Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Hati Yang Gelisah


__ADS_3

pagi hari Ardan langsung bangun dan membersihkan dirinya, setelah selesai mandi Ardan melirik ke arah jam dan ternyata sudah jam enam pagi. Ardan segera keluar dari kamar saat melihat ke arah kamar yang di tempati Tasya masih tertutup rapat.


"mungkin dia masih tidur". monolog Ardan menuju ke dapur.


sesampainya di dapur Ardan langsung membuka kulkas dan mengeluarkan bahan makanannya yang ada di sana, dengan telaten Ardan memotong sayuran dan kemudian memasaknya. Ardan memasak dengan bersenandung kecil. Ardan mencium aroma masakan yang begitu lezat, Ardan berharap makanan itu rasanya sesuai dengan aromanya.


sedangkan Tasya yang sedang berada di bawah selimut mengeliatkan badan dan secara perlahan membuka matanya kemudian Tasya mencium aroma makanan yang membuat cacing cacing di perut menari nari meminta untuk diberikan makan, Tasya melihat kearah jam ternyata sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi. Tasya langsung turun dari ranjang dan membasuh mukanya, dia ingin mandi tetapi tidak memiliki pakaian ganti. langkah kecil Tasya mengikuti aroma masakan tersebut, saat sampai di depan pintu dapur Tasya melihat punggung kokoh yang sedang berkutat dengan peralatan dapur. Tasya terseyum melihat Ardan yang memasak.


"untung semalam ada kak Ardan yang menolongku, mungkin jika kak Ardan tidak ada sekarang hidupnya pasti sudah hancur". monolog Tasya dalam hati


"betapa beruntungnya perempuan yang akan menjadi istrinya nanti". sambung Tasya


Ardan sedikit terkejut saat berbalik melihat Tasya yang sedang terseyum, Ardan meletakan makanan di atas meja


"sudah bangun". tanya Andra


"sudah kak". jawab Tasya sambil melangkah mendekati Andra


"sini makan, aku sudah memasak". ajak Andra


"Tasya jadi tidak enak sudah merepotkan kak Andra". Tasya menarik kursi dan duduk.


"tidak merepotkan". jawab Andra


Tasya dan Andra mengambil makanan mereka masing masing. Tasya menikmati makanan yang di hidangkan oleh Andra dengan menganggukan kepalanya.


"hmmm ternyata kak Andra jago masak". puji Tasya

__ADS_1


"biasa saja ini masih enakan masakan mama". jawab Andra sambil mengambil nasi yang berada di sudut bibir Tasya


"eh aku makanan belepotan ya kak". tanya Tasya saat Andra mengambil nasi yang ada di bibir Tasya


"tidak hanya saja ini nasi malu malu mau kamu makan". jawab Andra


di meja makan itu di penuhi canda tawa antara Andra dan Tasya, Andra terseyum saat melihat wajah ceria dari Tasya tidak seperti kemarin. Andra akan melakukan apapun agar gadis didepannya ini selalu merasakan bahagia.


"ngomong ngomong jika kak Andra jago masak seperti ini, perempuan yang kakak kamar minggu depan pasti sangat bahagia dan beruntung karena jarang jarang laki laki bisa masak". ucap Tasya


"dan perempuan beruntung itu adalah kamu sya dan aku akan sangat sangat beruntung jika kamu menjadi istriku". monolog dalam hati


"cie yang minggu depan akan melamar". ejek Tasya dan Andra hanya tersenyum


"kak boleh aku tinggal di sini untuk sementara waktu, agar aku bisa terhindar dari pernikahan itu". tanya Andra


"aku minat maaf tidak bisa memberitahu Ana jika kamu ada disini, aku takut jika memberitahunya Ana akan sering datang kemari dan ayahmu akan mengikuti Ana karena ayahmu tau kamu sangat dekat dengan Ana". sambung Andra


"tidak apa apa kak untuk sementara waktu aku akan bersembunyi disini". jawab Tasya


Tasya mencuci piring setelah selesai makan, awalnya Andra melarang tetapi Tasya tetap mencucinya karena merasa tidak enak jika harus diam saja apalagi tadi Andra sudah memasak sedangkan dia tinggal makan saja. Andra pergi meninggalkan apartement itu setelah meminjamkan bajunya untuk di pakai oleh Tasya setelah kepergian Andra , Tasya langsung membersihkan dirinya.


setelah sampai di rumah Ana langsung mengikuti Andra masuk ke kamarnya.


