
sepanjang jam pelajaran Yusuf mengajar dengan dingin bahkan aura di kelas itu terkesan horor, tetapi Anissa tetap cuek dengan keadaan. Yusuf tidak segan segan mengeluarkan mahasiswa yang ribut dari kelasnya. setelah jam pelajaran selesai Yusuf langsung keluar dari kelas tersebut. setelah Yusuf keluar mahasiswa berbisik-bisik tentang sikap Yusuf yang mengajar pada hari ini. Anissa keluar dari kelas dan Anissa merasa heran karena tidak melihat bunga berada di kampus.
"Anissa". panggil Yusuf
"iya pak". jawab Anissa
"mau kemana". tanya Yusuf
"mau ke kantin". jawab Anissa
"sayang kenapa masih di sini aku sudah menunggu mu di kantin". ucap Arden lalu merangkul bahu Anissa
"ah iya ini lagi mau kesana". jawab Anissa sedikit gugup
"maaf pak kami ke kantin dahulu". ucap Arden lalu membawa Anissa pergi tanpa menunggu jawaban dari Yusuf sedangkan Yusuf mengepalkan tangannya saat melihat Arden yang merangkul Anissa, Anissa melepaskan rangkulan Arden
"main pegang pegang saja tanpa izin". ucap Anissa
"hey aku hanya memainkan peran ku saja jika memang tidak mau ya sudah aku tidak akan mau menjadi pacar pura pura mu". ucap Arden lalu berjalan meninggalkan Anissa.
"eh eh tunggu". Anissa menarik tangan Arden
"lepas". ucap Arden dan Anissa tidak melepaskan sama sekali
"he he maaf jangan marah ya tetap bantuin aku please". ucap Anissa dan Arden masih diam saja
"ayolah". ucap Anissa
"oke". jawab Arden singkat lalu berjalan menuju kantin dan di ikuti Anissa
Arden dan Annisa menjadi pusat perhatian karena mereka makan bersama, para mahasiswa ataupun mahasiswi menganggap mereka sepasang kekasih dan rumor itu benar karena hari ini mereka melihat kemesraan Arden dan Anissa, tentu saja mereka melakukan itu agar rumor mereka berpacaran sampai ke telinga Yusuf.
Andra yang baru saja masuk ke kantin, menatap Arden dengan tidak percaya dengan apa yang dia lihat
"jadi rumor Arden yang sudah memiliki kekasih itu benar bukan hanya gosip saja". monolog Andra
"dan apa ini Arden bisa seromantis itu". sambung Andra lalu terseyum miring dan mengeluarkan ponselnya lalu merekam apa yang di lakukan Arden. setelah selesai Andra mengirimkan pesan pada ayahnya
*anda*
yah lihat video ini Andra yakin ayah akan terkejut melihatnya
^^^*ayah*^^^
^^^si kanebo kering punya pacar^^^
*Anda"
__ADS_1
seperti ya aku pikir hanya gosip tetapi hari ini aku melihat bagaimana romantisnya Arden kepada pacarnya
^^^*ayah*^^^
^^^biarkan saja tapi ayah ingin tau gadis mana yang bisa membuat Arden luluh^^^
*Anda*
aku tidak tau yah hanya punggungnya saja yang kelihatan
setelah mengirimkan pesan itu Andra memilih duduk di pojokan agar tidak terlihat oleh Arden karena Andra ingin tau wajah gadis yang menjadi pacar Arden. Andra menikmati makanannya sambil melihat ke arah Arden dan saat mereka meninggalkan kantin itu Andra merasa kelas karena tidak bisa melihat wajah gadisnya karena Arden merangkul gadis itu.
