Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2-Dosen Itu Anak Tante Fatma


__ADS_3

ceklek


saat pintu itu terbuka menampilkan seorang laki laki yang membuat Ana terkejut bahkan bukan Ana saja yang terkejut tapi laki laki itupun terkejut


"pak Farhan"


"Ana"


mereka berbicara secara bersamaan dan menyebut nama mereka masing masing. Ana sendiri masih terkejut saat bertemu dengan dosen sendiri di rumah Tante Fatma dan Farhan sendiri berpikir kenapa mahasiswinya bisa berada di sini.


"apa yang kamu lakukan di rumah saya". tanya Farhan dengan nada datar karena Farhan tidak suka jika ada mahasiswa atau mahasiswi yang menghampirinya di rumahnya.


"saya ingin bertemu Tante Fatma pak". jawab Ana


"untuk apa menemui ibu saya". tanyanya lagi


"Ana". panggil Tante Fatma saat melihat Ana sedang berbicara dengan Anaknya


"Tante". Ana menyalami Fatma dan itu semua tidak luput dari pengelihatan Farhan


"mau ngambil pesenan mama ya". tanya Tante Fatma


"iya Tan". jawab Ana


"ma Farhan berangkat dulu". farhan menyalimi mamanya dan meninggalkan rumah itu


"ayo masuk". ajak Tante Fatma


Fatma menyuruh Ana duduk di ruang tamu dan Tante Fatma mengambil pesanan Laura, pelayan menyajikan minuman untuk Ana dan Ana mengucapkan terima kasih.


"jadi pak Farhan anak Tante Fatma". monolog Ana saat melihat foto keluarga Tante Fatma.


ini pertama kalinya Ana masuk ke rumah Tante Fatma biasanya dia hanya menunggu di luar.


"ibunya ramah kenapa pak Farhan cutek sekali" guman Ana dalam hati dan melihat sekeliling ruang tamu itu.


"Ana ini pesanannya". Tante Fatma memberikan sebuah bingkisan


"iya Tan" jawab Ana


"silahkan di makan dan minum". Tante Fatma mempersilahkan Ana untuk menikmati hidangan yang tersedia


"itu anak Tante". tanya Ana sambil menunjukan ke sebuah foto


Tante Fatma menceritakan bahwa Farhan baru saja pulang dari luar kota, dulu dia mengajar di sana sebagai dosen kemudian Farhan memilih pulang ke rumah untuk menemani mamanya yang tinggal sendirian, suami Tante Fatma telah meninggal dua tahun yang lalu sebenarnya Farhan ingin menemani mamanya setelah ayah meninggal tetapi dia masih terikat kontrak disalah satu universitas yang ada di sana dan setelah kontrak di sana usai Farhan memilih mendaftar menjadi dosen yang ada di kota ini. Tante Fatma juga meminta maaf atas cueknya Farhan tadi. setelah lama berbincang akhirnya Ana memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


Ana mengendarai mobil dengan kecepatan sedang saat itu dia melihat seorang ibu ibu yang sedang di hadang oleh para preman. Ana langsung menepikan mobilnya dan langsung menghampiri ibu ibu tersebut.


bugh


bugh


bugh

__ADS_1


Ana langsung menghajar ketiga preman itu, preman itu menatap remeh kepada Ana melihat Ana hanya gadis lemah.


bugh


bugh


bugh


bugh


bugh


perkelahian antara Ana dan preman itu membuat ibu ibu khawatir dengan Ana, ibu ibu sudah berteriak minta tolong tetapi tidak ada yang berani membantu Ana. Ana telah berhasil menumbangkan para preman itu. preman yang kalah itu langsung meninggalkan Ana dan ibu ibu tadi. Ana menghampiri ibu ibu tadi


"ibu tidak apa apa" tanya Ana


"ibu tidak apa apa nak, kamu sendiri". tanya ibu itu balok


"Ana baik baik saja Bu". jawab Ana


Ana memesan ibu itu taksi dan setelah ibu itu pergi Ana memasuki mobilnya dan meninggalkan tempat itu. tanpa Ana sadari aksinya tadi si lihat oleh seseorang, setelah Ana pergi orang tersebut menjalankan mobilnya.


"akhirnya aku menemukanmu". monolog orang yang melihat aksi Ana tersebut dan terseyum.


setelah beberapa menit Ana sampai di rumah, Ana langsung masuk ke rumah membawa pesanan mamanya.


