
seorang wanita duduk di kursi sambil menghisap batang rokoknya dan terseyum sinis
"mama sudah tidak sabar melihat kehancurkan Alex, dua puluh tahun dia di hidup dalam kebahagiaan sedang aku harus mati matian untuk bertahan hidup". ucap seorang wanita sambil tersenyum dan menghisap kembali rokoknya
"mama tenang saja, aku akan membalas ala yang telah keluarga itu lakukan, dan berhentilah merokok ma". jawab pria itu dan mengambil rokok dari tangan mamanya
"kembalikan mama masih ingin menghisap itu karena bisa membuat mama tenang nak". ucap wanita itu berusaha mengambil rokok yang ada di tangan anaknya itu
"tidak ma, mama sudah menghabiskan dua bungkus rokok". pria itu membuang rokok tersebut
"hahahaha pasti anaknya Alex sudah kehilangan kehormatanya dan kehilangan kehormatan akan membuat seorang gadis menjadi shok dan histeris, mama sudah tidak sabar melihat itu hahaha". racun wanita itu sambil menyandarkan badannya di kursinya
sedangkan anaknya mengelengkan kepalanya saat melihat kebahagiaan di mata mamanya karena selama ini sang mama tidak pernah menunjukkan kebahagiaan seperti hari ini, pria itu berjalan ke arah jendela dan menatap langit malam yang gelap dan hanya dan satu bintang yang bersinar. Nadia menghampiri suaminya dan memeluknya dari belakang, pria itu menggengam tangan istrinya yang melingkar di perutnya
"mas aku senang akhirnya bukan kamu yang menidurinya". ucap Nadia sambil mengeratkan pelukannya dan mengendarakan kepalanya di punggung suaminya itu
"mas sebaiknya kita adopsi anak saja ya, jugaan jika Ana hamil karena malam ini itu bukan anakmu tapi anak Bandit". ucap Nadia
"baiklah jika itu akan membuat mu bahagia sayang". jawab pria itu sambil memeluk istrinya
"lihatlah Alex apa yang terjadi malam ini pada putrimu itu dan ini awal dari kehancuran mu, dua puluh tahun aku menunggu momen ini akhirnya terjadi juga dan setalah malam ini terjadi bersiaplah badai besar akan masuk ke dalam rumahmu". monolog wanita dan hati sambil meminum wine nya dan mulai meracau yang tidak jelas
sedangkan Nadia terseyum senang walaupun nantinya sumainya itu menikahi gadis itu tetapi malam ini yang menghancurkan gadis itu. pria itu menatap jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul tiga pagi tetapi Bandit belum keluar dari kamar, pria itu juga tau jika Bandit adalah seorang pecandu **** bahkan Bandit dapat melakukan kegiatan itu sampai wanitanya pingsanpun tidak perduli. pria itu melepaskan pelukannya dan berjalan menuju ke arah kamar dan menempelkan telinganya ke daun pintu tetapi tidak mendengarkankan apapun, pria itu kemudian menarik nafasnya karena lupa jika kamar tersebut kedap suaranya , lalu pria tersebut menaruh tangannya di pinggang dan berjalan kesana kemari, Nadia yang melihat itu langsung menghampiri suaminya
"mas kamu kenapa gelisah seperti itu dan mondar mandir di depan kamar". tanya Nadia
__ADS_1
"ini sudah pukul tiga pagi tapi bandit belum juga keluar". jawab pria itu
"biarkan saja jugaan bius itu bekerja sampai jam sepuluh". ketus Nadia saat melihat suaminya Seperti mengkhawatirkan gadis itu
"biarkan saja nak, biarkan Bandit memuaskan dirinya, lagian jika gadis itu berantakan akan jauh lebih Bagus". ucap wanita itu
"tapi ma Ana belum pernah melakukan itu jika Bandit melakukan tanpa henti Ana bisa masuk rumah sakit". jawab pria
