
setelah kepergian Bagaskara rumah itu sangat sepi contohnya saat ini mereka sedang berada di ruang makan dengan keheningan dan kesunyian. setelah selesai makan Mex langsung meninggalkan rumah itu menggunakan motornya. sedangkan Alex membuat susu hamil untuk Laura.
"Jhon apa hari ini ada meeting". tanya Alex
"ada tuan". jawab Jhon
Laura segera berdiri dan mengecup pipi Alex dan meninggalkan ruang makanan
"nyonya seperti orang hamil". celetuk Jhon sehingga membuat Laura menegang di ambang pintu antara ruang makan dan ruang tamu.
"hehehe, aku gendutan sekarang Jhon karena banyak makan”. jawab Laura sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sedangkan Jhon tetep fokus keperut Laura.
Jhon dapat melihat perut Laura yang sedikit buncit karena baju yang di pakai Laura sangat longgar sehingga yang melihatnya seperti orang gendut, Jhon terlihat memikirkan sesuatu. Laura yang merasa di tatap langsung meninggalkan dapur.
"Jhon ayo berangkat". suara Alex membuat Jhon menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa yang dia pikirkan salah
"Jhon kenapa kamu menggelengkan kepalamu, kamu tidak ingin berangkat". Alex berbicara dengan datar
"maaf tuan bukan seperti itu". jawab Jhon
Alex dan Jhon meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor sedangkan Laura yang berada di kamar mengelus dada karena terkejut dengan ucapan Jhon, Laura menatap perut dan mengelusnya
"apapun yang terjadi mama sama ayah akan berusaha membuat kalian selamat, mama dan ayah tidak akan membiarkan Kalian kenapa kenapa sayang" monolog Laura sambil menuju Kerancang dan mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Alex
*suamiku❤️*
Lex aku takut
^^^*my baby❤️*^^^
^^^jangan takut baby^^^
*suamiku❤️*
aku tidak ingin mereka kenapa kenapa Lex🥺
__ADS_1
^^^*my baby❤️*^^^
^^^sayang tenanglah mereka akan baik baik saja^^^
*suamiku ❤️*
perutku akan semakin buncit seiring bertambahnya usia kehamilan dan tidak selama aku bisa menyembunyikan mereka di balik pakaian yang longgar
^^^*my baby❤️*^^^
^^^baby sekarang jangan panik, aku akan melakukan apapun untuk kalian, jangan pikiran apapun karena akan mempengaruhi kesehatan mu baby^^^
setelah berbalas pesan dengan suaminya Laura langsung berjalan kearah pintu dan mengunci kamar dan merbahkan dirinya di sofa dan membaca buku tentang kehamilan, setelah berkirim pesan dengan suaminya Laura sedikit merasakan kelegaan.
Alex yang sudah sampai kantor langsung menuju keruang meeting, saat sampai di sana semua sudah berkumpul dan mereka mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Bagaskara, mereka tidak menyangka rekan bisnisnya yang sangat hebat begitu cepat meninggalkan mereka. walaupun begitu mereka tetap melakukan kerjasama karena mereka yakin Alex juga sama hebatnya dengan Bagaskara dan yang mereka tau Alex adalah anak angkat dari Bagaskara mereka belum mengetahui indentitas asli Alex. beda halnya dengan Gunawan yang duduk di ujung merasa senang atas kepergian Bagaskara tanpa dia harus turun tangan untuk melenyapkannya, sekarang tinggal Alex beserta keluarga yang lain.
setelah itu mereka membahas kerjasama, satu jam meeting berjalan akhirnya mereka keluar dari ruang meeting, dan Gunawan menghampiri Alex
"saya sangat terkejut saat mendengar berita kematian tuan Bagaskara, saya turut berdukacita" Gunawan berbicara dengan nada sedih yang di buat, Alex hanya menganggukkan kepalanya.