"siapa gadis itu yang sudah membuat Arden bersikap romantis". ucap Andra dan ketika akan mengikuti Arden, Tasya menghampirinya
Anissa dan Arden yang sudah tidak ada kelas langsung menuju parkiran. Anissa memegang pinggang Arden dengan erat. Arden melajukan motornya menuju rumah singgah. Anissa menatap rumah singgah itu dan beberapa anak anak yang pernah dia temui di jalanan waktu itu yaitu mereka yang menjual kerajinan
"kak Arden". teriak anak anak
Arden mengahampiri mereka yang diikuti Anissa, Anissa terseyum saat melihat anak anak yang sedang membuat kerajinan
"kak Arden kenapa baru kesini". ucap loli
"maaf kakak sibuk loli". jawab Arden
"kakak cantik ini siapa, pacar kakak ya". tanya loli dan Arden hanya terseyum
"kak Arden ini yang mengajari kita membuat kerajinan bahkan kak Arden membeli rumah ini untuk kita tinggali". jawab loli dan Anissa menatap Arden kemudian timbul rasa kagum
"sungguh". tanya Anissa
"iya kak dulu kita di tolong kak Arden dari para preman yang menyuruh kita mengemis dan membelikan rumah ini lalu mengajari kita membuat kerajinan dan menjualnya untuk kebutuhan kita sehari hari". jawab zero
"ternyata dia punya sisi kemanusiaan". monolog Anissa
"hmm bolehkah aku menghampiri anak anak di sini". bisik Anissa pada Arden
"iya". jawab singkat Arden
Anissa menghampiri anak anak yang sedang membuat kerajinan dari barang barang bekas, Anissa begitu kagum ketika tangan tangan mungil itu begitu mahir membuat kerajinan
"Hay adik adik". sapa Anissa.
"hay kakak cantik". jawab mereka semuanya
"kalian begitu hebat membuat kerajinan ini". puji Anissa
"kami bisa karena kami belajar kakak". jawab salah satu anak
__ADS_1
"hmmm boleh ajari kakak membuatnya". ucap Anissa
salah satu anak mengajari Anissa cara membuat kerajinan tersebut dan Anissa memperhatikannya sehingga Anissa mulai mencobanya, Anissa dan anak anak bercanda dan mereka tertawa bersama. Arden melihat Anissa yang begitu mudah akrab bersama anak anak menerbitkan senyuman. apalagi saat Anissa tertawa semakin membuat Anissa terlihat cantik walaupun berpenampilan preman
"pacar mas Arden ya itu". tanya Marni gadis berumur tujuh belas tahun
Marni adalah orang yang mengurus rumah singgah itu dan keperluan anak anak.
"pacarnya cantik mas". ucap Marni
"iya". jawab Arden tanpa sadar
Marni memperhatikan Anissa yang sedang bersendau gurau bersama anak anak, Marni terseyum saat melihat cara Anissa mengajak anak anak bercanda sehingga menimbulkan tawa bahagia di antara mereka.
"buruan di nikahi mas nanti di ambil orang Lo". goda Marni
"apalagi mbaknya cantik dan Marni lihat mbaknya baik , Marni bisa lihat cara mbaknya memperlakukan anak anak". sambung Marni.
"jangan sampai menyesal lo mas kalau di ambil orang lain". goda Marni lagi lalu meninggalkan Arden dengan diamnya.
setelah selesai bersama anak anak Anissa mengahampiri Arden
"sejak kapan kamu mendirikan rumah singgah ini". tanya Anissa
"SMA". jawab Arden singkat
"ternyata di balik sikap sombong mu ada ras peduli aku pikir rasa peduli yang kamu tunjukkan saat kegiatan MAPALA hanya sebuah kamuflase saja". ucap Anissa
"jadi kamu menilaiku seperti itu". tanya Arden sambil menatap Anissa
"ya soalnya saat aku bertemu dengan mu kamu itu dingin dan sombong". ucap Anisa dan berbalik badan
Arden memegang dahi Anissa yang akan terbentur pintu sehingga tangan Arden yang membentur pintu
"eh". Anissa terkejut saat pintu tertutup dan menyadari telapak tangan Arden ada di dahinya, Arden langsung menarik tangannya
"hati hati". ucap Arden singkat dan meninggalkan Anissa
"ishh akukan tidak tau jika ini pintu akan tertutup karena tadi aku masuk kesini masih terbuka". monolog Anissa
setelah melihat keadaan rumah singgah Arden memutuskan untuk mengantar Anissa pulang ke rumahnya.
💙💙💙
yuk sambil nunggu update mampir dan baca karya dari " Pipipermatasari " judul " Izinkan Aku Pergi (Aku Lelah) "
__ADS_1