
Farhan yang sudah sampai di kantornya berjalan dengan cepat karena dia sudah terlambat sepuluh menit. saat memasuki ruang meeting Farhan dapat melihat semua orang sudah berkumpul di sana. Farhan menarik nafasnya dan menghembuskan kembali.
"maaf saya terlambat". ucap Farhan sambil menangkupkan kedua tangannya sebagi tanda permintaan maafnya
"tidak apa apa pak Farhan kami maklum apalagi pak Farhan masih pengantin baru". jawab salah satu rekan bisnisnya sedangkan Farhan yang di goda hanya bisa tersenyum saja
"sekali lagi saya minta maaf baiklah sekarang bisa kita mulai meeting". ucap Farhan
"bisa pak Farhan". jawab mereka semua
sepanjang kegiatan meeting Farhan terseyum sendiri saat mengingat apa yang telah dia lakukan bersama Ana dan senyuman yang Farhan lakukan di lihat seseorang perempuan yang ada di ruangan itu dengan meremas pulpen yang dia pegang
"siapa yang perempuan yang di nikahi Farhan sehingga bisa membuat Farhan tersenyum seperti itu padahal selama ini Farhan sangat dingin". monolog perempuan itu sambil tersenyum menatap Farhan sedangkan Farhan yang menyadari di perhatikan mulai mengubah ekspresinya.
"kenapa dia melihat ku terus". monolog Farhan dalam hati lalu fokus kembali dengan meetingnya
Farhan sangat senang dengan hasil meeting kali ini karena kerjasamanya dengan beberapa perusahaan meraup keuntungan sangat tinggi
"saya sangat senang bisa bekerjasama dengan perusahaan pak Farhan sebelum perusahaan saya tidak meraih keuntungan yang sangat tinggi seperti ini". ucap salah satu rekan kerjanya
"saya mengucapkan terima kasih kepada pak Irawan mau menerima kerjasama dengan perusahaan saya dan percaya pada saya walaupun saya mengajukan kerjasama perusahaan saya masih merintis dan banyak perusahaan yang menolak kerjasama dengan saya". ucap Farhan karena Farhan masih ingat dulu dia di tolak lima belas perusahaan untuk mengajak kerjasama dan hampir membuat Farhan putus Asa tetapi saat dia mendapatkan balasan dari perusahaan pak Irawan Farhan memiliki sedikit harapan
"saya dapat melihat kemampuan pak Farhan saat membaca proposal yang pak Farhan ajukan walaupun pak Farhan baru merintis dan sekarang terbuktikan bahwa perusahaan pak Farhan lebih maju di bandingkan dengan perusahaan saya". jawab Irawan
"jangan seperti itu pak, perusahaan saya bisa seperti ini berkat pak Irawan yang mau menerima kerja sama". ucap Farhan
setelah berbincang cukup lama dengan beberapa rekan bisnisnya Farhan mengakhiri meeting hari itu, setelah semua orang meninggalkan ruang meeting itu Farhan berjalan menuju ruangannya sendiri.
"Farhan". panggil seorang perempuan membuat Farhan menghentikan langkahnya
perempuan itu langsung menghampiri Farhan dan berdiri di samping Farhan
"apa kabar Farhan". ucap perempuan itu
__ADS_1
"baik". jawab Farhan dengan dingin dan akan meninggalkan perempuan itu
"tunggu Farhan". ucap perempuan itu sambil mencekal tangan Farhan sehingga membuat Farhan menghempaskan tangan perempuan itu
"ada apa". tanya Farhan
"aku baru tau ini perusahaan mu, andai aku tidak menggantikan ayahku aku tidak akan bertemu dengan mu dan ini pertemuan perdana setelah kita lulus SMA". ucap perempuan itu
" apa kabar Tante Fatma Han". tanya perempuan itu
"baik juga". jawab Farhan dengan dingin dan malas
"hmmm aku dengar di ruangan tadi kamu sudah menikah ya". tanya perempuan itu
"iya". jawab Farhan dengan singkat
"siapa perempuan itu". tanya perempuan
"yang jelas dia wanita baik dan tidak merendahkan orang". jawab Farhan dengan dingin dan menatap perempuan itu dengan tajam
"tidak tau". jawab Farhan lalu meninggalkan perempuan itu
"aku ingin tau siapa istrimu dan ternyata kamu bisa sukses seperti ini bahkan Perusahaannya lebih maju dari milik ayah, pasti akan terjamin hidupnya bisa menikah dengan Farhan, sepertinya akan menarik jika aku bisa mengantikan posisi istrinya dan aku yakin aku jauh lebih cantik dari istrinya Farhan". ucap perempuan itu dan memasuki lift dengan senyum yang tercetak jelas di sudut bibirnya
sedangkan Farhan yang sampai di ruangannya langsung mengambil lipstik yang ada di saku jasnya dan melemparkan lipstik itu lewat jendela ruangannya, Farhan tau jika perempuan itu memasukan lipstik ke sakunya. setelah membuang lipstik itu Farhan duduk di kursi kerjanya dan mengambil ponselnya lalu menghubungi istrinya.