"apa iya ya nyonya gendutan tapi jikapun hamil lagi pasti juga belum sebesar itu, kalau hamil juga pasti tuan Alex menginformasikannya, bisa juga sih kalau nyonya gendutan karena sejak pulang itu nafsu makan nyonya meningkatkan" monolog Jhon yang masih bingung dan akhirnya lebih memilih mengerjakan tugasnya tapi masih kepikiran soalnya Laura.
Laura yang merasa haus turun kebawah dan mengambil minuman di kulkas, Laura merasa segar setelah mengabiskan minuman itu
"aaaa" teriak Laura yang terkejut saat dia berbalik ada seseorang berada di belakangnya
"nyonya ada apa". tanya Riko dengan panik saat Laura berteriak
"Riko kamu mengagetkan saya". Laura berbicara sambil mengelus dadanya
"Rik kenapa kamu bawa pisau". tanya Laura
"ini nyonya saya mau mengembalikan pisau ini ke dapur". jawab Riko dengan meletakkan pisau itu pada tempatnya
"owh, emangnya habis digunakan buat apa Rik". tanya Laura lagi sambil mengigit apelnya
__ADS_1
"tadi abis buat motong timun nyonya". Laura hanya menganggukkan anggukan kepalanya.
setelah itu Laura meninggalkan Riko dan Riko memandangi punggung Laura yang mulai menjauh dan tidak terlihat lagi, Riko kembali ke depan untuk berjaga.
Laura yang berada dikamar memakan buah apel dengan ditemani acara televisi yang sebenarnya sangat membosankan bagi Laura, sudah tau membosankan tetap di tonton jika bukan Laura siapa lagi. setalah apelnya habis Laura mengambil cake yang dia letakkan di atas meja dan langsung memakannya.
"hamil membuatku makan banyak tapi tidak masalah yang terpenting kalian sehat sehat di dalam ya nak" monolog Laura dan melanjutkan makan cakenya.
ada seseorang yang sedang menerima telepon dari tuannya
"bagaimana". tanya Gunawan
"seperti belum ada tanda-tanda kehamilan pada Laura tuan". jawab pria itu
"bagus , kamu memberikan obat itu setiap harikan". tanya Gunawan di sebrang telepon
"iya tuan bahkan dua kali dalam sehari".
"bagus dengan begitu akan membuat rahimnya cepat kering dan dengan begitu Alex tidak akan memiliki keturunan dan kita hanya tinggal membunuhnya beserta istrinya nanti, saat anggota D'devil mulai terpecah maka akan sangat muda kita menghancurkannya hahahaha". tawa Alex dengan puas
"awasi mereka, laporkan apa saja yang mencurigakan dari mereka". sambung Gunawan
"baik tuan"
sambung itu terputus dan pria itu langsung kembali ketempatnya agar tidak ada yang curiga terhadapnya.
di kantor Alex memandangi ponselnya lebih tepatnya memandangi Laura lewat cctv yang dia pasang di kamar Meraka, Alex terkekeh saat melihat tingkah Laura apalagi saat dia memakan cakenya seperti anak kecil, Alex sengaja memasang cctv tersembunyi yang hanya dia tau untuk mengawasi Laura demi kebaikan istirnya agar dia tau apa Laura baik baik saja.
"baby semakin imut saat kamu makan seperti itu" monolog Alex dengan melihat Laura
ceklek pintu terbukanya dan Alex langsung menyimpan ponsel, Jhon mendekati Alex dan menyerahkan berkas laporan bulan kemarin, Alex memeriksa dengan teliti agar tidak terjadi adanya penggelapan dana.
"buat salin laporan ini Jhon". perintah Alex. dan menyerahkan berkas itu
"baik tuan". jawab Jhon dan menerima kembali beras tersebut
__ADS_1
Alex menyuruh Jhon untuk meninggalkan, setelah kepergian Jhon Alex mengambil ponselnya dan melihat Laura kembali dan ternyata Laura sedang tertidur dengan memeluk sebuah boneka panda yang membuat Alex cemburu, bagaimana tidak cemburu hampir dua minggu ini Laura lebih suka memeluk boneka panda daripada memeluknya.