Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kekesalan Masa Lalu


__ADS_3

Delon menimbang baby Farhat dengan muka yang di tekuk, Lisa yang sudah selesai membuat makanan untuk baby Farhat menghampiri suaminya.


"kenapa wajahmu seperti itu mas". tanya Lisa sambil meletakkan mangkuk makanan baby Farhat di atas meja lalu mengambil putranya kemudian duduk di sofa dan menyuapi baby Farhat.


"putrimu pulang bersama seorang pria". jawab Delon yang ikut duduk di samping istrinya


"apa masalahnya Anissa juga sudah dewasa mungkin pria itu teman kampusnya". ucap Lisa sambil menyuapi baby Farhat yang sangat lahap


"tapi aku tidak suka dengan anak laki laki itu". ucap Delon sambil bersedekap


"memangnya apa yang membuat mas tidak suka dengannya, apa sebelumnya mas sudah pernah bertemu dengannya". tanya Lisa


"ya pokoknya aku tidak suka". jawab Delon


"pasti ada alasan kenapa tidak suka, lagian selama ini Anissa hanya dekat dengan Bayu, jika memang dia berteman dengan pria lain tidak masalah , masak iya Anissa terus terusan dengan Bayu yang notabennya mereka sepupuan". ucap Anissa dengan santai tanpa tau wajah suaminya semakin di tekuk


"ya masalah lah sayang karena dia anaknya Alex". ucap Delon dengan dingin


Lisa menghentikan kegiatannya yang menguapi baby Farhat dan menatap suaminya dengan tatapan tajam seperti ini ingin menguliti suaminya.


"owhh jadi mas masih tidak terima jika Alex yang menikahi Laura dan mas masih menyukai Laura makanya mas tidak terima jika anaknya dekat dengan anak kita". ucap Lisa sambil meletakkan mangkuk ke atas meja dengan kasar


"Bu bukan begitu maksudku sayang". ucap Delon dengan panik saat Lisa menatapnya dengan tajam


"lalu apa, kenapa marah saat tau anak kita dekat dengan anaknya Alex , mas masih berharap kembali bersama Laura ya". tuding Lisa


"sayang bukan begitu maksudku aku hanya kesal dengan Alex". ucap Delon sambil meraih satu tangan Lisa


"kesal karena Alex yang menikah dengan Laura iya". sambung Lisa sambil menarik tangannya


"tidur di luar kamu mas mulai malam ini". ucap Lisa lalu meninggalkan Delon dan masuk ke kamarnya

__ADS_1


"sayang begitu ". ucap Delon sambil mengikuti Lisa tetapi pintu sudah di tutup oleh Lisa dan di kunci


"sayang buka pintunya ya, maksudnya bukan begitu hanya saja aishh ayolah sayang jangan marah please". bujuk Delon sambil mengetuk pintunya tetapi Lisa mengabaikan panggilan Delon


sedangkan di tempat lain, Arden yang baru saja sampai rumah langsung masuk.


"kenapa aku merasa ayahnya Anissa tidak menyukaiku ya padahal aku belum pernah bertemu dengan". monolog Arden


"dan jantung ini juga kenapa coba, saat dekat Anissa seperti ada sesuatu dan kenapa aku akhir akhir ini perhatian dengannya, tidak mungkin aku jatuh cinta padanya". sambung Arden dalam hati


"Arden". panggil Alex dan Arden menghentikan langkahnya saat ayahnya memanggil


"ada apa yah". tanya Alex sambil menghampiri ayahnya


"besok ada meeting dan ayah mau besok kamu yang memimpin, ayah ingin mulai sekarang kamu yang memegang perusahaan, ayah tidak ingin kerjaan kamu hanya mengurusi rumah singgah mu saja karena ayah ini saat kamu sudah menikah kamu sudah memiliki biaya untuk kebutuhan rumah tangga mu dan ayah juga tidak mungkin terus terusan yang menjalankan perusahaan itu". ucap Alex