"ma mama". panggil Ana


"iya sayang". jawab Laura dari arah dapur dan terseyum melihat putrinya sudah pulang


"ini ma pesenan mama". Ana menyerahkan bingkisan kepada mamanya dan Laura menerima bingkisan itu


"ayah dimana ma". tanya Ana


"ayahmu sedang ada di ke kantor". jawab Laura


"ya sudah ya ma Ana mau ke kamar dulu".


Setelah kepergian Ana, Laura kembali kebelakang untuk mengurus bunga bunganya yang ada di taman. sedangkan Ana di kamarnya langsung merebahkan dirinya di ranjang menatap langit langit kamarnya.


drt


drt


drt


Ana mengambil handphone dengan malas dan mengangkatnya.


"hallo". jawab Ana


"hiks hiks". Ana memincingkan matanya saat mendengar suara Tasya yang menangis


"sya Lo kenapa". tanya Ana

__ADS_1


"na aku hiks". Tasya semakin terisak


"sya tarik nafas dan tenangkan dirimu". perintah Ana


"kemudian cerita ada apa". sambung Ana


Tasya menceritakan bahwa tadi setelah pulang dari kuliah, ayahnya mengajaknya berbicara dan meminta sesuatu. Tasya menceritakan bahwa yang di minta adalah Tasya harus menikah dengan teman ayahnya yang umurnya setara dengan ayahnya dan pernikahan itu sudah di persiapkan yang akan di laksanakan minggu depan. Tasya tidak dapat menolak pernikahan itu karena ayahnya memiliki hutang kepada temannya itu, temannya ayahnya telah membantu ayah Tasya saat perusahaannya dalam keadaan bangkrut dan gantinya Tasya harus menikah dengan orang itu, ayah Tasya langsung menyetujui tanpa bertanya dengan Tasya, saat Tasya minta bantuan kepada ibunya tetapi jawaban ibunya adalah ikuti kemaun ayahmu. Ana yang mendengar itu merasa iba kepada Tasya.


"aku harus bagaimana Ana hiks hiks, umur orang itu setara dengan ayah jika orang yang di jodohkan masih seumuran denganku aku masih bisa menerima tapi ini hiks hiks". suara Tasya sangat sendu


"sya tenang ya, aku akan berusaha membantumu, aku akan bicarakan dengan ayah semoga ayahku bisa membantumu". Ana berusaha menenangkan Tasya


"aku hiks tidak ingin hidupku hancur di tangan pria itu Ana, pria itu adalah pemabuk dan penggila **** hiks, akan jadi apa aku jika menikah dengannya hiks".


"sya tenang ya, bagaimana kalau sekarang kita bertemu". ajak Ana


"tidak bisa Ana, ayah dan mama mengurungku sampai hari pernikahan karena tadi aku ketahuan akan kabur hiks". jawab Tasya


"Ana sudah dulu ada orang akan masuk ke kamarku, aku takut handphone di ambil, tolong aku jika bisa". Tasya langsung mematikan sambungan telepon tersebut


Ana langsung berjalan menuju balkon melihat ke rumah Tasya dan benar gerbang rumah Tasya terkunci dan jendela kamar Tasya tertutup rapat dan terdapat papan yang membentuk huruf x agar jendela itu tidak bisa terbuka. Ana langsung masuk ke kamarnya dan mengambil ponselnya dan segera menghubungi Andra.


sudah tiga kali Ana menghubungi Andra tetapi tidak diangkat juga oleh Andra


"kak Andra ini kemana kenapa panggilku tidak di angkat". gerutu Ana


drt


drt


drt


Ana langsung mengangkat panggilan itu saat Andra menelponnya balik.


"ada apa Ana". tanya Andra di sembarang sana


"kak Andra dimana". tanya Ana


"sedang ada di perusahaan bersama ayah". jawab Andra


"kak pulang sekarang ada yang ingin Ana bicarakan". perintah Ana


"nanti sore saja". jawab Andra


"ini mengenai Tasya". sambung Ana


"oke aku pulang". jawab Andra dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


💙💙💙💙


aku bawa rekomedasi cerita yang Wajib kalian baca lagi nih dan Jangan sampai ketinggalan setiap babnya ya, cusslah langsung kepoin judul " Bukan Dijodohkan" karya " Kaka Shan"


__ADS_1


__ADS_2