
Alex turun dari mobil dan menatap sebuah bangunan yang menjadi markas D'devil, tempat ini banyak kenangan yang tak pernah Alex lupakan tapi untuk sekarang Alex harus meninggalkan tempat ini demi keselamatan anaknya. Alex melangkahkan kakinya memasuki bangunan itu, saat sudah masuk anggota D'devil terkejut saat Alex masuk ke markas lalu mereka langsung memberikan hormat dan Alex membalas dengan senyuman. Mex terseyum lebar saat melihat kakaknya datang sudah lama mereka tidak pernah berjumpa.
"selamat datang kak". sapa Mex sambil memeluk Alex dan Alex membalas pelukan Mex
"bagaimana kabar mu Mex". tanya Alex
"kabarku baik kak". jawab Mex
"kenapa bisa senjata itu di curi". tanya Alex
Mex menjelaskan ada penghianat di antara mereka dan ternyata penghianat itu terpaksa melakukan itu untuk menyelamatkan anaknya. jadi penghianat itu terpaksa memberitahu di mana kita menyembunyikan senjata itu dan nasnya yang mencuri senjata itu adalah kekuatan jauh di atas Mex. Alex menarik nafasnya mendengar cerita Mex.
"paman". teriak Marko saat melihat pamannya ada di sana
"Marko". jawab Alex sambil merangkul sang keponakan.
"bagaimana kabar taiger Mex". tanya Alex menanyakan binatang peliharaan itu
"taiger baik baik saja bahkan sekarang ada satu anggota D'devil yang bisa mendekat taiger selain kak dan kak ipar, dia seorang gadis". dahi Alex berkerut saat mendengar penjelasan Mex , selama ini tidak ada yang berani mendekati taiger tapi kenapa gadis ini berani mendekati taiger bahkan taiger tunduk kepadanya.
"aku saja sudah bertahun tahun tidak bisa menaklukkan taiger tapi gadis bisa menaklukkan taiger dalam satu bulan". sambung Mex
"sudah berapa lama gadis itu bergabung dengan D'devil". tanya Alex
"sudah lima tahun ini dia bergabung saat D'devil mencari penembakan jarak jauh". jawab Mex
Mex menerima gadis itu karena dia memiliki kemampuan yang sangat menakjubkan bahkan hampir sama seperti Alex saat menembak dan berkelahi, Mex berpikir tidak masalah menerima seorang gadis dalam D'devil karena kemampuan gadis itu. Alex hanya menganggukkan kepalanya mendengar cerita Alex sedangkan Marko tidak tenang saat melihat pamannya.
"aku ingin melihat taiger". Alex berjalan menuju ke kandang taiger yang di ikuti Mex dan Marko.
saat sampai di kandang taiger Alex melihat punggung seorang gadis yang sedang memberi makan taiger. Alex membuka kadang taiger dan gadis itu menghentikan kegiatannya.
"siapa yang masuk ke kandang taiger karena selama ini tidak ada yang berani masuk selain dia". monolog gadis itu dan secara perlahan gadis itu membalikkan tubuhnya
deg
gadis itu langsung terdiam saat tau siapa yang ada di hadapannya dan langsung menjatuhkan Makanan taiger, Alex menatap gadis yang memakai sebuah kain menutupi wajahnya hanya terlihat matanya saja.
"kenapa matanya seperti familiar". monolog Alex
__ADS_1
"Leonar dia Tuan Alex pemimpin D'devil sebelum saya". ucap Mex
"selamat datang Tuan Alex". sapa leonar dengan menekan suaranya dan membungkukkan badannya
"bagaimana caramu menaklukkan taiger padahal selama ini tidak ada yang bisa mendekati". tanya Alex sambil menatap Leonar
"mampus kamu kak Ana jika tidak bisa memberikan jawab yang bisa menyakinkan ayahmu, kamu bisa menipu ayahku tetapi aku tidak yakin dengan paman karena kata ayah paman mudah mengenali orang". monolog Marko dalam hati
Ana selama ini menggunakan identitas Leonar untuk bergabung di D'devil dan dia selalu menutupi wajahnya agar pamannya tidak bisa mengenali, sedangkan Marko mengetahui itu dirinya adalah saat dia tidak sengaja membuka cadar dan Marko ada disana
"saya tidak tau tuan tapi saat pertama kali saya melihat taiger seperti ada ikatan tapi kita bisa membuat seekor harimau menjadi sahabat kita adalah hati kita harus tenang dan tidak gelisah sehingga tidak menimbulkan cemas dan membuat harimau itu waspada". jawab Ana dengan menarik nafasnya dengan harapan ayahnya tidak mengenali karena sejak tadi Alex menatap. Alex hanya menganggukkan kepalanya.
