Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Perpustakaan


__ADS_3

Anissa memperhatikan bunga yang memasang tenda dengan begitu mudah dan sama sekali tidak mengomel bahkan Bunga melarangnya untuk membantu yang Anissa tau bunga orang yang tidak mau membantu temannya saat di kampus.


"kelompok apa ada kesulitan saat memasang tenda". tanya Ben saat sampai di hadapan mereka


"tidak ada Ben" jawab bunga


"kenapa hanya kamu yang memasang tenda dan yang lain kenapa hanya melihat saja". tanya Arden


"yang lain belum bisa memasangnya Ar jadi aku mengajari mereka bagaimana cara memasang tenda". jawab bunga


"lalu kenapa yang lain diam saja seharusnya bisa membantu sebisanya". tanya Arden


"tadi.."


"bukan tidak mau membantu hanya saja mereka belum paham". sela Bunga saat Anissa anak menjawab pertanyaan Arden


"hmmm ternyata sedang mencari perhatian". monolog Anissa dalam hati


"buat yang lain jangan biarkan teman kalian mengerjakan sendirian, sekarang lanjutkan sisanya jangan hanya mengandalkan bunga". perintah Arden dengan datar dan mereka menganggukkan kepalanya, setelah mengatakan itu Arden dan Ben menuju ke kelompok lainnya


"auwh". ringis bunga saat kakinya di injak oleh Anissa


"hey gak punya mata ya Lo udah seperti preman dan tiba tiba sok anggun". protes Bunga


"maaf tidak sengaja". jawab Anissa


setelah semua tenda terpasang, mereka berkumpul untuk istirahat dan makan sebelum mencari kayu bakar untuk keperluan masak dan membuat api agar udara tidak terlalu dingin. Anissa memberikan bekal yang dia bawa ke Bayu satu. Meraka semua menikmati makanan yang mereka bawa.


"Ar ini untuk kamu soalnya aku bawa banyak".ucap bunga sambil menyerahkan kotak makanan yang dia bawa


"tidak perlu saya sudah membawa sendiri". jawab Arden lalu memakan makanan yang di buat oleh ibunya dan bunga menghela nafas saat Arden lagi lagi menolak bekal yang dia bawa


"wih Terima kasih bunga buat makanan". ucap Ben dan mengambil bekal itu dari tangan bunga


"aku makan ya". ucap Ben dan bunga menganggukan kepalanya


setelah itu bunga kembali ke teman teman dan memakan makanan sendiri


"masakan Tante Lisa memang enak". ucap Bayu sambil mengunyah makanannya


"jika sedang makan jangan bicara". jawab Anissa saat melihat Bayu berbicara saat makanan ada di mulut, sejak kecil Anissa di ajarkan tidak boleh berbicara saat sedang makan karena bisa saja tersedak dan juga tidak sopan berbicara saat makan. Bayu menganggukan kepalanya saat Anissa berbicara seperti itu.


sedangkan di kampus tepatnya di ruangan Farhan, Ana duduk di depan dosennya itu.


"kenapa tidak mengumpulkan tugas". tanya Farhan dengan dingin

__ADS_1


"maaf pak karena saya tidak menemukan buku yang sesuai tema saya di perpustakaan". jawab Ana


"tidak ada, itu tidak mungkin semua tema yang saya bagikan ke kalian itu bukunya ada di perpustakaan semuanya". ucap Farhan


"benar pak saya saya sudah mencari tetapi tidak ada satu buku sama sekali". sambung Ana lagi


"tidak ada apa kamu yang tidak kepustakaan dan kamu malah asik pacaran dengan pacarmu itu". Ana mengerutkan dahinya saat dosennya itu menuduhnya


"saya tidak pacaran pak". bantah Ana


"sekarang ikut saya ke perpustakaan dan awas saja jika buku itu ada". perintah Farhan lalu berdiri dari duduknya


"dasar dosen asal main nuduh saja sudah di bilangin itu buku tidak ada". monolog Ana dalam hati


Ana mengikuti Farhan yang berjalan menuju ke perpustakaan, saat sudah sampai di perpustakaan Farhan dan Ana mencari buku itu dan Ana melototkan matanya saat Farhan dengan mudahnya menemukan buku tersebut.