"yah Arden jangan sekarang ya nanti saja setelah Arden lulus kuliah". ucap Arden


"iya iya tapi besok hanya juga ikut kalau ayah tidak ikut aku tidak mau". ucap Arden lalu masuk ke dalam kamarnya


"sabar mas nanti juga kalua Arden sudah nyaman pasti dia akan terbiasa untuk menjalankan perusahaan, mas sendiri tau Arden tidak seperti Andra, Andra sejak kecil suka ikut mas di kantor sedangkan Arden lebih suka menghilang entah kemana". ucap Laura


"sikap Arden sama seperti Mex dulu, kenapa sifat Mex menurun pada anakku". ucap Alex


"namanya keluarga". ucap Laura


sedangkan di kamar Arden menghempaskan tubuhnya di ranjang dan memijat dahinya, Arden memikirkan selama ini dia tidak pernah peduli dengan perempuan dulu saja dia sangat cuek pada perempuan mau itu perempuan jatuh di depan Arden tidak mau menolongnya.


"aish pasti besok akan ada berita Arden sudah memiliki kekasih, kenapa coba aku bisa perhatian seperti ini, ayolah Arden jangan perduli lagian setiap ketemu dengan cewek preman itu selalu dalam masalah bukan". monolog Arden


saat matanya melihat ke arah nakas Arden menghembuskan dengan kasar saat melihat berkas

__ADS_1


"pasti itu berkas untuk meeting besok, ayah juga sudah tau aku tidak suka dengan Dunia bisnis kenapa di suruh ikut, kenapa tidak di berikan saja perusahaan itu kepada Andra dan Ana, lagian Andra juga ini sudah tau ayahnya punya perusahaan malah membangun Perusahaannya sendiri". ucap Arden dengan kesal dan mengambil berkas itu dan membukanya


Arden mengambil ponselnya dan menelepon kembarannya itu


"ada apa". jawab singkat Andra di sebrang telepon


"ganti aku lagi ya, besok ayah menyuruh ku memimpin meeting". ucap Arden


"Arden sampai kapan kamu mau seperti ini, sudah saatnya kamu meneruskan ayah jika bukan kamu siapa lagi, di dunia bisnis tidak sulit". ucap Andra


"ayolah ganti aku lagi, nanti setelah lulus baru deh aku tidak akan menyuruh mu untuk menggantikan aku, selama ini ayah juta tidak tau jika kamu yang menggantikan aku". ucap Arden dengan tenang


"Arden ayah bukan orang bodoh, mungkin kita kembar memiliki wajah yang sama tapi ayah bisa membedakan kita dua kali aku menggantikan mu ayah tau itu tapi ayah diam saja".


"kami tau aku tidak suka di dunia bisnis".


"Arden belajar dewasa, sudah pokoknya mulai besok kamu harus belajar aku dan ayah pasti akan membantu mu". ucap Andra lalu menutup teleponnya


setelah Andra mematikan ponselnya Arden melempar ponselnya ke sofa, dan tiba tiba saat dirinya memejamkan matanya teringat saat dia mengendong Anissa dan bayangan waktu Anissa memegang pinggangnya waktu dia mengantarkan Anissa pulang malam itu.


sedangkan di kamar Anissa, Anissa sendiri sedang memikirkan kenapa dia selalu. bertemu dengan Arden ya bisa di bilang tidak sering adu mulut saat bertemu tidak seperti dulu, Anissa menatap dirinya di depan cermin dan mengamati dirinya yang memakai baju olahraga milik Arden


"kenapa Arden malah memberikan ini pada ku , padahal sebelum aku kotor ada mahasiswi lainnya yang kotor tapi Arden membiarkan saja". monolog Anissa sambil melepaskan bajunya dan meletakkan di keranjang kotor


"tapi dia tampan juga jika tidak marah marah tapi sayang dingin". sambung Anissa


"eh kenapa aku malah memujinya". ucap Anissa sambil menggelengkan kepalanya


💙💙💙


balik lagi ini tidak lupa aku meracuni kalian dengan rekomendasi cerita yang sangat bagus dan rekomen banget untuk di baca dengan judul " You Are My Life " karya " Nita.p"

__ADS_1



__ADS_2