"Mex bilang kamu jago menembak jarak jauh". tanya Alex dan di anggukan oleh Ana
"saya ingin melihat kemampuan mu". Alex mendekati leonar (Ana) sedangkan Ana berusaha menahan nafasnya agar tidak terlihat gugup
"saya ingin melihat kamu menembak burung burung yang berterbangan". perintah Alex
"baik tuan". jawab Ana
Alex,Mex,Marko dan Ana sudah berada di lapangan. alex mengamati cara gadis itu membidik sasaran. leonar ( Ana ) mengarahkan senjatanya ke udara
enam ekor burung jatuh ke tanah dan enam tembakan itu tidak ada yang melesat sama sekali. Alex menatap ke arah Leonar "cara menembaknya sangat bagus dan persis seperti Laura tapi yang membedakan Laura tidak bisa menembak jarak jauh". monolog Alex dalam hati
"kenapa ayah menatap ku terus semoga saja ayah tidak mengenaliku". monolog Ana dalam hati
"belajar di mana cara menembak". tanya Alex
"dulu saya pernah masuk ke sekolah militer dan disana di ajarkan cara menembak". jawab Ana
"kenapa tidak jadi militer saja dan kenapa masuk ke D'devil
"saya di keluarkan secara tidak hormat karena sebuah fitnah". jawab Ana dengan bohong
setelah mendengar jawaban Leonar (Ana) , Alex meninggalkannya begitu saja dan Ana bisa bernafas lega saat ayahnya telah pergi. Marko langsung menghampiri Ana
"Kak apa paman tidak curiga". bisik Marko
"aku harap tidak". jawab Ana
__ADS_1
"tapi bagaimana jika paman curiga kepadamu". tanya Marko
mereka berdua secara diam diam mengikuti Alex dan Mex. Ana dan Marko menguping pembicaraan ayah mereka.
"Mex penyerangan masih nanti malamkan". tanya Alex
"iya kak". jawab Mex
"baiklah kakak harus pulang". sambung Alex
"kenapa tidak nanti saja setelah penyerangan apa kakak tidak bilang ke kakak ipar". tanya Mex
"aku harus memastikan sesuatu dulu". jawab Alex langsung meninggalkan Mex. Marko dan Ana langsung bersembunyi saat Alex akan keluar
"kak aku yakin paman curiga dengan mu tidak mungkin seorang ayah tidak mengenali putrinya sendiri walaupun wajahnya di tutup". Marko berbicara sambil meremas tangannya
"aku harus pulang".
Ana langsung berlari keluar markas
"Leonar". teriak Mex dan Ana langsung menghentikan larinya
"mau kemana kita harus bersiap siap". tanya Mex
"maaf tuan saya dapat telepon dari rumah dan saya harus pulang lebih dulu, saya janji saya akan datang sebelum berangkat". jawab Ana
"baiklah kamu harus ikut karena kamu sangat dibutuhkan". jawab Alex dan Ana hanya menggunakan kepalanya.
Ana langsung mengendarai motornya dengan kecepatan penuh dengan harapan ayah belum sampai di rumah. sedangkan Alex menyetir mobil sambil menghubungi Laura tetapi istrinya tidak mengangkat teleponnya.
"ayah harap itu bukan kamu". monolog Alex
Ana sudah mengendarai motornya dengan kecepatan penuh tetapi belum melihat mobil ayahnya. Ana melihat mobil ayahnya di depan kemudian Ana mengendarai motornya lewat jalan atas sedangkan Alex melewati jalan bawah.
💙💙💙
hey ada racun cerita lagi nih pokoknya jangan sampai ketinggalan, yuklah cuss langsung kepoin judul "Atmosphere" karya "Hilmiath"
__ADS_1