Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kebohongan Ana


__ADS_3

Alex masuk ke dapur ingin memanggil Laura yang sedang membersihkan sisa makanan, tetapi saat sampai di pintu Alex melihat cara jalan Ana.


"ada apa dengan kakimu Ana". tanya Alex saat sampai di belakang Ana


deg


pyar


piring yang Ana pegang jatuh karena terkejut melihat ayahnya sudah ada di belakangnya. Ana langsung memegangi dadanya yang bergemuruh.


"ayah mengejutkkan Ana".


"ada apa dengan kakimu Ana". Alex mengulangi pertanyaannya lagi


"tadi Ana jatuh di kamar mandi yah". jawab Ana


"jatuh".


"iya yah tadi Ana jatuh dan kaki Ana terkilir". jawab Ana


"yang sebelah mana". tanya Alex lagi dengan datar


"kaki kiri yah". jawab Ana ragu ragu


Alex langsung membawa putrinya menuju ke sofa, saat Ana sudah duduk Alex langsung mengangkat kaki Ana dan menaruh di pangkuannya sedangkan Laura tetap melanjutkan membersihkan dapur


"jangan di buka". dengan spontan Ana melarang ayahnya yang ingin menekuk ujung celana yang Ana gunakan


"diam Ana ayah hanya ingin melihat apa kakimu memar jika di biarkan akan membuat cedera nantinya". Alex menyingkirkan tangan Ana yang menghalanginya, Alex bernafas lega saat tidak ada memar di kaki putrinya


Ana bernafas lega ternyata foundatian yang dia gunakan untuk menutupi bekas tembakan tidak menempel di celana sehingga bisa menutupi luka itu dengan sempurna. setelah mandi dan akan turun kebawah Ana memilih kembali ke kamarnya sebelum membantu mamanya, kemudian Ana mengambil foundatian untuk menutupi lukanya karena Ana tau ayahnya pasti akan bertanya ada apa dengan kakinya.


"argh yah sakit". ringis Ana saat Alex memijat kakinya dan mengenai lukanya


"tahan, agar kakimu cepat sembuh, terkilir juga kalau di biarkan bisa membengkak". jawab Alex


Ana menahan sakit saat ayahny memijit kakinya dan takut kakinya mengeluarkan darah karena pijitan ayahnya. Ana berharap kita foundatian yang dia gunakan tidak menempel di tangan ayahnya.


"kapan ayah selesai, jika lama seperti ini aku takut lukanya berdarah". monolog Ana, Ana bernafaskan lega saat ayahnya menurunkan kakinya

__ADS_1


"sudah selesai".


"yah Ana ke atas dulu mau siap siap ke kampus". Alex menganggukan kepalanya.


saat sampai di atas Ana langsung mengunci pintunya dan melihat lukanya kemudian mengambil kapas untuk membersihkan foundatian, saat foundatian itu telah bersih benar saja lukanya mengeluarkan darah. Ana membersihkan darah itu dan mengolesi obat yang dia dapat dari dokter, semalam sebelum pulang Ana mampir ke rumah sakit untuk memeriksakan lukanya dan meminta obat agar Lukanya cepat kering. Ana turun dengan rapih


"ayah antar ke kampus". ajak Alex


Ana mengikuti ayahnya yang masuk ke dalam mobil, Alex melajukan mobilnya ke arah kampus putrinya. saat mobilnya berhenti di lampu merah, Alex melihat anak anak yang menjual hiasan dari barang bekas di pinggir jalan. saat itu juga Alex menajamkan pengelihatannya ketika melihat Arden di antara anak anak itu bahkan Arden membantu anak anak itu menjual barang barang tersebut, Alex semakin terkejut saat melihat Arden tertawa bebas bersama anak anak itu.


"Arden tertawa begitu lepas tapi di rumah tidak pernah tertawa". guman Alex kemudian melajukan mobilnya.


saat Alex mengendarai mobilnya, Alex melihat ada mobil yang mengikuti dari belakang. Alex mengendarai mobil itu dengan sedikit kencang dan bernafas lega saat mobil itu tidak terlihat. tapi saat dia memelankan mobilnya Alex melihat mobil itu lagi tetapi mobil itu menyalipnya.