"bagaimana dengan Tasya kak". tanya Ana karena semalam dia tau bahwa tante Hana datang dan meminta bantuan Andra.


"dia baik baik saja untung aku datang tepat waktu dan jika tidak Tasya akan kehilangan kehormatannya". jawab Andra

__ADS_1


"lalu sekarang dimana Tasya kak". tanya Ana


"maaf kakak tidak bisa memberitahumu demi keselamatan Tasya, kakak takut nanti kamu menemui Tasya dan ayahnya mengikutimu". jawab Andra sambil mendorong adiknya keluar dari kamarnya. Ana merasa kesal saat Andra menutup pintunya.


"awas saja kak, aku bisa mencari tau sendiri". monolog Tasya


"tapi benar juga kata kak Andra jika aku menemui Tasya pasti om Herman akan mengikutiku karena om Herman berpikir aku tau dimana keberadaan Tasya, tadi pagi saja om Herman mengikutiku" sambung Ana setelah mengatakan itu Ana memilih masuk ke kamarnya dan mengambil novelnya dan membacanya, Ana merasa sepi biasanya dia selalu bersama Tasya membahas novel novel yang telah mereka beli, apalagi sekarang mamanya sedang pergi ke salon untuk perawatan, andai tau akan membosankan seperti ini Ana lebih memilih ikut dengan mamanya.


sedangkan Andra di dalam kamar mendapatkan pesan dari tante Hana jika rencananya akan di laksanakan dua hari lagi. Andra berpikir apa harus menggunakan rencana ini agar di bisa menikah dengan Tasya tapi jika tidak menggunakan rencana ini Tasya pasti akan menolaknya karena dia tau Tasya hanya ingin menikah dengan laki laki yang dia cintai.


"semoga saja kamu tidak membenciku sya". monolog Andra


yang Andra takutkan adalah reaksi Tasya setelah rencana itu di lakukan.


sedangkan di apartemen Tasya menonton televisi dengan pandangan kosong, Tasya tau pasti ayahnya sekarang sendang mencarinya dan dapat Tasya pastikan kemarahan ayahnya saat menemukannya nanti. bukan Tasya tidak ingin menuruti kemauan orang tuanya tetapi orang yang akan menikah dengan lebih pantas menjadi ayah apalagi orang itu seorang penggila ****. air mata membasahi pipi Tasya saat dia mengingat kejadian semalam bagaimana om Burhan yang akan mengambil kesuciannya secara paksa walaupun itu tidak berhasil tapi Tasya tetap merasa di lecehkan apalagi om Burhan sudah melihat tubuh polos bahkan sempat memegang asetnya.


"hiks hiks". Tasya terisak dan menghapus air matanya


"semoga saja ayah tidak bisa menemukan aku disini". monolog Tasya


"semoga saja ayah tidak mendapatkan masalah dengan om Burhan". sambung Tasya


tadi pagi Tasya berusaha tetap terseyum di depan Andra agar laki laki itu tidak merasa cemas karena Tasya tidak ingin merepotkan Andra ke dalam masalahnya, sudah cukup Andra terluka karena menolongnya dan Tasya juga tidak ingin Andra mendapatkan masalah dengan ayahnya maupun om Burhan. Tasya bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah ke jendela dan melihat ke arah bawah. apartemen milik Andra berada di pantai tujuh. saat melihat ke bawah Tasya berpikir ingin mengakhiri hidupnya daripada harus menikah dengan om Burhan. Tasya membuka jendela itu dan menarik nafasnya kemudian memejamkan matanya.


💙💙💙


hello aku bawa rekomedasi cerita lagi yang Wajib dibaca, kuy lah langsung baca jangan sampai ketinggalan cuss langsung cari judul " Ketulusan Hati seorang Istri" karya "Mphoon"

__ADS_1



__ADS_2