"ini apa". tanya Farhan sambil mengangkat buku tersebut


"tapi benaran pak kemarin tidak ada". ucap Ana


"kerjakan sekarang". perintah Farhan dan meletakan buku itu di meja.


"perasaan kemarin tidak ada di rak itu, kenapa sekarang ada di sana, aneh". monolog Ana sambil memegang buku itu


"dikerjakan bukan di lihat saja". ucap Farhan


"ini dosen tidak punya perasaan apa, ini tangan sudah pegal harus ganti kertas tiga kali". monolog Ana dalam hati


"maaf harus menahan mu di sini karena jika kamu keluar sekarang itu tidak aman, dia ada di depan kampus". monolog Farhan sambil mengirimkan pesan kepada seseorang.


*Anda*


apa wanita itu masih ada di depan


^^^*J*^^^


^^^masih, tetapi seharusnya tidak perlu khawatir tuan putri tulip itu bisa bela diri bahkan dia bergabung ke D'devil^^^


*Anda*


aku hanya tidak ingin dia terluka walaupun aku tau di melindungi dirinya tetapi mereka tidak menggunakan kekerasan melainkan sebuah sandiwara dan aku yakin tuan putri tulip ku bisa tertipu dengan sandiwara mereka


^^^*J*^^^


^^^baiklah jika wanita itu sudah tidak ada di depan kampus akan aku kabari^^^

__ADS_1


"sudah selesai pak". ucap Ana lalu menyerahkan tugasnya


Ana bernafas lega setelah menyelesaikan tugasnya, sudah tiga jam dia menulis akhirnya bisa selesai. Farhan membaca tugas Ana


"hmmm pak itu tugasnya sudah selesai, jadi boleh saya pulang". tanya Ana


"boleh". jawab singkat Farhan


"terima kasih pak". ucap Ana lalu meninggalkan Farhan


*Anda*


jaga tuan putri tulip ku, dai akan pulang


^^^*J*^^^


^^^siap, kami akan selalu mengawasinya^^^


setelah mengirimkan pesan Farhan meningalkan perpustakaan dan menuju mobilnya, saat sampai di mobilnya Farhan menemukan keras yang tertempel di kaca mobilnya dengan tulisan "jangan ikut campur atau aku akan buat dia semakin membenci mu dan ibumu itu, paham"


Farhan meremas kertas itu lalu membuang di tempat sampah, lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.


Laura menunggu suaminya di dalam mobil sedangkan Alex sedang membeli mie ayam kesukaan Laura yang berada di depan kampusnya dulu


"Merlin". ucap Laura dan turun dari mobil dan mengejarnya


"Merlin". ucap Laura saat menggapai tangan seorang wanita


"eh maaf mba, saya kira tadi teman saya". ucap Laura saat wanita itu membalikkan badannya dan ternyata bukan.


"tidak apa apa mba". ucap wanita itu dan pergi dari sana


Laura melihat ke sekitar


"apa aku salah lihat ya". monolog Laura


"baby apa yang kamu lakukan di sini, aku sudah menyuruh mu menunggu di mobil". ucap Alex lalu membawa Laura ke mobil


"mas tadi aku lihat Merlin". ucap Laura saat sudah memasuki mobil


"itu tidak mungkin baby, dia ada di rumah sakit jiwa".jawab Alex lalu melajukan mobilnya


"tapi itu sudah dua puluh tahun yang dan mungkin saja dia sudah sembuh". sambung Laura


"itu tidak mungkin kamu masih ingat saat kamu menjenguknya". tanya Alex dan Laura menganggukan kepalanya

__ADS_1


"dokter mengatakan bahwa Merlin tidak akan bisa sembuh". sambung Alex


Laura menatap kearah jendela karena dia masih ingat bagaimana kondisi Merlin saat itu apalagi saat Laura tau bahwa ibunya Merlin sudah meninggal sehingga tidak ada yang menjenguknya di rumah sakit jiwa, Laura masih ingat saat Merlin mengamuk saat dia dan suaminya melihat keadaan Merlin waktu itu.


__ADS_2