Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kantin


__ADS_3

sesampainya Bayu dan Anissa ke kantin mereka memilih tempat duduk yang tidak terlalu rame.


"Sa mau pesen apa". tanya Bayu


"seperti biasanya saja". jawab Anissa


"bakso setan level 7". tanya Bayu


"benar".


Bayu menuju ke salah satu kedai langganan mereka, Anissa menatap binar saat Bayu membawa bakso pesanannya.


"terima kasih".


Anissa langsung melahap bakso itu sedangkan Bayu menatap Anissa dengan tatap nyeri saat melihat Anissa sama sekali tidak merasakan pedas saat makan bakso itu. kemudian Bayu menikmati baksonya sendiri.


"Sa apa tidak pedas itu". Bayu menatap nyeri bakso itu


"aaa". teriak Anissa saat sebuah minuman mendarat di kepalanya.


"kamu". saat tau siapa yang menyiramnya , Anissa naik pitam, tadi pria itu telah membuatnya jatuh kelantai sekarang menyiramnya dengan jus


Byur


Anissa menyiram balik Arden dengan air minum miliknya sedangkan Arden menetap tajam Anissa, saat gadis itu berani menyiramnya.


"apa melotot, apa kamu pikir aku takut ha". Anissa berbincang dengan menaruh kedua tangan di pinggang


"aku colok itu mata kalau masih melotot melotot, aku rasa itu setimpal dengan apa yang kamu lakukan kepadaku, tadi pagi kamu menjatuhkan sekarang menyiramku". Arden mengepalkan tangannya saat melihat tingkah Anissa


"bukan saya yang menyirammu". jawab Arden dengan dingin


"udah salah malah tidak mau ngaku hu". ejek Anissa


"sa sudah". lerai Bayu


"gadis tidak punya sopan santun". Anissa melototkan matanya saat mendengar penuturan Arden


Anissa langsung menjambak rambut Arden


"hey gadis sialan lepaskan tanganmu dari kepalaku". perintah Arden


"ini hukuman untuk pria angkuh seperti mu". jawab Anissa


"rasakan ini". Anissa semakin menarik rambut Arden


"argh". Annisa berteriak saat Arden memelintir tangannya


"dengar gadis sialan, jangan berani tangan nakalmu ini menyentuhku, yang menyiramu dia". Anissa mengikuti pandangan Arden ke seorang gadis


"maafkan saya mba tadi saat tidak sengaja". gadis berkacamata itu menundukkan kepalanya merasa takut dengan kemarahan Anissa


"argh, jangan memelintir tanganku". Anissa berusaha melepaskan tangannya dari Arden


"membuat malu saja". Arden semakin mengencangkan cekalannya

__ADS_1


"argh, lepaskan". mohon Anissa


"hey lepaskan tangan temanku". Bayu berusaha membantu Anissa melepaskan tangannya


"Arden lepaskan tangan gadis itu". terima Andra saat melihat Arden yang di selimuti emosi


"Arden lepaskan bisa patah tangan gadis ini". sambung Andra saat sudah sampai di depan Arden


Anissa mengusap tangan yang memerah akibat Arden, Anissa menatap datar ke arah Arden. setelah melepaskan cengkeraman itu Arden meninggalkan kantin dengan wajah dinginnya.


"maafkan adik saya, ada yang sakit". tanya Andra


"tidak ada, makasih". jawab Anissa dengan senyuman


"saya permisi". izin Anissa


Anissa dan Bayu meninggalkan kantin itu setelah Bayu membayar makana mereka.


"dasar pemarah". gerutu Annisa


"di sini kamu juga salah sa".


"kamu menyalahkanku". Bayu menanggukan kelapanya


"coba tadi kamu gak langsung emosi, tidak akan seperti ini". jawab Bayu


tanpa banyak tanya Bayu mengajak Anissa duduk di bangku taman kampus dan langsung mengompres tangan Anissa yang memerah menggunakan es batu yang telah dia beli dari kantin.