"kamu itu kenapa mas, jugaan nanti kamu pura pura menolongnya dan saat dia merasa kotor kamu tinggal bilang aku yang akan bertanggung jawab walaupun bukan kamu yang melakukannya, jadi keluarga Ana akan berhutang Budi kepadamu mas dan yang pasti mereka akan setuju jika kamu menikahi Ana karena itu akan melindungi kehormatan Ana". ucap Nadia sambil menarik suaminya untuk duduk bersamanya
wanita itu dan Nadia tertawa lepas sambil menikmati wine sedangkan pria itu hanya memegang gelasnya dan menatap pintu kamar lalu menyadarkan tubuhnya di kursi, jarinya mengetuk ngetik pinggiran kursi dan kakinya bergerak gerak karena merasa sedikit gelisah. pria itu yang sedikit lelah memejamkan matanya untuk beristirahat sebentar dan pria itu akan masuk jika sampai jam enam Bandit belum keluar juga
"untung saja mama mendukung ku agar suamiku tidak menidurimu Ana, aku yakin Bandit sudah membuat mu sangat kacau dan aku yakin suamiku akan jijik melihat keadaan mu, aku tau suamiku mulai menaruh hati padamu makanya aku menyarankan ke mama agar Bandit yang mengambil kehormatamu". monolog Nadia sambil menatap suaminya yang tertidur.
"Ana". racau Laura dan keringat membahasi wajah istrinya.
"baby ku mohon bangunlah jangan membuat khawatir". Alex berusaha membangunkan Laura yang terus menyebutkan nama Putrinya itu
"Ana". teriak Laura saat bangun dan nafasnya tersengal sengal, Alex memberinya minum dan Laura menghabiskan air itu
"baby kamu mimpi apa". tanya Alex
"aku aku mimpi Ana di dalam mimpi itu Ana mengalami hal yang memberikan". ucap Laura sambil terbata bata
"tenang itu hanya bunga tidur sayang". ucap Alex sambil memeluk Laura dengan erat, bahu Laura bergetar akibat mimpi tersebut
__ADS_1
"Ana baik baik saja". ucap Alex menyakinkan istrinya
"tapi mimpi itu seperti nyata mas". ucap Laura lagi
"sekarang tidurlah ini masih pukul setengah empat". Alex membawa Laura ke dalam pelukannya dan mengelus punggung istrinya sehingga tenang, Laura memejamkan matanya dan Alex mengecup dahi Laura.
"baby aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti anak anak kita, mereka pasti baik baik saja". bisik Alex lalu memejamkan matanya lagi dan tertidur.
pria itu membuka matanya dan melihat jam di pergelangan tangan yang sudah menunjukkan pukul enam pagi lalu menatap kamar itu yang masih tertutup rapat, pria itu berjalan menuju ke kamar tersebut.
"mau ke mana mas". ucap Nadia
"mau masuk ke dalam" jawab pria itu
"sebaiknya kita sarapan dulu mas baru melihat Ana dan Bandit". ucap Nadia
pria itu mengikuti Nadia dan bergabung bersama mamanya dan menikmati sarapan yang di buat oleh istrinya itu. pria itu melihat sang mama yang makan dengan lahap. Nadia mengambilkan makanan kesukaan suaminya itu.
"ini mas". Nadia memberikan piring yang sudah berisi makanan
pria itu memakan makanannya yang biasanya akan terasa enak entah kenapa hari ini rasanya tidak seperti biasanya, tetapi pria itu mengabiskan makanan untuk menghormati istrinya. setelah selesai makan mereka bertiga berjalan menuju kamar.
"mama sudah tidak sabar melihat keadaan anaknya Alex dan akan mengirimkan foto bungil putrinya itu". ucap wanita itu dengan semangat
pria itu membuka pintu secara perlahan dan saat pintu sudah terbuka Nadia menutup matanya saat melihat pemandangan yang ada di atas ranjang
__ADS_1