"hallo pangeran panda". jawab Ana dari seberang telepon dan Farhan terseyum saat mendengar suara lembut sang istri
"hmm bagiamana keadaanmu sayang". tanya Farhan dan ada sedikit rasa bersalah meninggalkan Ana setelah dia meminta haknya
"aku baik baik saja, bagaimana meetingnya". tanya Ana balik
"meeting berjalan dengan baik". jawab Farhan
__ADS_1
"sayang aku ingin mengatakan sesuatu". ucap Farhan
"ya ingin mengatakan apa". tanya Ana
"hmm sebenarnya waktu meeting tadi aku bertemu dengan mantan ku waktu SMA dia mengantikan ayahnya dan setelah selesai meeting dia memanggil ku lalu mengajakku mengobrol dan saat kita mengobrol dia juga memasukkan lipstik ke dalam saku tapi aku sudah membuangnya sayang, kamu tidak marahkan". Farhan menceritakan semuanya pada Ana karena dia tidak ingin ada kesalahpahaman di dalam rumah tangganya dan Farhan sedikit cemas saat Ana tidak menjawabnya
"sayang". panggil Farhan
"hanya mantankan sedangkan aku yang jadi istrimu sekarang, jika dia berani berani mendekati mu atau menggodamu dia mencari lawan yang salah". jawab Ana
"ya dia tidak akan bisa melawan seorang Leonar aku benarkan". tanya Farhan
"pangeran panda kamu tau aku Leonar". tanya Ana dengan sedikit kaget pasalnya yang tahu hanya Marko dan pamannya
"apa yang tidak aku tau tentang mu". jawab Farhan
"sayang sudah dulu ya, aku mau makan dan kamu jangan lupa makan juga aku yakin kamu belum makan". ucap Ana yang perutnya mulai meronta minta di isi
"baiklah makan yang banyak aku yakin tenagamu sudah habis karena kegiatan kita bukan". goda Farhan sedangkan Ana langsung memerah pipinya
"terima kasih atas kejujuran mu sayang". ucap Ana lalu mematikan sambungan teleponnya dan Farhan terkekeh
"pasti istriku sedang tersipu malu dan pipinya memerah". monolog Farhan
Farhan menekan nomor OB untuk membawakan dirinya makan, setelah menunggu sepuluh menit akhirnya makanannya datang dan Farhan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada OB tersebut.
Ana turun ke bawah dan langsung menuju dapur, Ana bernafas lega saat rumah sepi jika tidak dia pasti malu saat mereka tau cara jalan Ana. Ana langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan sayur, Ana menikmati makanan itu dengan nikmat.
"tumben baru makan dan bangun kesiangan". ucap Arden dan duduk di depan Ana lalu mengambil makanan sedangkan Ana merasa terdesak saat melihat Arden.
Arden melihat Ana yang tidak menjawab pertanyaan saat akan bertanya lagi Arden melihat jejak kepemilikan yang Farhan buta di sekitar leher Ana apalagi Ana menjepit rambutnya menggunakan cedai dan Arden faham apa yang membuat adiknya terlambat bangun. Arden buru buru menyelesaikan makannya dan berangkat ke kampus
"jika keluar sebaiknya rambutmu di gerai atau gunakan syal". ucap Arden lalu meninggalkan Ana
__ADS_1
Ana merasa bingung kenapa kakaknya berbicara seperti itu lalu mengambil ponselnya dan menghidupkan kamera dan saat itu Ana merasa malu karena kakaknya melihat tanda
"Ana kenapa ceroboh sekali". ucap Ana lalu melepas jepit rambutnya