"tapi seharusnya dia sebagai cowok jangan kasar seperti ini". gerutu Anissa


"sudah besok lagi jangan langsung emosi dan salah orang". nasehat Bayu


Bayu sedikit memijit tangan Anissa, Bayu memperhatikan ekspresi Anissa yang menahan sakit, Bayu hanya mengelengkan kepalanya karena sikap bar bar Anissa. padahal Tante Lisa orang yang anggun dan kalem kenapa busa punya anak sebar bar Anissa ini pikir Bayu


bugh


Anissa memukul dada Bayu


"aku tau ya yang kamu pikirkan bay". Anissa cemburut


"aku tidak habis pikir dengan mu, Tante Lisa anggun tapi kenapa kamu seperti ini" tanya Bayu yang melihat penampilan Anissa


"nama Anissa tapi kelakuan dan penampilan seperti preman". ejek Bayu


Anissa adalah gadis yang tomboy dan berpenampilan seperti preman, selama ini Lisa sudah sering mengingatkan Anissa harus bersikap anggun tetapi anaknya itu selalu membuat geleng geleng kepala, Lisa sudah sering membuang pakaian Anissa yang seperti preman dan menggantinya dengan gaun tetapi besok pakaian di lemarinya sudah kembali seperti semula entah hilang kemana gaun yang di belikan Lisa.


"ayo pulang". ajak Bayu


"ayo, aku malas jika bertemu dengan pria angkuh itu".


di kantin Andra melengkungkan senyuman saat melihat Tasya sendang duduk sendirian, Andra langsung mengahampiri Tasya.


"Hay sya". sapa Andra


"Hay kak Andra". jawab Tasya

__ADS_1


"boleh duduk di sini". tanya Andra


"tentu boleh kak". jawab Tasya dengan senyuman


Andra langsung duduk dan meletakan makanan di meja, Andra sangat senang bisa duduk berdua dengan Tasya, biasanya mereka duduk bertiga.


"Ana mana sya". tanya Andra


"Ana sedang di ruang dosen kak". jawab Tasya sambil meminum jus melon kesukaannya


"ruang dosen apa Ana membuat masalah". tanya Andra


"tidak, dia di panggil karena penanggung jawab kelas, kurasa dosen baru ingin berdiskusi dengan Ana mengenai perkuliahan". jawab Tasya


Andra mengulurkan tangannya untuk membersihkan kecap yang ada di ujung bibir Tasya, Tasya diam dengan perlakuan Andra


"ada kecap di bibirmu, dari kecil jika makan yang ada kecapnya selalu tidak rapih". ejek Andra dan Tasya cemburut


"jangan mengejekku ya kak". Andra terkekeh saat melihat Tasya merajuk, karena sejak kecil Tasya akan merajuk jika di jahili seperti itu


"sudah jangan merajuk lagi". ucap Andra sambil mengelus kepala Tasya


"dosen baru siapa sya". tanya Andra


"pak Farhan pengganti pak Burhan". jawab Tasya


"tau tidak kak pak Farhan orang ganteng dan cool". sambung Tasya dengan terseyum, senyuman Andra luntur saat mendengar Tasya memuji laki laki lain


"hmm". Andra hanya bergumam.


mereka berdua menikmati makanan mereka masing masing, Andra makam dengan menatap ke arah Tasya.


"seperti aku harus segera mengikatmu agar tidak di ambil orang lain dan membuatmu jatuh cinta denganku dan menggeser nama Arden dari hatimu sya". monolog Andra di dalam hati


ya selama ini Andra tau Tasya menyukai Arden dan Andra selalu mengambil barang barang yang di buang Arden dari pemberian Tasya lalu Andra menyimpannya. Andra sendiri sangat senang saat tau bahwa Arden tidak menyukai Tasya jadi dia ada kesempatan untuk memiliki Tasya.


"kenapa kak Andra senyum senyum seperti itu". tanya Tasya dengan bingung


"sya bagaimana menurut jika kakak lebih cepat untuk melamar gadis yang kakak sukai". tanya Andra


"itu bagus, jika memang kakak sudah yakin dengan gadis itu". jawab santai Tasya


"tapi gadis itu menyukai pria lain".


"apa pria itu menyukai gadis yang kakak sukai". tanya Tasya


"sepertinya tidak". jawab Andra


"ya sudah, lamar saja gadis itu dan segera nikahi dan buat dia jatuh cinta dengan kakak, cinta bisa tumbuh jika sering bersama apa lagi kakak memberikan perhatian kepada, karena yang halal pasti akan menang". jawab Tasya panjang


"kamu benar".


" memangnya kapan kak Andra mau melamarnya". tanya Tasya


"Minggu depan". jawab tegas Andra

__ADS_1


"Tasya do'akan semoga di terima sama gadis itu". Tasya terseyum saat mengatakan itu


"aku pastikan bagaimanapun caranya kamu menerima lamaran ku sya". monolog Andra dalam hati


__ADS_2