang. dulu Mex juga punya tempat seperti ini tapi bukan seorang anak anak yang dia cari yaitu gadis yang berumur dua puluh tahun ke atas
"Anda wanita gila ya anak anak anda suruh melayani pria hidung belang". ucap Mex
"ada urusan apa dengan anda, aku sudah membelinya dengan mahal mau anak mau gadis ataupun orang dewasa kalau sudah masuk ke sini mereka harus siap membuka kaki mereka". jawab madam Vina
"kami tidak ingin mencari keributan di sini dan saya harap anda menjawab dengan jujur". ucap Alex dan madam Vina yang mendengar ucapan Alex langsung menatapnya
"apa mereka ini polisi". monolog madam Vina
__ADS_1
"apa tujuan Kalian". tanya madam Vina
"saya mencari Mira". ucap Alex dan madam Vina langsung melepaskan gelas yang dia pegang saat mendengar nama Mira
"ini foto Mira waktu umur satu tahun". Alex meletakan foto Mira di atas meja
"siapa mereka sebenarnya, apa mereka keluarga Mira". monolog madam Vina dalam hati
"saya ingin anda jawab jujur tentang Mira jika saya tau anda berbohong maka saya bisa membuat tempat ini di tutup". ancaman Alex
"hahahaha". madam Vina tertawa saat mendengar ancaman Alex.
"Anda ingin menutup tempat ini, tidak akan bisa tuan walaupun anda memiliki banyak uang karena apa saya punya banyak orang di belakang saya yang mendukung tempat saya di antara para pejabat, anggota kepolisian dan masih banyak lagi". ucap madam Vina dengan bangga
"kakakku bisa melakukan itu bahkan orang orang mu tidak akan bisa mencegahnya karena apa kakakmu ketua D'devil". ucap Mex.
"an anda tuan Alex". tanya madam Vina dengan gugup, siapa yang tidak tau tuan Alex orangnya bagaimana
"iya". jawab Alex singkat
"la lalu apa hubungan tuan dengan Mira". tanya madam Vina
"Mira adalah keponakan saya". jawab Alex dan Jawaban yang di berikan Alex membuat madam Vina langsung bergetar
"mati aku, jika tau Mira ponakan tuan Alex dulu aku tidak akan membelinya dan sekarang aku harus bagaimana ini". monolog madam Vina sambil meremas roknya
"dimana anak itu". tanya Alex dengan dingin
"saya tidak tau tuan". jawab madam Vina
"tidak tau anda yang membelinya kenapa tidak tau". tanya Alex
"Mira sudah di beli orang tuan dan saya tidak tau tempat tinggalnya". jawab madam Vina
__ADS_1
"di beli". tanya Alex dan madam Vina menganggukan kepalanya
madam Vina menceritakan kepada mereka berdua saat umur Mira sepuluh tahun ada seseorang yang memaksanya untuk memberikan Mira agar tidur dengannya dan waktu itu madam Vina menolaknya karena Mira Masih anak anak tetapi berhubung orang itu salah satu yang membantu melindungi tempatnya madam Mira memberikan Mira pada orang itu untuk menghabiskan malam bersamanya dan hal itu membuat Mira menagis kencang karena takut pada sosok pria yang berdiri di depannya. tangisan Mira membuat pria lain yang berada di tempatnya merasa iba hingga akhirnya orang itu memberikan tawaran yang sangat tinggi untuk membeli Mira yaitu 10 miliar dengan syarat Mira harus di bawanya sedangkan pria yang ingin menidurinya tidak punya cukup uang untuk melaksanakan niatnya