"ada apa ayah". tanya Ana


"mobil di depan itu dari tadi mengikuti kita". jawab Alex


"oh mobil itu tidak mengikuti kita yah, mobil itu memiliki tujuan yang sama dengan kita, itu mobil dosen Ana yah". jawab Ana


Alex hanya ber oh ria dan benar saja mobil itu memasuki kampus. saat sudah sampai kampus Alex menghentikan mobilnya.


"belajar yang benar jangan macam macam".


"pagi pak". sapa Ana saat berpapasan dengan Farhan tetapi Farhan tidak membalas sapaan Ana


"sombong sekali". umpat Ana


"yah kampus sendirian lagi, Tasya belum masuk". monolog Ana sambil menaiki lift menuju kelasnya yang ada di lantai tiga. setelah sampai di kelas Ana langsung duduk dan menunggu dosen masuk. lima belas kemudian Farhan masuk, tanpa basa basi Farhan langsung menjelaskan materinya. sesekali Farhan bertanya kepada mahasiswa ataupun mahasiswi yang tidak fokus.


sedangkan Alex berhenti di dekat lampu merah saat dia melihat Arden tetapi saat sampai di sana Alex melihat Arden berdebat dengan seorang perempuan.


"apa itu perempuan yang sering bertengkar dengannya". monolog Alex sambil memperhatikan mereka.


"dasar cewek preman setiap ketemu dengan mu selalu terkena sial". ketus Arden sambil membersihkan bajunya yang terkena coklat panas.


"hey siapa suruh kamu di jalan". jawab Anissa


"kamu yang salah jalan sambil main hp, itu hp tidak akan hilang". bentak Arden

__ADS_1


"Anissa minta maaf". Anissa menoleh saat mendengar mamanya


"ma tapi dia yang salah gara gara dia coklat panasku tumpah". jawab Anissa


"tadi mama lihat kamu yang salah, kamu main hp sambil jalan, buruan minta maaf". perintah Anissa


"tapi ma".


"jangan banyak tapi tapian".


"maaf". ucap Anissa, Arden hanya menanggukan kepalanya


"maafkanlah anak Tante ya, Tante beli vas vas bunga itu". ucap Lisa dan Arden melihat wanita yang sedang mengandung


"Cika bungkus vas bunga itu". perintah Arden


setelah membayar vas bunga itu Anissa dan Lisa menuju ke sebuah mobil, pandangan mengikuti perempuan itu seketika di terkejut


"itukan Delon mantan tunangan Laura". monolog Alex


"berarti perempuan yang sering bertengkar dengan Arden adalah anak Delon". sambung Alex


Alex menjalankan mobilnya saat melihat Arden pergi meninggalkan tempat itu. Alex menghentikan mobilnya saat melihat Arden memasuki sebuah rumah. saat itu Alex melihat banyak anak anak yang keluar dari rumah itu saat Arden datang. Alex turun dari mobil.


"maaf pak mau tanya". Alex bertanya kepada bapak bapak yang sedang memotong rumput dekat rumah itu


"iya pak mau tanya apa". bapak itu menghentikan kegiatannya


"itu rumah apa ya". tunjuk Alex


"rumah singgah". jawab bapak itu


"rumah singgah". ulang Alex


bapak itu menceritakan bahwa dulu ada pemuda anak SMA yang mencari rumah untuk di buat rumah singgah sehingga pemilik rumah itu menjual rumahnya kepada pemuda SMA itu, dulu hanya ada dua orang di sana tapi sekarang banyak yang tinggal di sana dan kebanyakan yang tinggal di sana adalah anak jalanan, pemuda SMA itu mengajari anak anak memanfaatkan barang barang bekas dan cara menjualnya.


"siapa namanya pak". tanya Alex


"Arden". jawab bapak itu

__ADS_1


setelah bertanya tanya tentang rumah itu, Alex berjalan mendekati rumah tersebut dan Alex melihat putranya dengan telaten mengajari anak anak itu membuat kerajinan tangan.


"Arden apa kamu menjual mobilmu untuk membeli rumah ini". monolog Alex


__ADS_2