Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Melepas Rindu Antara Putri dan Ayah


__ADS_3

Di rumah ayahnya Nadia masih diam dan bingung mau mulai pembicaraan darimana.


"Mira". panggil Niko pada sang putri sejak tadi hanya diam saja


"iya". jawab Nadia saat ayahnya memanggilnya


"dulu kamu masih kecil dan ayah sangat suka mengendong mu lalu sekarang saat bertemu kembali sudah dewasa". ucap Niko


"Nadia Rindu ayah". ucap Nadia sambil memeluk Niko yang ada di kursi roda dan Niko membalas pelukan dari putrinya itu


"hiks hiks". tumpah tangis Nadia dan Niko dengan saling berpelukan


"ayah juga sangat merindukan Mira, saat mama mu bilang kamu sudah meninggal dunia ayah serasa berhenti nak, tapi ayah yakin kamu masih hidup". ucap Niko sambil mengusap rambut sang putri


"kenapa Nadia harus terlahir dari rahim wanita seperti mama yah, kenapa". tanya Nadia sambil melepas pelukannya


"dan kenapa mamalah penyebab kehancuran keluarga suamiku yah, kenapa takdir begitu mempermainkan Nadia dari Nadia tumbuh di rumah bordil dan sekarang saat Nadia akan merasakan kebahagiaan bersama suami Nadia sebuah fakta ini begitu menyakitkan, apa salah Nadia yah". ucap Nadia sedangkan Niko yang mendengar suara putrinya merasakan ada yang tidak baik baik saja


"kenapa semua ini harus terjadi pada Nadia hiks hiks". tangis Nadia rasanya Nadia ingin melampiaskan semua kemarahan pada sang mama tetapi Nadia takut namanya akan membunuhnya seperti saat dia tau bahwa mamanya yang dia tau sebagai mama mertua selama ini hanya memanfaatkan suaminya


"maafkan ayah Mira, andai ayah tidak menikah dengan mama mu kamu tidak akan mengalami ini semua apalagi harus tumbuh di lingkungan rumah bordil dan maafkan ayah yang lalai menjagamu nak". ucap Niko


"Nadia merasa malu yah apalagi ibu kandung mas Gio begitu baik sama Nadia walaupun sudah tau Nadia anak dari wanita yang sudah menghancurkan Keluarganya bahkan anak dalam kandungannya". ucap Nadia


"suamimu juga baikkan nak". tanya Niko karena Niko sangat takut jika suami putrinya tidak bisa menerima putrinya apalagi Gio bertahun tahun di bodohi oleh mantan istrinya dan Niko takut suaminya membalas perbuatan mantan istrinya pada putrinya. Nadia mendengar pertanyaan dari sang ayahnya langsung terdiam


"mas Gio baik pada Nadia yah". jawab Nadia Karena Nadia tidak ingin sang ayah khawatir pada dirinya apalagi saat Nadia melihat kondisi sang ayah. Nadia tidak habis pikir mama tega membuat ayahnya menjadi seperti ini


"benarkan suamimu baik pada mu nak". tanya Niko sekali lagi


"iya yah, mas Gio tidak pernah berubah masih sangat menyayangi Nadia apalagi Nadia lagi hamil". jawab Nadia dengan terseyum

__ADS_1


"cucu kaki baik baik saja, apa dia membuat mu kesusahan". tanya Niko


"dia sangat pintar dan tidak pernah membuat Nadia kesusahan". jawab Nadia


seharian itu Nadia habiskan bersama ayahnya untuk melepas rindu, Nadia tertawa saat sang ayah menceritakan tentang dirinya yang masih bayi sampai berumur satu tahun, Niko menceritakan bahwa Mira selalu begadang dan akan tidur ketika di ajak narik angkot dan selama itu Niko tidak merasakan lelah karena bagi Niko membesarkan Mira sangat menyenangkan. Nadia yang setia mendengarkan cerita ayahnya membuatnya lupa jika suaminya masih belum bisa menerimanya.


"yah Nadia pulang dulu, sudah sore nanti keburu mas Gio sudah pulang dari kantor". ucap Nadia saat melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul lima sore


"hati hati di jalan nak". ucap Niko


"iya yah, nanti jika ada waktu Nadia main ke sini lagi". ucap Nadia


"iya Mira". ucap Niko


Nadia berjalan keluar rumah dan masuk ke taxi online yang sudah dia pesan.


"semoga saja mas Gio belum pulang agar aku bisa memasak untuknya". monolog Nadia


"Nadia sudah pulang". ucap Fatma saat melihat menantu hanya diam saja


"sudah Bu". jawab Nadia


"Nadia bawa apa". tanya Fatma


"bawa martabak, tadi saat Nadia pulang dan melewati penjual martabak Nadia ingin memakannya akhirnya Nadia beli". jawab Nadia


"wah cucu nenek ingin makan martabak ya". ucap Fatma sambil mengusap perut Nadia dan Nadia menganggukan kepalanya


"Gio berhubung istrimu sudah datang, ayo kita makan bersama". ajak Fatma dan Fatma membawa Nadia ke dapur


"Bu nanti mas Gio tidak mau makan jika ada Nadia". ucap Nadia

__ADS_1


"sudah kamu duduk saja, Gio pasti juga ikut". ucap Fatma sambil menarik kursi untuk Nadia duduk saat itu juga Gio masuk ke dalam dapur yang di ikuti Zihan


Gio duduk di samping Nadia sedangkan Zihan duduk di depan Nadia, Gio menyodorkan piring ke arah Nadia dan Nadia yang paham langsung mengambil makanan untuk suaminya. ada sedikit bahagia di hati Nadia ketika suaminya meminta untuk di ambilkan makan, mereka semua makan dengan nikmat. setelah selesai makan Nadia memakan martabak yang dia beli. Gio melihat Nadia yang makan dengan nikmat


"Hay Tante". sapa Zihan


uhuk


uhuk


Nadia terdesak martabak saat Zihan memanggilnya Tante dan Gio langsung mengambil air minum


"eh maaf maaf". ucap Zihan


"tidak apa apa hanya terkejut saja karena si panggil Tante". jawab Nadia


"hmm aku mau minta maaf jika tadi membuat kesalahpahaman pada Tante ke om karena Zihan membuatkan minum untuk om". ucap Zihan dan Nadia melihat suaminya, rasanya Nadia ingin tertawa ketika melihat ekspresi suaminya ketika di panggil om jika tidak mengingat suaminya masih marah padanya.


"eh tidak aku tidak marah". jawab Nadia


"tante aku tinggal disini hanya sementara saja sampai kakakku pulang dari luar negeri". ucap Zihan dan Nadia hanya menganggukkan kepalanya lalu melanjutkan makannya.


Gio meninggalkan ruang makan dan menuju kamar yang di tempati Nadia setelah selesai makan Nadia kembali ke kamarnya dan terkejut saat suaminya berada di kamarnya


"mas ada di sini". tanya Nadia


"kamu ingin aku tidur di luar". jawab Gio


"bukan begitu hanya saja, hmm tidak jadi". ucap Nadia dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


sedangkan Nadia yang berada di dalam kamar mandi menyadarkan tubuhnya di pintu

__ADS_1


"aku merasa mas Gio belum bisa menerima ku tapi sikapnya seperti itu, tapi tidak apalah karena aku ingin selalu dekat mas Gio terus sejak hamil". monolog Nadia lalu menghidupkan kran untuk mengisi bathup, setelah terisi Nadia berendam dan menuangkan sabun yang sering di pakai suaminya karena sejak hamil Nadia menyukai harumnya


__ADS_2